
Bima menanggapi Zack dengan ekspresi dingin dan menganggap Zack seperti orang yang bodoh. Bima berfikir bagaimana bisa dia ingin memesan tempat untuk makan malam, namun kenyataannya Zack hanyalah anak miskin.
Tak lama sang manager pun datang menghampiri.
"Anisa, apakah kamu mengenal pria ini?" tanya sang manager yang tidak yakin dengan penampilan pakaian Zack dan membuat manager ragu, apakah Zack mampu membeli makanan di restoran King Chicken. Namun sang manager masih menyambutnya dengan senyuman.
"Tentu saja aku mengenalnya, dia terkenal sebagai pria paling miskin di universitas GARDA. Kenapa aku bilang miskin, karena untuk membeli makanannya sendiri saja dia tidak mampu, dan sekarang dia sok-sokan ingin memesan tempat untuk makan malam, kira-kira bagaimana nantinya dia bisa membayar setiap makanan yang dia pesan." Jawab Bima merendahkan Zack.
Manager restoran itu bukanlah wanita sombong, dengan ramah dia masih melayani Zack dan bertanya untuk memastikan.
"Tuan, bolehkah saya bertanya? Apakah tuan benar ingin memesan tempat di sini? dah menu paket mana yang ingin di pesan dan satu hal lagi kalau boleh tahu anda memesan atas naman sendiri atau teman anda? Maaf bukan maksud saya menyinggung, saya hanya ingin memastikan saja?" tanya manager tersebut dengan ramah.
"Aku ingin memesan atas namaku sendiri, dan aku ingin memesan tiga meja di ruang VIP. Kebetulan malam ini aku ingin mentraktir teman-temanku dan untuk menunya aku ingin memesan menunggu yang paling mahal untuk diberikan kepada teman-teman nanti." jelas Zack.
Mendengar ucapan Zack, Bima tertawa lepas sambil memegang perutnya. Menertawakan Zack." Apa aku tidak salah dengar? kamu memesan tiga meja dan memesan menu makanan termahal. Lalu bagaimana kamu bisa membayarnya nanti? Ayolah Zack jangan bercanda." Saut Bima yang tak percaya dengan kata-kata Zack barusan.
"Baiklah tuan, saya akan menyiapkannya. Tapi tuan harus membayar uang mukanya sebagai tanda jadi sebesar tiga juta," ucap sang manager dengan ramah.
Tanpa ragu Zack mengeluarkan uang yang ada di ranselnya dan memberikan uang sebesar tiga juta sebagai uang muka. "Tolong siapkan tempat sesuai yang saya inginkan sekaligus paket makanan yang saya pilih dan jangan sampai mengecewakan," ucap Zack sebagai pelanggan.
"Tenang saja tuan, saya akan memerintahkan para karyawan untuk mengurus semuanya dengan baik. Karena sudah deal, kalau begitu saya permisi dulu " Manager itu pun pergi meninggalkan mereka.
Anisa tertegun sejenak, "Ternyata kamu sudah punya uang untuk makan enak dan mentraktir teman-temanmu. Kalau begitu aku tidak akan membantumu lagi untuk mengajukan subsidi apapun untuk melunasi biaya sekolah. Bahkan kamu juga tidak akan mendapatkan menerima uang untuk biaya semester tahun ini," ucap Anisa dengan tegas.
"Terima kasih Anisa, kamu sudah mengkuatirkan aku. Tapi sayangnya aku sudah membayar biaya kuliah dengan uangku sendiri," jawab Zack.
__ADS_1
Zack tak tau lagi bagaimana menghadapi gadis satu ini. Dia memang cantik dan juga populer, tapi sayangnya dia sangat sombong dan hanya menganggap yang kaya sebagai temannya sedangkan yang miskin anggap hanya sebagai kotoran.
Dibanding dengan Anisa, Zack lebih tertarik dengan Sisil yang ia temui di Aula. Dia cantik dan pendiam. lirik kan matanya mampu membuat jantungnya berdegup kencang.Namun sayangnya dia tidak ada disini.
