Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 56. Kembali bersama Amanda


__ADS_3

Zack berbalik dan memandang Nabila dengan acuh tak acuh.


"Nabila, tentu saja aku tidak melupakan hal-hal yang kamu katakan. Memang, karena kamu yang membuatku ada harapan dalam hidupku selama kurun waktu itu. Tahukah kamu? aku bersedia memberi segalanya saat itu. Tapi, kamu memutuskan aku. Jujur, aku masih sakit hati sampai sekarang. "


Nabila akhirnya tenang setelah mendengar kata-kata Zack, dan wajahnya menjadi sangat merah karena malu. Disaat ada laki-laki yang mencintainya dan rela mengorbankan segalanya untuknya, malah di tinggalkan hanya untuk mencari yang lebih kaya.


Sekarang, Zack adalah generasi kedua yang kaya. Membuat Nabila menyesali hal itu, yang membuatnya kehilangan orang yang paling penting. Kini Zack mengatakan bahwa ia tidak bisa kembali bersama dirinya lagi.


"Baiklah, aku mengerti." Mata Nabila merah menahan airmata dia pun mengepalkan tinjunya dan berkata lagi, " Zack, jangan lupa. Aku tidak akan membiarkanmu meremehkan aku selamanya. Aku akan membiarkan kamu melihat punggung ku suatu hari nanti. Aku akan membalas semua penghinaan yang kamu berikan padaku hari ini." Nabila menyeka air matanya dia merobek pakaian kerjanya dan melemparkannya, dan segera pergi.


Zack memandang punggung Nabila yang menjauh, dan merasa begitu kejam. Meski begitu dia berharap apa yang dia lakukan adalah yang terbaik.


Setelah itu, Zack menemui paman Lukman untuk melanjutkan pembahasan investasi dengan tuan Herry dan tuan Amstrong dalam proyek pembangunan sarana pendidikan, semua itu di lakukan atas perintah kakaknya. Dan dengan senang hati Zack menandatangi nya.


Kemudian mereka menikmati makanan yang di sajikan.

__ADS_1


"Tuan Albert, ini kartu namaku. Jika anda membutuhkan bantuan di masa mendatang jangan ragu untuk menghubungi saya."Tuan Herry menjabat tangan Zack sebelum pergi.


Setelah semuanya selesai, Zack bersiap pergi. Dia akan mengikuti ujian mengemudi selanjutnya besok, jadi dia harus kembali untuk berlatih.


"Tuan Albert." Panggil Amanda sambil berjalan menghampiri. Wajahnya masih terlihat merah karena bekas tamparan Nabila sebelumnya, agak memalukan untuk bertemu dengan Zack saat ini. Sedangkan Zack merasa kasihan padanya.


"Iya. Apakah kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Zack.


"Em, begini, saya tidak ada shift siang. Oleh kerena itu, saya akan pulang sekarang. Apakah tuan ingin saya menurunkan tuan di kampus, karena kita menuju arah yang sama?" tanya Amanda yang mencoba mendekati Zack. Selain memiliki rasa hormat terhadap zack, dia juga memiliki kekaguman tersendiri dengan sikap Zack.


Amanda sangat senang dan bergegas pergi ke mobil bersama Zack. Keduanya pun ngobrol sebentar di dalam mobil, sampai ponsel Amanda berdering. Dia mengambilnya, melihatnya, dan menutup telepon dengan tidak sabar. Segera telepon itu berdering lagi dan Amanda mengulangi hal yang sama.


"Jawab saja teleponnya. Apakah kamu takut aku mendengarnya?" Zack tersenyum.


"Tidak. Saya tidak punya rahasia untuk di sembunyikan dari tuan Zack. Aku ingin memuaskan mu tidak perduli apa yang ingin ada lihat dan dengar." Amanda mengucapkan kata-kata tersebut dengan lembut.

__ADS_1


Saat itu, telepon kembali berdering. Amanda tidak menutup teleponnya kali ini. Sebaliknya, dia menjawab panggilan itu. " Lim, apa kamu sudah gila? kenapa kamu terus menelpon ku? Aku sudah mengatakan bahwa aku meninggalkan kamu bukan karena kekayaanmu. Kita tidak mungkin bersama. Aku memiliki seseorang di hatiku. Sebaiknya kamu cari wanita lain saja! Kamu kaya, jadi akan banyak wanita yang bisa kamu dapatkan." Amanda langsung menutup telepon dengan keras setelah bicara.


Dia sengaja bicara dengan sangat keras. Pertama dia ingin memberitahu Zack bahwa dia di kejar oleh pria kaya. Kedua dia mencoba memberitahu Zack kalau dia masih lajang.


Sayangnya Zack tidak menanggapi hal itu. Tak lama mobil sampai di gerbang universitas Garda.


"Baiklah, ayo kita turun disini." Zack ingin turun di depan gerbang saja, jika dia masuk pasti akan dilihat banyak orang , dan itu membuat sangat tidak nyaman.


Namun, Amanda tetap diam saat ini. Dia mengerutkan kening dan memandang pria dan wanita yang berdiri di gerbang kampus sebelum dengan malu-malu berbisik.


"Tuan Zack, bisakah aku menurunkan anda lebih jauh, ataukah kita pergi jalan-jalan keluar sebentar! Tolong jangan turun disini!?"


"Hah, Kenapa?" tanya Zack yang bingung, lalu menyadari ekspresi Amanda dan berfikir ada yang tidak beres.


To be continued 🙂🙂🙂

__ADS_1


__ADS_2