Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 28. Tuan muda Albert


__ADS_3

Rani terkejut dengan keberadaan Zack yang seperti gembel di pojokan.


"Apa kamu mengenalnya Ran?" tanya salah satu teman wanitanya.


"Dia... dia adalah laki-laki yang aku ceritakan pada kalian. Bagaimana dia ada di sini juga? Tidak mungkin dia tuan muda dari Garang Cormmecial Street dengan penampilan seperti itu. Aku rasa dia itu memang penyusup." saut Rani.


Untuk balas dendam Rani pun mengajak teman-teman wanitanya untuk memberi pelajaran Zack. Mereka bergerombol mendekati Zack yang masih sibuk dengan makanannya. Zack langsung mendongak saat Melihat para wanita mengerumuni dirinya.


Zack ingin bangkit berdiri, namun Rani langsung menamparnya dan di lanjutkan beberapa teman wanita Rani menjambak, menampar bahkan menarik baju, tanpa Zack bisa melawannya.


"Cukup. Kenapa kalian menyerang ku? Apa salahku pada kalian?" tanya Zack sambil berusaha melindunginya dirinya."


"Dasar penyusup. Sudah tau salah masih bertanya, kamu sudah berani mengintip ku dan kamu harus mendapatkan pelajaran dariku." Jelas Rani lalu menampar Zack lagi di ikuti beberapa temannya yang lagi-lagi memukuli Zack dengan begitu agresif tanpa bisa melawan mereka. Zack hanya bisa menutupi kepalanya saat tubuhnya di dorong hingga tersungkur dan masih terus di hajarnya.


"Berhenti!"


Perintah seorang pria paruh saat mengetahui ada keributan. Laki-laki memiliki aura dingin itu, mendekati dan membuat mereka langsung berhenti dan menunduk. Dia adalah Mahardi, Ayah kandung Rani yang juga hadir di pesta.


"Rani apa yang kamu lakukan? Membuat keributan di tengah pesta." Tegur Mahardi.


"Ayah, aku ingin membunuh laki-laki ini. Dia sudah berani mengintip ku di dalam lift. Dan dia juga berani menyelinap di pesta ini." Jelas Rani.


"Apa yang terjadi denganmu anak muda? Kenapa kamu bisa sampai di tempat ini?" tanya Mahardi yang tidak mengenali Zack sebagai tuan muda, karena penampilannya yang sungguh berantakan dan beberapa memar di wajahnya dan saat ini sedang tengkurap di lantai.


"Aku..."


Belum selesai Zack menjawab, kaki Rani sudah bertindak lebih dulu. untung saja Zack bisa segera menangkisnya, kalau tidak akan menjadi fatal.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Paman Lukman datang bersama rombongannya. Semua yang ada di dalam pesta datang menyambutnya. Keributan kecil itu menarik perhatian Paman Lukman, namun ia tak begitu menghiraukannya. Saat ini yang dia pikirkan adalah tuan muda Albert yang belum terlihat jauh.


"Tuan Lukman, dimana tuan muda Albert? apakah dia akan segera datang?" tanya Mahardi.


"Aku rasa, Aku sudah berusaha menghubunginya, namun sepertinya ponselnya di matikan." Jawab Paman Lukman dengan cemas.


"Apakah tuan Albert, memutuskan untuk tidak jadi datang?" Mahardi nampak kecewa, karena ini adalah kesempatan baginya untuk bisa bertemu langsung dengan tuan muda generasi ke dua pemilik Garang Cormmecial Street.


"Jangan kuatir tuan Mahardi, tuan muda Albert sudah mengatakan akan datang. Pasti dia akan datang. Aku akan meminta asisten ku untuk menghubungi tuan muda kembali dan berharap dia segera sampai." Jawab Lukman dan langsung memerintahkan asistennya untuk menghubungi Zack lagi.


Di tengah kebingungan Lukman. Rani pun angkat bicara, "Paman, seharusnya malam ini adalah hari penyambutan untuk tuan muda Albert, tapi kenapa ada penyusup masuk dan mengacaukan suasana," ucap Rani mengadu.


"Benarkah? Lalu apa yang ingin kamu lakukan dengan pria itu?" tanya Lukman yang menyayangi keponakannya itu.


"Aku ingin pria itu ditangani oleh Tio, agar dia dipukuli untuk untuk pelajaran." Jawab Rani.


"Tidak perlu mencari ku paman, aku ada disini." Saut Zack yang maja tengkurap dan meletakkan Pipinya di lantai.


