
"Ha... Ha... Uang? Zack, apa menurutmu uang bisa menyelesaikan segalanya? Aku akan beritahu kamu sesuatu. Sekarang aku benci uang. Aku tidak menginginkan kan apapun selain hidupmu sekarang."
"Zack, saat aku mengobrol dengan pacarmu tadi, aku baru sadar kalau pacarmu sama sekali tidak tahu tentang identitas mu yang sebenarnya."
Zack melihat Fadli sudah seperti orang gila. Dulu Fadli sangat kaya, sombong, dan suka mendominasi dan selalu menginjak-injak orang lain. Namun sekarang saat tidak memiliki uang mampu memicunya melakukan tindakan nekat.
"Sisil, biarkan aku memberimu sesuatu hari ini. Orang yang berdiri di depanmu ini bukanlah orang biasa. Dia adalah orang terkaya di Garang City. Dia bahkan bisa di anggap orang terkaya nomor satu di negara ini. Seluruh Garang Commercial Street adalah miliknya, Zack." jelas Fadli sambil main-main.
Mata Sisil terbelalak dan bingung segitu mendengar perkataan Fadli. Dia sudah membuat tebakannya sendiri, tapi tidak berharap itu benar.
"Fadli, aku benar-benar menasehati mu untuk melepaskan Sisil sekarang. Jika kamu melepaskannya, aku akan menawarkan sejumlah uang. Jika kamu tidak melepaskannya maka kamu akan menyesal." Ancam Zack.
"Menyesal?! Ha..ha..ha...Zack, aku dulu berpikir bahwa aku bisa melakukan apapun selama aku punya uang, tapi sekarang, aku akan menunjukkan kepada mu bahwa uang bukan segalanya. Tidak mungkin bagiku untuk melepaskannya hari ini. Aku akan membiarkan kamu melihat dia mati di depan matamu."
Setelah selesai bicara, Fadli lepas kendali. Dia meraih Sisil dan berusaha membuangnya dari atas gedung.
__ADS_1
Angin tiba-tiba begitu kencang, menyapu sekeliling area gedung dengan baling-baling.
Puluhan helikopter mengelilingi gedung yang muncul tiba-tiba. Mata Fadli terbelalak saat dia melihatnya, begitu juga dengan dengan Zack yang terkejut.
Beberapa helikopter mengeluarkan jaring besar secara bersamaan, untuk berjaga-jaga jika ada yang melompat dari atas gedung.
"Zack! Kamu...!"Fadli sangat marah.
Awalnya Fadli ingin menggunakan Sisil untuk menunjukkan pada Zack bahwa uang bukan segalanya. Tapi diluar dugaan Zack benar-benar mengendalikan semuanya.
Zack pun kaget, dia tidak menyangka pesan singkat yang dikirim Lukman ternyata sangat berguna.
'Tuan Zack, jangan gegabah. Anda hanya perlu mengulur waktu selama tiga puluh menit. Semua akan baik-baik saja.'
Lukman selalu menjadi orang yang Pandai dan juga hebat. Tidak ada alasan bagi Zack untuk tidak mempercayainya.
__ADS_1
Sudah Empat puluh menit berlalu, dia tidak berharap Lukman mengirim puluhan helikopter hanya untuk membantunya.
"Ahhh." Fadli terduduk lemas dan tubuhnya bergetar hebat tak terkendali. Dia hanya bisa menatap zack dengan ekspresi ketidakpuasan.
Pada saat itu salah satu helikopter mendarat dan Lukman melompat keluar dari helikopter itu.
"Tuan Albert, kamu pasti ketakutan." Seru Lukman.
Zack lebih dulu membebaskan Sisil, kemudian dia baru mendekati Lukman.
"Paman Lukman, apa paman yang memobilisasi ini semua?"
"Ya, aku menggunakan kekuatan sumber daya khusus keluarga. Aku takut terjadi sesuatu pada tuan atau hal yang lebih buruk lagi. Tuan karena itu, saya berfikir ini adalah waktunya anda mengetahui tentang potensi dan kekuatan sejati Keluarga anda. Anggap saja ini adalah pengabdian terakhir ku untuk anda." Jawab Lukman dengan tersenyum.
To be continued 👍👍👍
__ADS_1