Dijodohkan Dengan Tante-Tante

Dijodohkan Dengan Tante-Tante
Episode 28: Seperti ibu dan anak


__ADS_3

Vio memejamkan matanya saat ia akan membuka ****** ***** milik Mars. Oh.. astaga, ini adalah suatu hal yang dalam Islam mulia namun memalukan bagi Vio.


Dengan perlahan akhirnya celana da lam itupun terlepas juga. Ia kemudian berfikir dalam pejamkan matanya "Haruskan aku membersihkan benda tak bertulang itu?"


Lama berfikir tentang ini, akhirnya Vio memutuskan untuk tidak membersihkannya, ia takut jika terlalu lama terbuka akan dingin, Vio memutuskan hanya akan menggantikan celana da lamnya saja.


Kemudian dengan susah payah Vio pun memakaikan celana da lam kering pada Mars. Sekitar dua menit selesai, kemudian barulah memakaikan celana tidur panjang. Setelah semuanya beres, ia pun segera menarik nafasnya dalam-dalam karena pekerjaan seperti ini ternyata sangat menguras tenaga.


Mars juga sudah Vio pindahkan agar lurus dan bisa tidur diatas bantal. Ya walaupun ternyata hal itu memakan cukup waktu, yaitu setengah jam sendiri.


Setelah dirasa nafasnya sudah normal seperti semula, Vio kemudian kembali mengecek suhu tubuh Mars.


"Masih panas" Gumamnya saat menempelkan punggung tangannya ke dahi.


Vio pun kemudian berniat untuk mengompres dengan air hangat guna segera turun demamnya. Ia kemudian sebelum kebawah untuk membuat air hangat yang akan dikompres kan untuk Mars, Vio lebih dulu menyelimuti tubuh Mars agar hangat.


"Bocah lagi sakit" Pinta Vio saat melihat wajah polos suaminya. Ia seperti seorang ibu yang sedang merawat anaknya yang sedang sakit saja. "Dasar berondong muda!"


*


"Ya ampun, nyalain kompor adalah hal menantang" titah Vio sembari berdecak pinggang. Panci dan airnya sudah siap dan sudah diletakkan diatas kompor, hanya tinggal menyalakan apinya saja. Tapi Vio sangat takut untuk melakukannya, bagaimana jika nanti kebakaran? Oh, yaampun, pikiran negatifnya mulai bermunculan.


"Huft...Tenang Vi, kamu pasti bisa" Sebelum menyalakan kompornya, lebih dulu Vio membaca doa makan.


"Amin..." Ucapnya setelah selesai membaca doa.


Kemudian, dengan tangan yang gemetar, Vio pun mulai memajukan tangannya namun tubuhnya serta wajahnya ia jauhkan. "Bismillah"


Tek!


Suara kompor setelah Vio memutarnya. Vio tersenyum saat kompor itu sudah menyala dan menghasilkan apiiii....!

__ADS_1


Prokk..prok...prok...


Vio pun bertepuk tangan untuk merayakan keberhasilan nya.


Selang beberapa menit kemudian, air pun sudah mendidih. Via segera mematikan kompor nya dan menuangkan air panas itu kedalam baskom yang sebelumnya sudah diisi air biasa, gunanya adalah agar air panas itu menjadi air hangat saat dicampur air biasa.


Setelah selesai barulah Vio kembali naik keatas untuk segera mengompres kening suaminya. Tidak lupa ia membawa kain handuk kecil.


Vio dengan telaten pun mulai mencelupkan kainnya kedalam air hangat dan setelahnya diperas dalalu diletakkan diatas kening milik Mars. Vio melakukannya setiap lima menit sekali diganti. walaupun dengan mata yang kadang merem-melek tapi sekuat tenaga Vio membuka matanya dan kembali mengambil kainnya untuk kembali dicelupkan kedalam air hangat.


Vio melakukannya sebanyak 15 kali dalam lima menit sekali. Ia kemudian melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 3 pagi, yang artinya sebentar lagi akan subuh.


Dengan badan yang sudah pegal-pegal dan mata yang mengantuk. Vio meletakkan baskom yang berisi air hangat tapi sudah tidak hangat itu dibawah, kemudian ia berniat untuk tidur disofa yang ada dikamar Mars.


Ya, Vio akan tidur dikamar Mars. Ee..lebih tepatnya disofa kamar suaminya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan olehnya.


Vio pun mulai merebahkan dirinya. Dengan mata yang memang sudah ngabet alias ngantuk berat, hanya dalam waktu sepuluh detik Vio sudah tertidur dengan pulas.


*


*


"Yasmine"


"Yasmine"


"Yasmine"


Vio terbangun cepat saat mendengar apa yang Mars ucapkan. Ia melihat tempat tidur milik Mars yang dimana ia masih memejamkan matanya.


"Yasmine.." Igau Mars sembari menutup matanya.

__ADS_1


Yasmine pun segera bangun dari sofa dan berjalan mendekati Mars. "Mars, kamu sudah bangun?"


"Yasmine" Igau Mars kembali.


Vio mengeriyit heran "Yasmine? Siapa Yasmine?" Batinnya yang bertanya-tanya dalam hati.


Beberapa saat setelah Mars tidak lagi mengigau. Pria itu kemudian perlahan mulai membuka matanya "Vio?" Ucap Mars saat pertama kali membuka matanya yang dilihatnya adalah Vio istrinya.


Vio hanya terdiam berdiri disamping Mars dengan menahan rasa yang entah kenapa ia cemburu saat Mars mengigau nama Yasmine. Sebenarnya siapa Yasmine? Apa itu pacar Mars? Atau itu mantan dari masalalu Mars? Atau itu cinta pertama Mars?


"Ssshhhh...." Ringis Mars sembari memegangi perutnya yang terasa semakin sakit dan perih.


Vio segera tersadar dari lamunannya. Sekuat tenaga ia akan menyembunyikan kesedihannya ini. "Kenapa?"


"Perut aku sakit"


"Kemarin enggak makan?"


Mars menggeleng pelan.


"Enggak sarapan juga?"


Lagi-lagi Mars menggeleng.


"Kenapa sih makan disepelein! Kemarin aku udah bilang kan buat sarapan direstoran biar enggak sakit perut! Dari kapan sakitnya?" Omel Vio yang sudah seperti ibu kandung yang sedang memarahi anaknya karena susah makan.


"Kemarin" Jawab Mars pelan seperti seorang anak yang sedang dimarah oleh ibunya. Sungguh Vio memarahi dirinya seperti Eomma Tia yang kalau ngomel sampai dirinya menangis baru berhenti.


"Tuh kan! Ya udah, tunggu disini, biar aku masakin bubur sebentar" Ucap Vio yang dengan nada marah dan masih marah pada Mars segera keluar dari kamar.


Brak!

__ADS_1


Vio menutup pintunya dengan keras.


Mars sampai terperanjat kaget dan hampir melompat dari tempat tidurnya. Ia mengelus dadanya dengan pelan "Serem banget yaampun" Gumam Mars yang nguerii.


__ADS_2