Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 44. Keadaan Berbalik


__ADS_3

Semua orang menatap Marvin dengan takjub, terutama Anisa yang menatap Marvin dengan kagum.


Mata Putri juga berbinar kali ini. Jika yang dikatakan Marvin benar, akankah dia memiliki kesempatan untuk mengendarai Lamborghini dan membuat orang kagum.


Para pria terlihat cemburu dengan Marvin kali ini.


"Marvin, apakah yang kamu katakan benar? ataukah kamu menggunakan trik yang sama untuk mengelabuhi selebritis kecil untuk berkencan denganmu? Apakah kamu membual lagi sekarang?" Bima tidak bisa mempercayai telinganya kali ini. Bagaimanapun dia tau latar belakang Marvin dan mungkin Marvin hanya di anggap generasi keluarga kaya menengah. Bagaimana mungkin dia bisa mengenal seseorang yang jauh lebih kaya dan kuat? Selain itu Marvin punya kebiasaan buruk, yaitu menyombongkan diri dengan membual.


"Bagaimana mungkin maksudmu? Aku tidak membual tentang Lamborgini Aventador! Kamu harus tau kalau itu benar." Saut Marvin dengan senyum masam diwajahnya.


"Marvin, aku percaya kamu." Saut Anisa sambil tersenyum menawan pada Marvin.


Anisa yang ikut serta mengambil foto Lamborghini yang terparkir dan tida berulang kali memandanginya , berharap bisa walau hanya sekali untuk bisa duduk dan mengendarainya. Anisa merasa satu-satunya kesempatan untuk bisa mewujudkan yaitu melalui Marvin.


Zack tersenyum pahit di wajahnya. Kunci mobil Lamborghini Aventador saat ini berada di sakunya. Akibatnya dia menjadi saudara baik orang lain. Hal ini membuat Zack tidak suka, sejujurnya Zack merasa risih dengan dua wanita yang di bawa Marvin bersamanya, yang mengira Marvin adalah pemilik mobil Lamborghini itu dan berfikir Anisa juga akan terjebak dengan bualan Marvin.


Hal tersebut membuat Zack tidak malu untuk bertanya pada dirinya sendiri, yang memiliki segalanya tapi di pandang rendah, membuat dirinya merasa kalah dengan pembual itu.


Tiba-tiba bola kertas kecil melayang dan mengenai dirinya. Saat Zack memperhatikan ternyata itu dari Anisa.

__ADS_1


"Hei, kenapa kamu menguping pembicaraan kita? mengapa? Apakah kamu bermimpi untuk duduk dan mengendarai Lamborghini? Jangan mimpi!" Anisa berbicara dengan Zack sambil melotot.


Lagi-lagi Zack hanya bisa melihat tanpa daya dan mendengarkan penghinaan dari mereka. Tapi untungnya pelayan segera tiba dan para pelayan segera menyajikan hidangan yang sudah di pesan, termasuk kentang goreng dan juga mie kuah.


Semua mengagumi hidangan yang di pesan Bima. Sementara mengabaikan Zack yang duduk di meja kecil yang sedang sibuk menikmati mie kuah dan kentang goreng, karena dia sangat lapar hari ini.


Tak lama pintu terbuka lagi, nampak deretan pelayan berdiri di luar ruangan, setelah itu mereka masuk sambil membawa dua belas hidangan spesial King Kitchen dalam porsi kecil. Karena tidak memungkinkan jika semua dalam porsi normal, karena kondisi meja Zack yang kecil.


"Ini semua hidangan pesanan kita sudah sampai. Itu hidangan spesial juga untuk kami?" tanya Bima yang kaget saat melihat para pelayan membawa hidangan spesial masuk.


"Halo pak, maaf, tapi hidangan itu bukan untuk anda. Tapi hidangan ini untuk tuan Albert." jelas Pelayan.


" Tunggu sebentar. Biar aku jelaskan dulu. Aku hanya akan membayar tagihan untuk makanan yang aku pesan di meja ini saja. Jika Zack memesan hidangan itu, aku mengklarifikasi bahwa aku tidak akan membayar tagihannya." Bima benar-benar terkejut jika dia harus membayar semua tagihannya dan tentunya uangnya tidak akan cukup untuk membayar tagihan makan malam ini, itu juga alasan Bima hanya memesan dua hidangan spesial.


"Ha... ha... Tolong jangan salah paham. Kami memberikan hidangan ini pada tuan Albert secara gratis, atas makanan yang dia pesan." Saut pelayan.


Segera saja, kepala pelayan itu meminta pelayan lainnya meletakkan hidangan spesial tersebut di meja Zack, hingga mejanya dipenuhi hidangan spesial.


"Dia hanya memesan kentang goreng dan mie kuah dan kalian memberikan hidangan spesial secara gratis?!" Anisa bertanya saat dia berdiri karena kaget. Sebenarnya dia juga ingin mencicipi semua menu spesial king Kitchen, tapi hidangan itu sangat mahal dan setiap datang hanya mampu memesan dua hidangan spesial, entah harus berapa kali dirinya harus datang agar bisa mencobanya semuanya.

__ADS_1


Namun Zack hanya memesan mie kuah dan dia mendapatkan dua belas menu spesial secara gratis, saat ini Anisa, Putri dan yang lain menatap Zack dengan rasa tidak percaya.


Sejujurnya Zack juga tidak mengira, kalau Amanda memahami situasinya, selain itu dia juga tidak mungkin bisa menghabiskan semua menu itu sendirian.


Zack menatap Sisil sambil tersenyum," Sisil, apakah kamu mau datang kesini dan makan bersamaku?"


Sisil sama sekali tidak canggung ataupun malu, dia segera mengangguk dan pindah duduk bersama Zack, selain itu Sisil juga merasa Zack di selimuti misteri, yang membuat semua orang menghormatinya.


Ekspresi wajah Bima berubah jelek saat ini. Saat melihat gadis yang dia sukai kini malah duduk bersama Zack.


"Ah, jika kami memesan mie kuah dan kentang goreng, apakah kami juga akan mendapatkan hidangan spesial? Apakah restoran ini sedang mengadakan promosi?" tanya Putri. Dia ingin sekali mencicipi hidangan spesial namun dia terlalu malu untuk mengakuinya.


"Ya, ya, aku pikir restoran ini sedang mengadakan promosi Khusus sepertinya." Timpal Bima yang tidak terlalu yakin.


"Bolehkah aku mengajukan pertanyaan?" tanya Bima pada pelayan. Jika kamu memesan mie kuah dan kentang goreng, apakah kami juga akan mendapatkan hidangan gratis?


Pelayan memandang Bima dengan jijik. " Apakah anda sudah gila? menanyakan hal seperti ini pada kami? Apakah hanya dengan mie kuah dan kentang goreng kami akan memberikan makanan gratis? tentu saja tidak. Jika kamu berfikir seperti itu, artinya otak mu sedang tidak beres." Saut pelayan sambil menggelengkan kepalanya dan segera pergi.


To Be continued ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2