
Sesaat Vio terus menatap Mars yang sedang memakan mie instan itu.
"Ini Tan"
"Buat kamu aja" Ucap Vio saat melihat mie instan itu sudah tinggal sedikit.
Mars pun mengangguk, kemudian segera menghabiskan mie instan nya.
"Aku mau bicara sama kamu" Ucap Vio kemudian setelah melihat Mars yang sudah selesai makan.
Mars kemudian menatap Vio "Apa?"
Sebelum mengucapkan apa yang akan dia sampaikan, Vio lebih dulu menarik nafasnya dalam-dalam. "Emm....Aku kasih kesempatan kamu untuk buat aku jatuh cinta" Ujar Vio yang memang sudah benar-benar memikirkan ini dari tadi pagi.
Mars tentu saja senang mendengarnya. Itu artinya dia sudah mendapatkan lampu hijau.
"Tapi aku kasih kamu waktu tiga bulan aja"
Mars mengerutkan keningnya "Maksutnya?" Tanya Mars yang benar-benar tidak mengerti.
Vio kemudian menatap mata suaminya itu yang juga sedang menatapnya. "Aku kasih waktu kamu 3 bulan untuk buat aku jatuh cinta. Kalo sampe dalam waktu 3 bulan aku enggak bisa mencintai kamu, kita pisah.."
"Pernikahan bukan buat mainan Tan "
__ADS_1
"Aku tau pernikahan itu bukan buat main-main. Tapi buat aku kata itu cocok untuk yang saling mencintai, kalo kita itu beda sama yang lain, kita itu nikah tapi karena paksaan...kamu ngerti enggak sih ?!" Vio mengalihkan pandangannya, ia menahan air matanya agar tidak keluar.
"Iya aku ngerti. Kalo itu mau Tante, oke aku akan terima tantangannya. Tiga bulan kan?" Ucap Mars kemudian. Walaupun ia tidak tau akan berhasil atau tidak, tapi Mars akan terus berusaha pantang menyerah, tidak lupa juga disertai dengan solat tahajud agar semakin kuat dan dipermudah kan segala urusannya.
"Tapi tanpa ada hubungan se xs" Vio kemudian kembali menatap Mars.
Kini tinggal Mars yang menundukkan kepalanya. Ia bimbang dengan keputusannya sekarang. Bukannya dia itu mengharap ingin dilayani dengan Vio, tapi... apakah tidak dosa seperti itu?
"Dan juga selama masa itu, jangan pernah larang aku untuk ketemu sama Arga"
"Tapi aku tidak janji Tan"
*
*
Dan, di jam setengah lima subuh saat ini kedua manusia dengan status suami dan istri itu sedang melaksanakan sholat subuh berjamaah. Awal mulanya adalah Mars yang lebih dulu mengetuk kamar Vio pagi-pagi sekitar pukul 4 dan mengajak Vio untuk sholat bersama dengannya, itu juga adalah salah satu trik memikat hati Vio menurut Mars.
Vio juga merasa tidak keberatan dengan permintaan Mars yang mengajaknya untuk sholat. Walaupun dia juga awalnya ingin marah karena telah mengganggu tidurnya, tapi setelah Mars menjelaskan niatnya bahwa ini adalah cara untuk membuatnya jatuh cinta, akhirnya ia pun menyetujuinya.
Selesai salam barulah Mars pun menuntunkan doa yang biasanya ia bacakan jika setiap selesai sholat. Setelahnya barulah Mars meminta doa pada sang kuasa didalam hatinya.
"Ya Allah, jika sebelumnya aku meminta padamu untuk berikan aku perempuan yang sedang aku cintai agar jatuh cinta juga padaku, maka sekarang aku juga ingin memintanya kembali, namun bukan dengan wanita yang sama, melainkan wanita yang saat ini sedang menjadi makmum ku sekarang. Hamba insyaallah yakin bahwa sekarang hati dan seluruh jiwa hamba adalah milik Violet Clear. Bukakanlah pintu hatinya agar namaku masuk kedalam pikiran dan juga hati serta cintanya, kalo boleh hamba minta biar istri saya amnesia dan hanya mengingat nama saya saja ya Allah...Amin ya rabbal Al-Amin...."
__ADS_1
Saat Mars sedang berdoa, Vio pun juga sama, ia ikut berdoa dalam hatinya.
"Ya Allah, aku tau aku adalah manusia pendosa. Tapi, untuk kali ini tolong maafkan aku karena telah berdosa pada suamiku. Aku sadar walaupun baru kemarin kita melangsungkan pernikahan, namun dosaku sudah sangat banyak pada Mars. Aku telah mencintai laki-laki lain saat janji pernikahan itu sudah terucap, aku telah memberikan suatu taruhan pada Mars bahwa jika dalam 3 bulan dia tidak bisa membuatku jatuh cinta maka kamu akan bercerai, aku juga telah melarang suamiku untuk tidak boleh menyentuhku, aku tau itu adalah dosa yang besar....hambamu minta maaf..." Vio berdoa dengan sangat Kyushu hingga tanpa disadari sejak tadi air matanya mengalir.
"Disisi lain aku mencintai seorang Arga Mahasura, namun disisi lain aku juga mencintaimu ya Allah. Maka dari itu aku memberikan sebuah kesempatan untuk bocah ingusan agar mencoba untuk membuatku jatuh cinta padanya..."
Sesaat setelah mereka sama-sama selesai berdoa, Mars pun berbalik menghadap Vio, kemudian tersenyum.
Lagi dan lagi, Vio dibuat terpana akan senyuman itu, apalagi saat ini Mars sedang menggunakan sarung plus baju kokoh plus peci.
Vio kemudian maju dan segera mencium tangan Mars. Setelahnya ia pun berniat untuk melepas mukenahnya, namun ditahan oleh Mars.
"Kenapa?" Tanya Vio saat melihat Mars yang menahan tangannya.
"Bolehkan aku cium kening mu?"
Vio menghela nafasnya, kemudian mengangguk "Terserah. Tapi....Hanya sekedar kecupan!" Ucap Vio yang memperingati Mars, karena dia sudah trauma dengan kejadian kemarin.
Mars lalu mengangguk setuju. Ia pun memegang kepala Vio dan mulai mencium kening Vio, walaupun singkat tapi tidak apa-apa lah, itung-itung ini morning kisss nya.
"Boleh juga enggak kalo aku manggil kamu sayang?" Tanya Mars yang semakin ngelunjak. Tapi dia hanya memasang wajah tersenyum saja.
Vio sedikit terkejut dengan pertanyaan Mars "Kok ngelunjak?" Pinta Vio yang merasa semakin lama ia menuruti kemauan Mars semakin lama Mars semakin ngelunjak.
__ADS_1
"Ini salah satu cara untuk-"
Vio yang sudah tau Mars akan berbicara apa segera ia potong ucapannya "Terserah!" Ucap Vio kemudian.