
Selang beberapa menit kemudian mobil yang ditumpangi oleh kedua insan itu sudah sampai disalah satu butik terkenal yang ada diIndonesia saat ini.
Mars melirik wanita disampingnya. Sekarang ia bingung harus bagaimana membangunkan wanita tidur setengah mati itu.
Ia menghela nafasnya. Dengan penuh kesabaran akhirnya Mars memilih untuk membangunkan wanita itu dengan cara memanggil nama "Tante kita sudah sampai"
1 detik, 2 detik, hingga akhirnya 1 menit kemudian Vio tidak menggerakkan tubuhnya sama sekali. Yang ada hanya suara dengkuran halus dari mulut wanita yang bernama Vio itu.
"Tante!" Panggil Mars yang lebih keras lagi. Namun masih juga tidak berhasil. Karena sudah tidak sabar, Mars pun turun dari mobilnya dan langsung berjalan menuju pintu sebelahnya.
"Tante" Panggil Mars saat pintu mobil itu sudah dibuka. "Kalau tidak bangun nanti aku cium Tan" Ucap Mars asal. Siapa tau dengan begitu bisa bangun.
Vio menggeliat pelan, namun setelahnya kembali tertidur lagi.
Plak!
"Kurang ajar bocah ingusan!!!!!" Pekik Vio dengan mengusap-usap pipinya yang baru saja diciumi oleh Mars.
Sedangkan Mars yang baru saja ditampar hanya memasang wajah datar dengan kedua tangannya ia lipat kedepan. Tamparan itu sama sekali tidak sakit baginya, ibaratkan seperti digigit semut saja rasanya.
"Kan sudah aku bilang bangun, tapi Tante malah enak tidur saja"
Vio menatap kesal dengan bocah disampingnya yang sedang berdiri itu "Aku tunggu disini!" Ketus Vio yang masih mengusap kasar pipi nya, karena merasa sudah sangat kotor sekali kulitnya yang mulus terkena bibir pria ingusan.
"Ya sudah biar ku gendong"
"Coba kalau berani bocah ing~~Aaauuu...! Lepaskan!" Pekik Vio saat tiba-tiba dirinya digendong ala bridal style. Vio memberontak, mengayunkan kakinya diudara dengan tangannya yang memukul-mukul dada milik Mars.
Mars dengan wajah datarnya segera menutup pintu mobilnya. Dengan wajah yang masih datar dan tanpa ada rasa sakit karena dipukul, ia berjalan memasuki butik tersebut. Bahkan segala pemberontakan yang dilakukan oleh wanita tua itu tidak menimbulkan efek pergerakan. Yang ada hanya capek saja yang didapatkan oleh Vio.
__ADS_1
"Cup!" Mars mengecup mulut cerewet Tante itu.
Vio melototkan matanya, tangannya seketika berhenti memukul dada milik Mars. Kini berganti dengan memegangi bibirnya yang... apa?..baru saja di kisss...!
"Kamu...?! Apa yang kamu lakukan tadi!"
"Melakukan sesuatu agar tidak berisik!" Jawab Mars dengan aura dingin. Mars segera menurunkan gendongan nya setelah sampai didalam butik.
Sudah ada beberapa petugas butik yang menunggunya.
"Selamat datang tuan Chanwo..." Ucap salah satu pegawai butik dengan membungkukkan tubuhnya.
Mars hanya mengangguk saja.
"Apakah nona ini yang akan menikah dengan tuan?"
Mars mengangguk "Iya"
Vio masih mematung. Namun dia masih bisa mendengar apa yang pegawai itu katakan. Dengan air mata yang terurai Vio mengikuti arah pegawainya.
Namun sebelum itu dia mendorong kasar tubuh Mars "Jahat!" Kata itulah yang Vio lontarkan untuk Mars sebelum mengikuti arah pegawainya dengan segala emosi.
Didalam ruangan ganti, tidak hentinya Vio menangis. Ia amat sangat benci dengan kejadian ciuman 2 kali dengan lelaki yang ia sebut bocah ingusan itu. Marah? Tentu saja iya, siapa yang tidak marah saat tiba-tiba ada seseorang yang menciummu, apalagi itu orang yang kamu benci.
"Arga maafkan aku..." Batin Vio yang merasa amat sangat bersalah pada cintanya. Ia merasa sudah jadi penghianat dengan melakukan ciuman kecupan bersama pria lain, walaupun itu bukanlah kehendaknya, melainkan sebuah kejadian yang disengaja oleh 1 pihak.
Setelah melakukan pemilihan kebaya dan sudah disepakati akan dipakai yang mana, mereka segera pulang.
Vio melangkahkan kakinya lebih dulu keluar saat Mars yang sedang mengobrol dengan pemilik butiknya.
__ADS_1
Ia memasuki mobil milik Mars yang memang tidak dikunci sebelumnya.
Ia masih amat sangat kesal bin jengkel dengan kejadian tadi.
Tringgg!,
Ada pesan masuk dari Arga. Dengan segera Vio melihatnya.
*Arga boyfriend ❤️
Vi nanti malem aku mau balapan, kamu liat aku atau enggak?
^^^Maaf Ga, aku enggak bisa. Papa larang aku kemana-mana sekarang. Dia udah enggak percaya lagi sama semua alesan yang aku buat^^^
Ya udah, aku ngerti kok. Kalau gitu aku minta doanya ya semoga menang
^^^Aminn...aku selalu doain kamu! Semangat sayang😡^^^
Ih emotionnya kok marah?🥴
^^^Gpp aku pengennya ekspresi marah😡❤️^^^
Emang enggak jelas. sayangnya siapa sih kamu?
^^^Sayangnya Arga Mahasura lah😉^^^
Ehh iyakah?
Vio senyum-senyum sendiri ketika ia dengan berchetingan dengan Arga. Sungguh, hanya Arga yang bisa membuat mood nya kembali ceria.
__ADS_1
Walaupun Papa beberapa hari lalu sudah memblokir nomor Arga, namun bukan Vio namanya jika bisa menahan 1 hari tidak mengabari Arga. Pokoknya sebisa mungkin dia harus chat Arga, walaupun cuman chat P doang juga tidak masalah. Karena menurutnya, berkomunikasi dengan Arga adalah hobi dan candu baginya.