Lukman segera menoleh ke arah sumber suara dan melihat pria yang masih tengkurap dan berantakan. Tubuhnya langsung gemetar, tak percaya kalau tuan mudanya di sambut dengan kekerasan.


"Hai bajingan, masih berani kamu mengaku-ngaku sebagai tuan Albert. Apa kamu ingin mati saat ini juga?" Saut Rini kesal.


Zack bangkit berdiri dan menatap semua orang yang ada di sekitar. Seharusnya malam ini dia di sambut dengan pesta, tapi malah dirinya di sambut dengan pukulan yang sampai membuat wajahnya lebam.


Menyadari pria yang di hajar putrinya adalah tuan muda Albert, Mahardi segera membungkuk memberi hormat dan meminta maaf. Mahardi, merasa hidupnya akan berakhir akibat perbuatan arogan uang dilakukan putrinya.


Yang lain pun menyusul dan membungkuk untuk memberi hormat kepada Zack. Tapi Rani dan beberapa teman wanitanya masih bingung dengan apa yang dilakukan semua orang yang tiba-tiba memberi hormat pada laki-laki yang baru saja di hajar.

__ADS_1


Setelah mengetahui jika Zack adalah tuan muda yang mereka tunggu. Rani pun merasa malu karena sudah memfitnah Zack dengan kejam.


"Tuan Muda Albert, saya minta maaf atas semua perbuat yang dilakukan putri saya. Silahkan tuan menghukum Rani sesuka hati tuan. Saya tidak akan mencegahnya,"ucap Mahardi dan terus membungkuk sampai Zack memaafkannya.


Zack ingin memaafkan mereka, Namun langsung di sela oleh Paman Lukman.


"Tuan muda, anda harus memberi hukuman pada mereka. Jika tidak Tuan Bara akan memberi hukuman lebih berat lagi kepada mereka. Sekarang lebih baik tuan pikirkan hukuman apa yang pantas untuk mereka."


Zack berfikir sejenak dan sedikit memberi mereka pelajaran yang tidak akan terlupakan mungkin itu cara terbaik, agar di kemudian hari mereka tidak semena-mena dengan dirinya lagi. Selain itu jika dirinya tidak memberikan hukuman, mungkin dikemudian hari mereka tidak akan takut dapatnya.


"Paman, Aku sudah memikirkan satu hukuman untuk mereka. Tolong siapkan satu kamar dan perintahkan mereka untuk masuk ke kamar itu." Perintah Zack, membuat para gadis itu tercengang dan tidak menyangka kalau Zack akan melakukan itu.


Mahardi dan beberapa ayah dari para gadis itu tidak ada yang marah, justru merasa senang. Kerena jika putri mereka mampu membuat Zack menyukainya. itu akan menjadi keuntungan besar bagi mereka.


Mahardi menghampiri putrinya dan berbisik sesuatu pada putrinya. Rani hanya bisa mengangguk dan tersenyum pahit, mengiyakan perintah ayahnya.


Setelah membawa kelima gadis itu kedalam sebuah kamar. Zack hanya berdiri di depan mereka, memperhatikan setiap gadis yang sudah memukul dirinya. Mereka merasa malu dan juga marah saat ini.


"Tuan Albert, apa yang ingin tuan lakukan pada kami?" tanya salah satu dari mereka.


"Menurutmu apa yang ingin aku lakukan, kalau membawa kalian ke dalam kamar? Tentu saja memberi kalian pelajaran, karena sudah memukulku tanpa ampun. Masih pantaskah kalian bertanya?" jawab Zack.


Pada akhirnya, Zack pun memberi mereka tamparan cukup keras pada setiap gadis. Zack menganggap itu sebagai hukuman yang pantas, agar di kemudian hari mereka tidak berani melakukan itu lagi padanya.


Beberapa tamparan mendarat sempurna di setiap pipi para gadis itu. Mereka pun dibuat menangis oleh Zack. Namun Zack lebih lega. Zack bukanlah tipe pria seperti tuan muda lainnya. Dia tidak akan melakukan hal seperti itu dengan sembarangan.


Setelah mereka berhenti menangis, Zack meminta mereka untuk keluar dan kembali ke Aula. Saat Zack dan kelima gadis itu kembali, membuat semua orang tercengang dan berfikir Zack sudah menikmati tubuh para gadis itu, membuat para ayah bersemangat untuk mendukung putrinya mengambil hati Zack.

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2