
Mars semakin meninggikan tangannya mengangkat surat perjanjian itu.
Karena semakin tinggi, tubuh Vio pun semakin maju dan menempel pada tubuh milik Mars. Vio tidak menyadari itu saking fokusnya untuk menangkap surat perjanjiannya. "Kasih ke aku suratnya" Ucap Vio yang masih berusaha untuk mengambilnya, hingga kakinya berjinjit.
Mars justru tersenyum menikmatinya. Ia memejamkan matanya saat dua gunung kembar Vio menempel pada tubuhnya. Sepetinya Vio tidak menggenakan br* karena terasa sangat kenyal sekali.
Vio masih berusaha dengan kakinya yang sekuat tenaga ia jinjitkan namun itu hanya sia-sia, bahkan tangan Mars pun masih sangat jauh dari jangkauannya.
Mars menjatuhkan kertas berisi surat perjanjian itu kelantai yang hampir masuk dengan kamar mandi.
Vio yang melihatnya pun segera bersiap berbalik untuk segera mengambil suratnya. Namun, lebih dulu pinggangnya dipeluk oleh kedua tangan Mars dan tanpa ada persetujuan, Mars langsung mencium bibir ranum milik Vio dengan rakus.
Vio langsung memberontak dalam kekungan serta pelukan kuat yang lagi-lagi Mars lakukan. "Mmmphh...!" Vio sekuat tenaga mendorong tubuh Mars yang sudah berani menciumnya kembali namun ini versi ciuman nyata.
Mars dengan tidak tau diri pun mulai mencium brutal bibir yang amat sangat menggoda itu. Entah kenapa sekarang hasratnya sangat besar jika sedang berada didekat Vio, ia bahkan sampai tidak bisa mengontrol nya. Apakah dia sudah mulai move-on pada cintanya?
Vio menggigit bibir milik Mars dengan kuat saat berusaha agar bibirnya itu terluka oleh gigitannya. Namun, hal itu justru tidak disia-siakan oleh Mars saat Vio membuka mulutnya untuk menggigit bibirnya. Ia justru lebih dulu lidahnya mulai memasuki rongga mulut Vio dan mengobrak-abrik isinya didalam. Sungguh, Mars seperti seorang yang sudah sangat pro melakukan hal seperti ini.
Ciuman itu semakin diperdalam oleh Mars hingga membuat Vio sulit untuk melakukan apapun. Pinggangnya sudah dipeluk sangat erat oleh Mars dan mulutnya juga sulit untuk berbicara.
__ADS_1
Vio akhirnya pasrah dengan semua yang mars lakukan, namun dia juga tidak membalas ciuman itu sama sekali. Dan, sesekali ciuman itu menimbulkan suara decapan yang cukup keras dikamar milik Vio.
Beberapa menit kemudian Vio memukul keras dada milik Mars saat nafasnya yang sudah sangat sulit dan sesak.
Mars yang tau pun segera melepaskannya "Kenapa tidak membalas ciumanku hmm.." Ucap Mars dengan sedikit serak. Ia sedikit kecewa saat ciumannya tidak dibalas sama sekali, walaupun Vio beberapa menit yang lalu tidak memberontak. Kemudian satu tangannya terangkat untuk menyingkirkan anak rambut yang berantakan dan sedikit basah itu.
Vio mengalihkan pandangannya kesamping. Rasanya sudah berapa kali dia bilang bahwa dirinya tidak mau disentuh oleh laki-laki didepannya, namun kenapa Mars tetap tidak memperdulikan ucapannya.
Karena hanya diam, Mars dengan wajah usilnya pun mencium leher putih milik Vio.
Vio terpekik kaget dan langsung mendorong kepala Mars yang lagi-lagi sudah berani menyentuhnya. "Mars, sudah aku bilang jangan menyentuhku!" Ucap Vio dengan bergemetar menahan tangisannya. Dia benci jika dipegang apalagi dicium oleh seseorang yang tidak dia cintai, dengan Arga saja dia tidak pernah melakukan hal se-intim ini.
