Dijodohkan Dengan Tante-Tante

Dijodohkan Dengan Tante-Tante
Episode 46: Paling egois


__ADS_3

Vio mendengus kesal mendengar ucapan Art yang usianya sekitar 45 tahun itu. Vio pun kembali untuk membuka password pintu nya. Tapi entah kenapa ia lama-kelamaan jadi ikut jengkel juga karena selalu salah terus.


Bibi Sutri pun segera pergi meninggalkan Vio untuk menemui Tuan Mars yang mengadukannya bahwa Nona Vio tidak mau makan. "Tuan Mars"


Mars yang sudah duduk dimeja makan pun seketika menatap Art nya yang kemari tanpa Vio. "Bibi? Ada apa?"


"Non Vio tidak mau makan"


Mars menghela nafasnya. Ia kemudian menyuruh Bibi untuk kembali kedapur menyelesaikan semua pekerjaan nya lalu pulang. Karena Mars menyewa Art untuk pulang pergi, jadi besok pagi kelima Art nya akan datang lagi kemari dan pulang jika malam harinya, begitupun seterusnya. Yang full bekerja di apartemennya adalah 30 bodyguard untuk setiap orang berdiri dibeberapa sudut apartemen, bahkan ada yang Mars perintahkan untuk menjaga lobi, ia khawatir jika sewaktu-waktu Vio akan pergi karena lepas oleh pengawasannya.


Mars pun berdiri dan berjalan dimana Vio berada. "Lagi ngapain?" Tanya Mars dengan melipat kedua tangannya saat melihat Vio yang masih berusaha membuka password pintu.

__ADS_1


Vio kembali menghentikan aktivitasnya. Ia mendengus kesal. Kemudian berbalik menatap Mars dengan tatapan permusuhan. "Buka pintunya!"


"Saya tidak akan membukanya sampai kapanpun. Kecuali jika itu kemauan saya sendiri" Jawab Mars dengan nada santai.


"Anak bag sat!" Sambung Vio dengan kesal. "Bukain sekarang! Aku mau ketemu sama Arga, kita udah janjian" Ucap Vio yang mempunyai ide dengan beralasan bahwa dirinya akan bertemu dengan Arga agar Mars mau membukanya.


"Oh ya? Mana buktinya? Chat dia kalau gitu" Tantang Mars yang tau bahwa istrinya hanya beralasan saja ingin bertemu dengan lelaki itu.


Mars melihat perut milik Vio. Kemudian kembali menatap Vio lagi, "Anak itu belum sah menjadi anak siapa-siapa setelah hasil tes DNA dilaksanakan. Saya ragu bahwa itu anak saya, dan saya juga kurang percaya bahwa itu anak Arga, jadi setelah melakukan tes DNA dan hasilnya enggak cocok dengan saya, baru kamu boleh bilang bahwa itu adalah anak pacar kamu" Jelas Mars. Entahlah, dia kurang yakin bahwa itu adalah anaknya, tapi dia juga tidak terima bahwa perut didalam kandungan Vio itu adalah anak Arga.


Hati Vio kembali dibuat sakit dengan ucapan Mars barusan. Ternyata Mars masih juga belum percaya. Apa Vio harus menyetujui untuk melakukan tes DNA agar Mars puas? Air mata yang hampir luruh itu sekuat tenaga Vio tahan Agara tidak jatuh dan terlihat cengeng didepan Mars. "Apa mau mu?" Tanya Vio kemudian. Dia sudah benar-benar capek dengan skenario kehidupan yang rumit ini.

__ADS_1


"Saya hanya berusaha untuk mencari bukti bahwa apa yang kamu ucapkan itu benar bahwa kamu tidak pernah melakukan hubungan itu dengan Arga. Siapa tau rumah tangga kita bisa diperbaiki" Jawab Mars segera. Setelah dipikir, Mars seharusnya mencari bukti-bukti terlebih dahulu. Apakah yang dilihatnya kemarin salah ataukah benar, lalau tentang noda merah apakah benar jika dulu Vio pernah cedera atau ternyata Vio sudah pernah melakukannya dengan laki-laki lain.


"Enggak perlu! Aku maunya kita pisah secepatnya" Tolak Vio yang tidak menginginkan Mars untuk mencari apapun informasi lagi. Dia rasa lebih baik pernikahan ini tidak perlu dipertahankan, karena sedari awal juga pernikahan ini hanya sama-sama terpaksa saja. Apa yang perlu diharapkan dari perjodohan?


"Jangan egois, kalo memang bener itu adalah anak saya, maka saya yang akan menyesal seumur hidup karena percaya pada ego sendiri. Jadi biar saya aja yang egois untuk kali ini, sekarang ini saya sangat sulit untuk percaya sama kamu karena setan masih merasuki seluruh otak dan jiwa" Ucap Mars dengan panjang lebar.


Vio mengalihkan pandangannya. Kenapa hatinya jadi tersentuh mendengar ucapan Mars kali ini. "Apakah aku terlalu egois disini?" Batin Vio yang kini memikirkan semua kesalahannya. Setelah dipikir, Vio teringat dimana dirinya memberikan surat perjanjian pernikahan saat sebelum menikah, apa itu termasuk egois?. Lalu yang kedua dia juga memberikan sebuah perjanjian lagi untuk memberikan Mars kesempatan selama 3 bulan agar membuatnya jatuh cinta, itu juga egois kah? Lalu Vio juga secara terang-terangan meminta izin pada Mars untuk bertemu dengan Arga, itu egois juga?. Benar, dipernikahan ini dirinya lah yang paling banyak egois.


"Kita makan" Ajak Mars yang kemudian menggandeng tangan Vio menuju meja makan.


Vio tidak lagi membantah ataupun memberontak. Dia mengikuti langkah Mars Samapi pada meja makan.

__ADS_1


__ADS_2