Dijodohkan Dengan Tante-Tante

Dijodohkan Dengan Tante-Tante
Episode 49: Flashback kesalahpahaman


__ADS_3

"Vio, gue minta tolong obatin" Ucap Arga menatap dalam wajah Vio.


Vio menatap yang lainnya. Dimana saat semuanya menatap dirinya tanpa berkedip. Ia sungguh keberatan dengan permintaan tolong dari Arga. Setiap kali dirinya berdekatan dengan Arga, pasti Vio selalu mengingat wajah Mars terus.


Dengan penuh keterpaksaan Vio pun akhirnya mau untuk menemani Arga mengobati luka ditangannya. Arga berjalan lebih dulu didepan Vio, kemudian baru Vio menyusul dibelakangnya.


Lama sekitar 10 menit perjalanan menuju rumah pondok, Vio pun masuk kerumah pondok itu untuk mengambil obat-obatan alias p3k yang berada didalam. Awalnya Vio ingin mengobati Arga diluar, namun ternyata Arga masuk lebih dulu didalam rumah pondok itu.


"Ada enggak Vi?" Tanya Arga yang tiba-tiba ada dibelakang Vio.


Vio yang sedang mencarinya dilemari tempel kecil yang biasanya menarik obat-obatan itu seketika terkejut saat tiba-tiba Arga berada dibelakangnya "Arga, tunggu diluar aja, gue lagi cari obat merahnya"


"Kelamaan Vi, biar gue bantuin" Sambung Arga yang ingin membantu Vio menyarikan obat merahnya. Namun urung saat Vio yang sudah mendapatkannya.


"Udah, yuk kita keluar" Vio pun berniat untuk segera keluar dari rumah pondok ini, ia merasa tidak nyaman saat hanya berduaan didalam sini.


Arga segera mencekalnya.

__ADS_1


"Ga...lepas!" Bentak Vio yang tidak terima tangannya dipegang-pegang oleh Arga.


"Maaf, obatinnya disini aja ya. Aku pengen ngomong sesuatu" Ucap Arga dengan sedikit memohon.


"Diluar bis-"


"Tolong, gue cuman pengen gak ada orang yang tau" Ucap Arga lagi.


Vio menghela nafasnya kasar. Ia kemudian menatap pintu yang masih setengah terbuka itu. "Jangan tutup pintunya"


Kemudian mereka pun sama-sama duduk diatas kasur lantai itu, dengan Vio yang duduknya samping tembok dan Arga yang membelakangi pintu. Vio pun mulai membantu Arga untuk mengobati luka-luka ditangannya yang terkena duri itu. Ia menuangkan obat merah itu ke kapas pembersih dan mulai menepuk pelan diatas lukanya, sesekali Vio meniupnya agar tidak terlalu perih.


Selama itu juga, tatapan Arga tak pernah hilang pada Vio. Ia masih bertanya-tanya, kenapa Vio memutuskannya. Padahal dirinya merasa tidak mempunyai kesalahan apapun. "Vi" Panggil Arga kemudian.


Yang yang masih mengobati luka Arga pun beralih tatapan menatap Arga, namun sesaatnya lagi ia kembali fokus pada luka milik Arga "Kenapa" Jawab Vio yang sengaja tidak mau menatap Arga.


"Kasih gue alesan yang jelas kenapa Lo mutusin gue" Tanya Arga yang berusaha tegar.

__ADS_1


Vio berhenti menepuk obat merah pada luka Arga. Bola matanya bergerak kesana-kemari untuk mencari jawaban atas pertanyaan Arga. "Gue udah bilang, Papa enggak ngizinin gue pacaran" Jawabnya berbohong. Padahal alasan Vio memutuskan Arga karena dia ingin memperbaiki imannya dengan mencintai suaminya, Arga. Kali ini Vio benar-benar yakin bahwa hatinya sepenuhnya adalah milik Mars.


"Jangan bohong Vi. Kita pacaran selama hampir satu tahun tapi kenapa baru sekarang kamu ikutin kemauan Papa Lo. Lagian kenapa Papa Lo masih ngelarang, padahal kan harusnya mendukung saat usia udah bener-bener mateng"


Wajah Vio seolah tak terima saat merasa bahwa Arga sedang menjatuhkan Papanya. "Jadi Lo salain Papa?"


"Gue enggak salain Papa Lo, cuman aneh aja kenapa tiba-tiba Om Haris enggak suka sama gue saat tau gue pacaran sama Lo. Apa Lo udah dijodohin sama seseorang?" Pikiran Arga kini menjadi berburuk sangka pada Vio. Ia juga sudah merasa curiga saat dirinya kecelakaan motor, lalu saat bertemu Vio seperti tidak menunjukkan tatapan cintanya lagi padanya.


Vio terdiam tidak berani menjawab. Dia tau dia yang salah, dia yang sedari awal tidak jujur tentang semuanya. Dia memang seperti perempuan egois yang handal mempermainkan dua perasaan laki-laki.


Namun tiba-tiba percakapan mereka berhenti saat ada seseorang yang membuka pintunya. Vio dan Arga pun saling berpandangan menatap seseorang yang telah membuka pintu itu.


...*Flashback end...


Karena posisi Arga yang membelakangi pintu dan Vio yang duduk didepan Arga dan hal itulah yang membuat tubuhnya tidak terlihat hingga akhirnya Mars salah paham dengan mengira bahwa dirinya telah berbuat yang tidak-tidak.


Kini Vio mengerti kenapa Mars semarah itu padanya. Seharusnya Mars bilang sedari awal. Namun sepertinya jika bilang dari awalpun Mars tidak akan percaya karena sudah tersalut emosi lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2