Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 37.Menghabiskan Saldo kartu belanja


__ADS_3

Vera tak menanyakan pertanyaan terlalu rinci. Dari beberapa kata Vera sudah bisa menyimpulkan kalau sebenarnya bukan malik yang menyelesaikan masalah.


Pada saat bersamaan, penjaga keamanan menerima panggilan dengan ekspresi terkejut dan dia pun langsung membungkuk sesuai perintah.


" Nona-nona, saya benar-benar minta maaf. Saya sudah melakukan kesalahan. Semua anggur yang kalian konsumsi semuanya gratis. Kalian bisa pergi dengan tenang sekarang," ucap penjaga tersebut membuat para gadis tersebut merasa terkejut.


Mereka merasa, adegan kali ini sama persis dengan sebelumnya.


" Siapa yang sudah meminta bantuan? Siapa yang memiliki kekuatan seperti ini? tanya Risa dengan penuh kebingungan.


" Sepertinya kita harus kembali ke asrama terlebih dulu, baru kita bicarakan ini semuanya." Ajak Risa dan saat melihat ke arah Vera yang terlihat Selasa kekuatiran


Saat mereka hendak pulang, mereka baru sadar Zack tidak ada.


" Dimana Zack? tanya Risa


" Iya, ya! dimana Zack?Sial! padahal dia beberapa saat yang lalu berdiri di belakang ku. Aku yakin dia pasti kabur, karena takut jika harus ikut membayar. Sama yang terjadi beberapa waktu yang lalu, dia mencari alasan untuk pergi dan kembali setelah semuanya selesai." Jesika nampak muak dengan sikap Zack.


" Tidak. Zack bukan orang seperti itu!" Risa berusaha membela Zack, sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Zack.


Tak lama kemudian, seperti tebakan Jesika. Zack kembali menemui mereka bersamaan dengan memasukkan ponselnya disaku.


"Apa semuanya sudah beres? Kalau sudah beres, ayo kita pulang. Aku sudah memesan tiga taksi dan semuanya sudah menunggu!"


ucap Zack.


Seketika ekspresi Vera berubah, merasakan ada sesuatu yang berbeda, dan seakan Zack sudah mengetahui semuanya tanpa keberadaannya.


"Apakah ini sebuah kebetulan? Atau sebenarnya orang dibalik yang meminta bantuan itu adalah Zack? Tidak. Bagaimana ini mungkin?!" gumam Vera.


" Tunggu Zack. Beritahu kami yang sebenarnya tentang kebenaran sekarang!" Vera menghampiri Zack dan menatapnya penuh penekanan agar Zack mau mengatakan sesuatu.


"Kebenaran apa maksudmu?"tanya balik Zack.


" Aku ingin bertanya, Apakah kamu adalah orang di balik panggilan telepon dan meminta bantuan untuk melepaskan kami. Apakah itu benar-benar kamu?"tanya Vera dengan gugup.


Vera merasa semuanya ada keterikatan, dari tas Burberry, undangan makan malam, bahkan sikap penjaga keamanan saat di KVT, semua kecurigaan tertuju pada Zack.

__ADS_1


Vera merasa ketakutan, jika membenci orang yang salah, yang ternyata kaya dan memiliki kekuasaan selama ini.


"Apakah itu benar kamu?" tanya Vera berulang.


" Jika kamu berharap itu aku. Maka itu aku. Jika kamu berharap itu bukan aku, itu artinya bukan aku." Jawab Zack acuh tak acuh dan segera menaiki salah satu taksi.


Maya, Jesika, Risa, dan yang lain secara kebetulan mendengar percakapan itu. Mereka nampak terkejut.


"Astaga, mungkinkah benar Zack?"Vera hanya bisa menangis dalam hati dan tak tau apa yang akan dia lakukan.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam taksi dan beranjak kembali ke asrama.


" Vera apa kamu baik-baik saja? Zack pria yang baik. Walaupun dia pria miskin tapi dia sangat baik. Jangan terlalu membencinya!" bujuk Risa tanpa daya.


Vera mengangkat kepalanya dan menatap Risa dan Maya.


"Apakah kalian ingat dengan yang aku katakan saat di pesta, kalau sebagian besar Garang Cormmecial Street di miliki oleh tuan muda. Bahkan aku memberitahumu kalau dia sangat rendah hati. Aku sudah berusaha mencari informasinya, tapi tidak ada satupun informasi tentangnya." Jelas Vera.


" Tentu saja aku ingat. kamu mengatakan nama belakang tuan muda itu adalah Albert dan semuanya memanggilnya dengan sebutan tuan Albert." Jawab Maya dan sepersekian detik, Maya membulatkan matanya dan paham apa yang di maksud Vera.