"Tapi aku tidak mencintaimu. Cintaku hanya untuk Arga Mahasura" Ucap Vio yang akhirnya menangis juga. Dia menatap wajah Mars dengan mata yang sudah banjir dan merah. Jarak mereka sangat dekat bahkan tubuh mereka pun saling menempel sejak tadi akibat pelukan Mars.
"Kalau begitu aku akan menghilangkan rasa cintamu pada laki-laki itu. Aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku" Jawab Mars yang tidak main-main dengan menatap tajam Vio. Kini dia yakin, walaupun belum tau bahwa dia mencintai Vio atau tidak, tapi dia merasa direndahkan saja saat Vio masih mencintai pria lain, walaupun Mars tau disini dialah yang menjadi perebutnya.
Tapi kan dirinya suami sah nya kan? Jadi boleh saja jika Mars berusaha untuk membuat istrinya mencintainya. Dia juga akan belajar untuk mencintai Violet kok. Dulu dia sudah gagal dalam mengejar cintanya pada seorang perempuan sederhana, tapi sekarang dia tidak akan gagal lagi dalam mengejar cinta istri sah. Apa yang Mars sudah ucapkan dan sudah digenggam tidak mudah untuk Mars lepaskan, apalagi hanya karna istrinya yang mencintai pacarnya. Dia yakin, yang sah dan mahram akan menang dibanding yang bukan siapa-siapa dan bukan mahram.
Entah kenapa yang semula dia menangis sekarang Vio justru tertawa dengan ucapan yang dilontarkan oleh suaminya itu "Apa? Ppfttt....Hahahaha...Aku enggak salah denger? Kamu mau buat aku mencintaimu?"
__ADS_1
Mars mengerutkan keningnya. Kenapa Vio malah tertawa, apakah dia meremehkan ucapannya barusan?
"Apa kamu mengejekku dan meremehkan ku?" Tanya Mars kemudian.
"Ya iya lah. Yakin mau buat aku jatuh cinta?"
"Yakin"
"Ya terserah sii. Tapi perlu kamu inget ya Mars Angkasa, sampe kapanpun aku enggak akan suka dan cinta sama kamu! Cintaku cuman buat Arga Mahasura!" Kecam Vio yang memperingatkan Mars bahwa dia tidak mungkin bisa mendapatkan hati seorang Violet Clear.
"Aku yakin suatu saat kamu akan mencintaiku. Seberapa kuat kamu mencintai nya dan seberapa lama hubungan kalian, aku sangat yakin yang sah akan menjadi pemenangnya. Buktinya, apakah saat kamu bersama Arga kalian pernah melakukan se x?"
"Kamu kira aku wanita murahan!" Vio murka saat ditanya seperti itu. Dia pun memukul kembali dada milik Mars dengan sedikit kuat, dia amat sangat jengkel juga karena pelukan dipinggang nya belum juga dilepas.
Cup!
Mars pun menc ium kening milik Vio "Alhamdulillah, itu artinya aku yang pertama menikmatinya" Ucap Mars dengan bahagia. Ia kemudian melepaskan pelukannya dan berjalan menjauh dari Vio. "Eomma bilang makan malam sudah siap, jangan lupa b*a mu dipakai karena dibawah masih banyak sepupu mu yang laki-laki" Mars lalu menutup pintu kamar setelah dia keluar.
Vio masih mematung ditempatnya. Dia memikirkan ucapan Mars sebelumnya. Benar, Mars adalah laki-laki pertama yang mengambil ciu mannya, Mars juga adalah laki-laki pertama yang melihat tubuhnya tanpa busana bahkan sempat menikmati payu daranya.
__ADS_1
Sebenarnya dia pacaran dengan Arga sempat beberapa kali Arga mengajaknya untuk berciu man, namun Vio selalu menolak dengan alasan dosa dan akan merasa bersalah pada tuhan serta Papa nanti. Tapi, entah kenapa saat Mars yang melakukannya walaupun dengan paksaan, dirinya sama sekali tidak merasa berdosa pada siapapun kecuali rasa bersalah Arga karena sudah menghianati.