Anisa tercengang mendengar apa yang dikatakan Zack." Apa yang kamu katakan? kamu sudah membayar uang semester dan kamu juga sudah membayar uang muka untuk memesan tempat di restoran ini. Apakah sebenarnya kamu itu orang kaya?" tanya Anisa dengan penasaran.
"Aku hanya menang lotre." Jawab Zack, dia tak tau lagi bagaimana menjelaskannya dan dengan terpaksa Zack melanjutkan kebohongannya agar Anisa tidak terus menerus mencecarnya dengan pertanyaan.
"Kamu memang lotre? Berapa banyak uang yang kamu dapatkan?" tanya Anisa dengan buru-buru. Anisa yakin Zack memiliki buang lebih. Jika tidak mana mungkin dia berani mentraktir teman-temannya makan malam di restoran mewah ini.
"Tidak terlalu banyak, tapi cukup." Jawab singkat Zack dan segera berbalik dan pergi.
****
"Apa kamu sudah memesan restoran? Aku rasa restoran yang kamu pilih pasti restoran kecil" tanya Rio sekaligus mengejeknya.
"Sudah, Eemmm karena ini pertama kalinya aku mentraktir kalian semuanya, aku sudah memesan tempat di restoran King Kitchen." Jawab Zack.
"Apa? King Kitchen?" Semua teman-temannya terkejut dengan tempat yang disebutkan Zack. Pasalnya tempat tersebut merupakan restoran mewah ke tiga di Garang Cormmecial Street.
Nabila menghampiri Zack saat mendengar restoran yang di pesan Zack. " Zack apa kamu baru mengatakan King Kitchen?"
"Iya, Itu tempat yang sudah aku pesan untuk makan malam. Apa ada masalah?" tanya balik Zack.
" Apa kamu sudah gila Zack? itu restoran mahal dan kamu ingin menghabiskan uang mu hanya untuk mentraktir makan malam. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang ada di otakmu," ucap Nabila dengan kesal.
__ADS_1
Zack menanggapinya dengan senyuman dan menganggap dirinya sedang bermurah hati
"Oya Zack, bolehkah kami mengajak pacar untuk datang makan malam?" tanya Rio.
Dengan tidak berdaya, Zack pun hanya bisa menyetujuinya." Tentu saja, kalian boleh datang bersama pacar kalian."
Nabila yang begitu kesal dengan sikap Zack, berfikir untuk membawa Rangga datang bersamanya dan akan memesan berbagai macam menu termahal disana selain itu Nabila juga akan memesan beberapa botol anggur. Selain itu Nabila juga berfikir jika Rio juga memiliki rencana yang sama dengannya.
****
Malam pun tiba-tiba teman-teman Zack pun mulai berdatangan. Zack dan Alex datang menggunakan taksi dan semua di luar rencana, kerena yang datang lebih banyak dari yang diperkirakan bahkan Ms Casandra pun ikut datang.
Saat semua masih menunggu di lobi, sang Manager restoran dengan tergesa-gesa menghampiri Zack.
"Maaf tuan Zack, saya rasa tempat yang anda pesan tak akan cukup untuk menampung semua teman-teman anda. Kalau boleh saya sarankan lebih baik tuan menambah meja lagi agar bisa menampung semuanya dengan kata lain," ucap sang manager memberi saran.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menambah meja lagi." jawab Zack sambil menghela nafas. Untuk pertama kalian Zack akan menghabiskan banyak uang untuk teman-temannya setelah dirinya menjadi orang kaya generasi kedua.
"Tunggu dulu Zack, jika kamu menambah meja, apa tidak sekalian kamu memesan tempat di ruang vip? Di sini ada Ms Casandra juga ada perwakilan kelas dari kelas lain. Tidak kah kamu menghargai mereka yang datang?" Ucap Dimas sengaja menjebak Zack.
"Kalau kamu enggan menambah tempat yang lebih mahal, aku bisa membayarkan ruang VIP tambahan untuk taman-taman perwakilan.
" Baiklah, kalau begitu aku setuju dengan saranmu. Kita akan berbagi untuk membayar ruang VIP tambahan jawab Zack...
To be continued ☺️☺️☺️
__ADS_1