Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 66. Memotong diatas kap mobil


__ADS_3

"Ah, Monica, apa dia asisten yang sudah kamu siapkan?" tanya salah satu dari ketiga wanita flower. Mereka terkejut dengan penampilan Zack saat ini.


"Iya, aku tidak punya cukup waktu untuk mencari asisten, jadi aku menyeret salah satu teman kampus untuk menjadi asistenku." Wajah Monica merah, menahan rasa malu.


"Hehehe, Sepertinya dia lebih cocok membawa barang kita dan mengikuti kita kemana-mana, biar asisten ku yang merekam live streaming kita," ucap salah satu dari mereka.


"Oke, baiklah. Zack, berikan ponsel ku pada Firman dan kamu bisa membawa barang kami dan mengikuti kami dari kejauhan." Monica bicara dengan tergesa-gesa.


Zack tidak bisa menahan amarah dalam hatinya. Tujuan dia ikut serta semata-mata hanya untuk membantu Monica.


Dia ingin pergi, namun saat dipikirkan ulang Zack mengurungkan niatnya untuk pergi dan memutuskan untuk mengikuti mereka dengan santai.


live streaming pun di mulai dan masing-masing menyapa penggemarnya dengan ceria


" Firman, bantu aku mengarahkan kamera ke Lamborghini itu." perintah gadis flower dengan penuh semangat.


Tak hanya itu saja, Monica pun mengambil kesempatan untuk berdiri di samping Lamborghini.


Mereka semua bicara dan sambil tertawa.

__ADS_1


Zack memperhatikan mereka dari kejauhan hingga membuatnya hampir bosan. Zack mengeluarkan ponselnya dan masuk dalam live streaming Monica dan melihat kolom komentar yang begitu ramai.


Live streaming keempat gadis tersebut begitu heboh. Saat ini semua penonton tidak ada yang fokus pada kecantikan mereka, mereka lebih fokus melihat mobil Lamborghini Aventador yang tengah terparkir itu.


Monica dan yang lain berjuang meminta hadiah sambil memenuhi permintaan mereka untuk merekam Lamborghini dari jauh maupun dekat.


Satu jam berlalu begitu saja, mereka hanya melakukan siaran langsung di sekitaran Lamborghini. Masing-masing mereka berhasil menarik banyak pengikut dan juga banyak hadiah.


Setelah bicara cukup lama, mereka pun istirahat sebelum melanjutkan live mereka nanti.


"Sera, apa kamu membawa air?"


"Aku tidak membawa apa-apa. Mengapa kita tidak membelinya? tenggorokanku juga kering."


Ucap para gadis yang saat ini masing-masing merasakan kehausan.


"Zack, kenapa kamu tidak membelikan kami minuman dan juga semangka untuk kita sekarang? pergilah!" perintah Monica sambil menunjuk Zack.


Zack nampak frustasi dengan sikap mereka, tapi Zack tak punya pilihan, selain menurut dan pergi untuk membeli beberapa botol air mineral dan semangka besar tak lupa juga dia membeli pisau buah.

__ADS_1


Zack kembali dengan membawa satu kantong keresek besar, membuatnya lelah.


"Zack cepat potong semangkanya. Kenapa kamu membawa semangka itu utuh, kenapa kamu tidak minta di potongkan langsung dan membawa kembali sudah berpotong."


Zack tidak bisa menjawab, karena dia yang tidak tau kalau bisa di potong di tempat penjualnya. Zack bingung harus di potong di mana, karena tidak mungkin memotongnya di tanah.


Setelah di pikir-pikir Zack pun memutuskan menggunakan Kap mobil Lamborghini miliknya untuk di jadikan meja dan memotong semangka.


Zack melemparkan tas besar yang dia bawa langsung ke atas kap mobil. Setelah itu dia mengeluarkan semangkanya dan akan memotongnya menggunakan pisau buah.


Adegan tersebut dilihat Monica dan yang lain membuatnya sangat terkejut.


"Zack, apa kamu sudah gila?"


"Ah, singkirkan semua itu sekarang!"


Monica langsung pucat karena ketakutan, dan dia orang pertama yang menegur Zack. Dia benar-benar takut jika mobil Lamborghini itu tergores ataupun mengalami kerusakan, karena mereka sadar tidak akan mampu membayar ganti rugi.


"Apakah kamu datang kemari hanya untuk membuat masalah dengan sengaja?"

__ADS_1


"Kenapa kamu masih berdiri disana dengan linglung? Cepat turunkan semuanya dari sana dan cepat bersihkan!"


To be continued 🙂🙂🙂


__ADS_2