"Mungkinkah tuan muda Albert itu adalah Zack Han Albert?" ucap Maya membuat para gadis langsung pucat kalau benar-benar Zack adalah tuan muda itu.


Vera hanya mengangguk, namun dia berniat untuk menyelidikinya nanti.


*


*


*


Keesokan harinya, Zack berencana untuk mengikuti tes, namun sebuah pesan singkat masuk dan memberi peringatan kepada Zack mengenai kartu belanja yang sebentar lagi saldonya akan hangus jika tidak di belanjakan.


Zack baru ingat mengenai kartu belanja yang di berikan kakaknya itu. Dan baru sekali Zack menggunakannya saat membeli tas Burberry seharga dua setengah milyar dan saat ini di dalam kartu mas hitam ada saldo beberapa milyar dan akan hangus dalam beberapa hari ke depan.


Zack memutuskan untuk pergi ke Garang Automobile City dan ingin membeli salah satu mobil impiannya dengan saldo yang dia miliki.


Setelah berkeliling, dan mencari mobil mewah untuk menghabiskan saldo yang ada di kartu belanjanya, Akhirnya Zack menemukan Showroom mobil Lamborghini dan saat ini mobil sport terbaru Lamborghini Aventador dengan edisi terbatas dan tepat sekali saat Zack sedang mencari mobil mahal, Lamborghini tersebut sesuai saldo yang dia miliki dan dia pun bisa membawa pulang mobil tersebut saat itu juga.

__ADS_1


Zack terlalu senang dengan mobil Lamborghini yang sebentar lagi akan jadi miliknya. Zack mengabaikan pramuniaga yang menatapnya dengan tatapan tak suka karena Zack masuk kedalam mobil tersebut dan pramuniaga itu yakin Zack tidak bisa membelinya.


Sepasang suami istri dengan pakaian mewah datang ke showroom untuk melihat-lihat mobil.


"Sayang, bukankah ini mobil Lamborghini Aventador edisi khusus itu ya? Tidak bisakah kita mencoba sebentar sambil lihat keunggulan Lamborghini ini." Ucap Pelanggan wanita itu pada suaminya.


"Bukankah kamu datang kemari untuk melihat salah satu mobil? Kalau untuk Aventador kita tidak akan mampu membelinya, karena itu sangat mahal." jawab sang suami, namun jawabannya membuat istrinya cemberut.


Sang suami hanya bisa menghela nafas. " Baiklah, kita hanya mencobanya, tapi tidak untuk membelinya," ucap sang suami dan membuat wanita itu langsung sumringah.


"Selamat datang tuan. Perkenalkan saya Sari, ada yang bisa saya bantu?" tanya sari dengan hormat kepada pasangan yang di anggapnya orang kaya.


"Oh, saya datang kemari rencana mau test driver Lamborghini Gallardo, tapi istri saya menginginkan untuk test driver Lamborghini Aventador saja. Saya akan membayar depositnya." Jelasnya.


"Tentu saja tuan, anda bisa test driver Aventador ini. Masalah biayanya bisa di urus."


"Tapi sepertinya ada pelanggan yang berada di dalam mobil itu." ucap sang wanita.


"Oh, itu bukan pelanggan, hanya orang gila saja. Jangan kuatir saya akan menyeretnya keluar."


Sari menghampiri mobil Aventador dan membuka pintunya. "Permisi tuan, jika anda tidak membeli mobil ini. Lebih baik anda segera keluar." Usir Sari dengan ekspresi dingin.


Pengusiran yang dilakukan Sari membuat Zack kecewa.


"Aku tidak mengatakan kepadamu kalau aku tidak akan membeli mobil ini, tapi aku hanya ingin melihat detailnya dulu sebelum aku memutuskan." Jawab Zack.


Pasangan itu melihat secara langsung orang yang masuk dalam Egoista tersebut dan langsung melontarkan kata-kata merendahkan.


Melihat Zack tak kunjung keluar membuat Sari marah dan mengulangi perintahnya. "Cepat keluar!" Bentak Sari.


Zack membenturkan kepalanya di mobil dan belum ingin keluar.


"Jika anda tidak ingin keluar, Saya akan memanggil petugas keamanan untuk menyeret anda." teriak Sari dan dengan terpaksa Zack pun keluar dengan memegangi kepalanya yang terbentur interior mobil. Membuat pasangan yang melihatnya merasa senang dengan pengusiran Zack.


To be continued ☺️☺️☺️


Sambil nunggu update selanjutnya, yuk mampir di karya baruku. Jangan lupa tinggalkan jejak juga bila suka☺️

__ADS_1



__ADS_2