
Dikamar.
Saat ini kedua pasangan suami istri itu sedang bertengkar memperebutkan ingin tidur dikasur.
"Kamu tidur dibawah lah! Kan ini kasurku!" Ucap Vio dengan kesal saat justru Mars malah tiduran di kasur miliknya.
"Kalo mau Tante tidur disini juga. Kita tidur berdua" Ujar Mars yang santuyy. Bukannya peduli dengan rengekan dari Vio, dia justru memilih untuk menutup matanya dan berbaring disamping bantal milik Vio.
Vio kini menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Bingung bagaimana caranya membuat bocah itu agar turun dari kasurnya. Jika ia menuruti kemauan mars untuk tidur satu ranjang, Vio takut jika bocah itu akan kembali meng apa-apakan dirinya lagi.
"Bocah, turun lah. Kalo aku yang tidur dibawah nanti badanku sakit-sakit" Rengek Vio sembari menendang kaki Mars agar segera berpindah.
"Tante, aku males bangunnya. Sama aja, aku juga enggak mau badanku pegal-pegal"
Vio sangat kesal dengan alasan yang terlontar dari mulut bocah itu. Terlihat sekali jika itu hanya beralasan saja. Dengan penuh keterpaksaan akhirnya Vio pun lebih memilih untuk mengalah saja. Ia turun dari kasurnya dan mengambil bantal serta selimut untuk dirinya tidur dibawah. Ya, alasan Vio kenapa tidur dibawah karena sofa yang sebelumnya ada dikamarnya ini ditaro dibawah untuk kursi tambahan ijab qobul tadi pagi, dan sekarang belum dibalikkan.
Vio pun meletakkan bantalnya dilantai dengan alas kasur tipis bulu-bulu itu. Dengan wajah kesal, Vio pun menidurkan dirinya. Tidak lupa menyelimuti tubuhnya agar tidak kedinginan. walaupun rasanya tidak enak karena tidak empuk, tapi ini jauh lebih aman, yang penting dia tidak akan di apa-apakan lagi oleh bocah itu.
Sekitar satu jam kemudian. Mars terbangun dari tidurnya dan melirik disampingnya, ternyata Vio tetap kekeuh tidak mau satu ranjang dengannya.
__ADS_1
Ia pun bangun dan duduk, melihat Vio yang sedang tidur dibawah sembari memeluk selimutnya. "Dasar keras kepala! Padahal kan jika tidur dengan ku lebih enak. Takut banget kalo aku apa-apakan" Gumam Mars yang merasa lucu.
Dengan penuh keniatan, Mars pun mulai beranjak dari tempat tidurnya dan berniat untuk memindahkan Vio dikasur agar tidak pegal-pegal.
Pertama, ia menyibak selimut yang menutupi tubuh Vio. Dengan pelan dan perlahan-lahan Mars pun mulai mengangkat tubuh kecil and mungil milik Vio "Seperti sedang mengangkat angin. Pantas saja beberapa kali dia mendorong ku selalu gagal" Ucap Mars yang sedang merendahkan istrinya sendiri. Padahal walaupun kecil tapi yang terpenting bagi Mars isinya tidak kecil. Ehh.. maksutnya apa ya?
Ia pun meletakkan tubuh Vio diranjang. Sesaat Mars menatap wajah cantik Vio tanpa berkedip. Wajah yang membuat hatinya menjadi tenang itu, wajah yang sudah membuat cintanya pada Yasmine perlahan mulai memudar.
"Aku tidak akan melepaskan mu Tan, sekalipun kamu mencintai pria lain. Aku merasa seleraku sekarang adalah perempuan yang lebih tua"
Cup!
Setelahnya Mars pun mengambil selimut yang tergeletak dilantai dan segera naik ketempat tidur. Tidak lupa ia menyelimuti Vio terlebih dahulu, lalu kemudian baru dia juga memakai selimut yang dibagi dua dengan Vio.
Mars pun memejamkan matanya guna ingin tidur kembali.
1 menit, 2 menit, 5 menit, 10 menit hingga 30 menit berlalu namun Mars tetap tidak bisa tidur. Ia juga sudah berganti-ganti posisi namun tetap saja sulit untuk tidur.
Tiba-tiba dalam otak jahat Mars terlintas pikiran untuk menjahili Vio yang tidurnya seperti kebo itu. Tau kebo? Ituloh yang biasanya kalo lebaran haji dipotong.
__ADS_1
Mars kemudian membuka matanya dan menatap Vio yang sedang tertidur pulas dibawah selimut. "Gapapa kan aku lakuin? Kan udah sah" Ucapnya pada diri sendiri.
Mars kemudian menggeser tubuhnya agar semakin berdempetan dengan Vio. Seru juga punya istri yang kalau tidur sulit bangun seperti Vio.
Satu tangan nakalnya mulai terangkat untuk melepas kancing baju milik Vio. Mars senang saat satu kancing itu berhasil terlepas. Lalu kemudian menyibak selimut yang menutupi tubuh Vio, ia pun beralih pada kancing baju yang dibawah lagi, sampai dimana kancing baju terakhir yang akhirnya terlepas juga.
Matanya semakin berbinar ketika melihat perut rata dan mulus milik istrinya. "Kenapa sekarang aku jadi seperti ini? Apakah aku akan menjadi pria hiperse*s?"
Mars kemudian berniat untuk melepas kaitan benda segitiga bermuda itu. Namun, belum juga ia menemukan pengaitnya, ternyata benda itu tidak dikaitkan oleh Vio. Tentu saja Mars senang karena tidak perlu susah payah untuk melepas pengaitnya.
Tanpa menunggu lama, ia pun segera melepaskan br* milik Vio dengan perlahan-lahan.
Lagi dan lagi, Mars terpana dengan apa yang dilihatnya. Sebuah dua gunung kembar yang kenyal, padat dan berisi ditambah masing-masing mempunyai boba ditengah-tengah nya.
Mars sesaat menelan ludahnya sendiri dengan susah payah. dengan tangan yang bergemetar ia pun memegang salah satu gunung yang sudah menjadi favoritnya sejak tadi sore.
Vio menggeliat dalam tidurnya. Ia seperti bermimpi bertemu dengan seorang pencuri dikamarnya, ingin bangun tapi matanya sulit untuk dibuka.
Mars melototkan matanya saat tiba-tiba Vio menggeliat. Ia takut jika Vio terbangun, tapi tangannya tetap ia letakkan digunung milik Vio.
__ADS_1
Sesaat kemudian Mars bernafas lega saat Vio kembali tertidur. "Huft... apakah seperti ini rasanya orang mencuri?" Batin Mars yang merasa dirinya seperti sedang mencuri barang berharga dan hampir ketauan.