Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 85


__ADS_3

Setelah para gadis bertanya pada pacarnya, sayangnya tidak ada satu dari mereka adalah taipan itu.


"Bima, Anisa, apakah kalian tahu tenang taipan yang berada di departemen Bahasa?"


"Aku baru mendengarnya sekarang. Kira-kira siapa dia?" tanya balik Anisa dengan cemas.


"Sangat sulit di tebak, tapi bisa mengambil petunjuk dari nama akunnya. Manusia Biasa, itu artinya dia tidak ingin menonjolkan identitasnya. Jika mobil tersebut bukan milik manusia biasa yang tidak ingin menunjukkan identitasnya, sudah pasti akan dikemudikannya kemana-mana untuk pamer. Petunjuk ini sudah bisa membuktikan jika mobil Lamborghini itu memang milik manusia biasa." jelas Bima menurut analisanya.


"Itu masuk akal, Bima. Siapa lagi yang bisa mencapai titik ini dari salah satu taipan Garang City." jawab yang lain.


"Entahlah, banyak banyak tuan muda dari Garang City yang tidak mempublikasikan kekayaan dan identitasnya."


Saat ini semuanya hanya bisa menerka-nerka, tapi yang mereka sudah tahu bahwa tuan muda itu berada di departemen Bahasa dan Sastra.


Casandra sendiri tidak bisa duduk dengan tenang, saat mengetahui jika akun Manusia Biasa itu berada di departemen yang dia awasi.


Zack yang berada tidak terlalu jauh dari Casandra mendengar percakapannya dengan Monica dan berbohong jika dia mengenalnya.

__ADS_1


Zack hanya bisa tersenyum sinis. Dia menjadi sadar jika segalanya bisa di dapatkan dengan uang, dan tanpa uang akan mendapatkan hinaan. Zack ingin sekali balas dendam pada dosennya itu.


Beberapa saat kemudian, Zack mendapat permintaan pertemanan dari akun Casandra. Zack yang penasaran apa yang ingin di lakukan Casandra, segera menerima permintaan pertemanan.


"Halo, manusia biasa. Aku dengar kamu berada di departemen kami. Aku dosen pembimbing di departemen Bahasa dan sastra. Apakah kamu pernah melihat ku sebelumnya?" tanya Casandra dalam chat pribadi.


"Iya, aku pernah melihatmu sebelumnya."


"Benarkah, kalau boleh tahu kamu semester berapa?"


"Tidak, tidak aku lupa jika kamu tidak bisa mengungkapkan diri dengan mudah. Kalau begitu aku hanya ingin bertanya, apakah kamu satu angkatan dengan Monica? Aku tidak pernah berfikir jika ada mahasiswa luar biasa di departemen saya."


"Aku tidak berbohong padamu, sebenarnya tidak ada mahasiswa yang berprestasi di departemen Bahasa dan sastra, selain itu tidak ada anak yang rendah diri seperti kamu. Namun di kelas ada beberapa mahasiswa miskin, dan ada satu yang sangat miskin."


Zack ingin memarahinya, karena dia tahu yang dimaksud Casandra adalah dirinya.


Pada saat Zack sedang berfikir keras, tiba-tiba dia mendapatkan sebuah tamparan, dan tak lain yang menampar itu adalah Casandra.

__ADS_1


Zack tak tak tau kapan dia datang, dan saat ini Casandra memelototi dirinya dengan marah dan berkata.


"Zack, apa yang kamu ingin aku katakan tentang mu sekarang? Kamu semakin tidak berguna dari hari ke hari. Aku meminta kamu untuk bersih-bersih, tapi kamu malah bermain ponsel. Apakah orang yang memenangkan lotere itu akan menjadi orang yang benar-benar kaya? mereka masih harus bekerja keras. Aku beri tahu, kamu tidak punya modal untuk dibandingkan dengan mereka. Tapi kamu bermimpi seperti mereka, taukah Zack dengan caramu seperti ini kamu selamanya hanya akan menjadi orang biasa."Setelah mendapatkan tamparan, dia juga mendapatkan teguran dan ucapan yang tidak ada ujungnya.


Sikapnya Casandra terhadap Zack jauh berbeda dengan sikapnya di sosial media, Bahkan di chat Casandra memperlakukannya dengan baik.


Zack tidak mengatakan apa-apa, setelah mendapatkan teguran dia segera membersikan semuanya dan setelah itu dia segera kembali ke asrama.


Di perjalan kembali ke asrama, Zack masih mendapatkan pesan dari Casandra.


"Manusia biasa, apakah menurutmu bener mahasiswa memang di takdirkan untuk menjadi orang biasa-biasa saja?" Di departemen kami, ada mahasiswa bernama Zack, aku tidak tahu apakah kamu mengenalnya atau tidak. Dia adalah tipe pria brengsek, menyedihkan, dan membuat orang jijik padanya bahkan pada pandangan pertama. Tapi sepertinya Dewa telah buta dengan membiarkan dia memenangkan lotere. Apakah kamu tahu betapa pamernya dia? Semua tindakan dan perilakunya hanya akan membuktikan jika dia tidak akan menjadi apa-apa. Juga bagiku lelah mengajar orang seperti dia. Bagaimana mungkin aku bisa memiliki mahasiswa seperti dia." Casandra mengirim pesan berturut menunjukkan ketidakpuasannya.


Membaca Pasan itu membuat Zack sangat marah.


"Casandra, Casandra. Tidak perduli apapun itu, aku tetap menjadi murid mu selama bertahun-tahun. Aku selalu melakukan apa yang kamu minta, tapi pada akhirnya, dalam hatimu, aku hanya mahasiswa yang membuatmu jijik." Gumam Zack.


"Dasar Bajingan!" Balas Zack secara langsung.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2