Dijodohkan Dengan Tante-Tante

Dijodohkan Dengan Tante-Tante
Episode 52: Blokir


__ADS_3

"Mars kamu percaya kan sama aku? kamu liat cuman dari situ sisi doang kan?"


"A..aku" Lidah Mars seolah Kelu dan sulit untuk mengucapkannya. Entah kenapa dia jadi teringat kembali kejadian satu bulan yang lalu. "Jangan membahasnya!" Tukas Mars kemudian. Selesai memakai sepatunya, ia segera mengambil tas kerjanya yang diletakkan dimeja makan.


"Jaga diri kamu baik-baik, kalau ada apapun bilang sama Art disini atau telepon aku"


Cup!


Mars mengecup singkat kening Vio. "Assalamualaikum"


"Mars tapi kamu...." Vio menghela nafasnya kasar melihat kepergian Mars. Entah kenapa dia jadi jengkel sendiri karena selalu gagal menjelaskannya pada Mars. Tapi nanti sepulang kerja pokoknya dia tidak boleh gagal menjelaskannya, masalah ini harus benar-benar tuntas supaya cepat end.


Vio pun memutuskan untuk kekamar dan mengambil ponselnya dan menanyakan sesuatu pada orang rumah.


"Hallo bik, assalamualaikum"


"Waalaikum salam, yaampun non. Non Vio dimana? Kenapa enggak pulang? Bibi sama teman-teman non khawatir cariin non Vio. Nona enggak kenapa-kenapa kan?" Tanya Bibi Atik yang begitu khawatir pada majikannya.


"Vio baik-baik aja BI disini. Mars yang bawa aku ke apartemen" Jawab Vio.


"Tuan Mars? Non baikan sama tuan Mars?"


Vio menatap langit-langit kamar ini. "Udah tapi belum bik" Jawab Vio dengan tidak bersemangat.


"Maksutnya gimana nona? Bibi enggak ngerti" Tanya Bik Atik.


"Mars udah maafin aku, tapi Mars belum tau tentang kebenarannya kalo aku enggak pernah melakukan hal itu sama Arga. Dan Mars juga kayaknya masih ragu kalau ini anaknya"


"Astaghfirullah non. Lalu bibi harus apa supaya bisa bantu nona Vio?"


"Dulu aku pernah kerumah sakit karena kecelakaan sepeda bibi inget kan?"


Diseberang telepon bibi mengangguk ingat dengan kejadian itu. "Inget non"


"Nah surat rumah sakitnya bibi tau enggak? Mungkin disimpen dilemari Papa atau dikamar Papa. Aku minta tolong carikan ya bik...Vio bener-bener pengen selesaikan ini sekarang juga"


"Siap non, bibi akan cari, apapun itu demi non Vio agar bahagia kembali"


Vio tersenyum, "Makasih bi.."

__ADS_1


Selesai dengan panggilan nya, Vio pun membuka ponselnya dan melihat-lihat sosial media, daripada dia nganggur lebih baik menonton video kan.


Beberapa menit berlalu, Vio mengerutkan alisnya saat tiba-tiba ada nomor baru yang mengirimkan pesan padanya.


Lagi apa?


"Siapa sih?" Gumam Vio yang jengkel karena aktivitas nya jadi terganggu. Padahal dia lagi lihat berita tentang perselingkuhan suami dari Dahlia Poland.


^^^?^^^


Tebak


^^^Gue blokir kalo gitu^^^


.../Blok...


Sungguh malas sekali meladeni orang yang tidak jelas. Bumil itupun akhirnya kembali melanjutkan menonton video yang sedang trending topik itu. "Terlalu mendalami peran!" Ucap Vio saat melihat berita nya.


*


*


Tok!


Tok!


Tok!


Tidak mendapatkan jawaban, akhirnya Rico masuk kedalam ruangan sang bos.


"Permisi"


"Hei, siapa yang mengizinkan kamu masuk?! Keluar dan ketuk lagi pintunya!" Perintah Mars yang tiba-tiba mood nya jadi hancur karena diblokir.


Rico mau tidak mau akhirnya menurut juga. Ia kembali keluar dan menutup pintunya.


Tok!


Tok!

__ADS_1


Tok!


"Jangan mengganggu saya! Pergi" Teriak Mars dari dalam.


Rico menendang udaranya saat mendengar jawaban dari bos gilanya itu. Kenapa tidak bilang dari tadi kalau tidak ingin diganggu? Kenapa dia harus keluar dan mengetuk pintu lagi? Kagshsinsgsh!(Tidak bisa berword-word)


Rico akhirnya pun memilih untuk kembali keruang kerjanya. Saat baru saja duduk.


Drtttt!


Drtttt!


Rico melihat ponselnya yang tertera nama tuan Mars. Dengan penuh kesabaran Rico pun mengangkat nya.


"Tolong belikan aku kartu SIM!"


"Surat izin mengemudi?" Tanya Rico.


"Nomor telepon sia*an!" Bentak Mars dan segera mematikan teleponnya secara sepihak.


Rico menatap ponselnya. Kenapa sekarang dia merasa sangat diinjak-injak? Rico yang dulunya sangat cool dan datar seolah hilang karena ada bos gila yang kalau menyuruh memang agak gila.


"Tuan Ric-"


"Hei, sejak kapan kamu disini!" Ucap Rico yang terkejut melihat kedatangan Mulan, sekretaris nya yang sedang hamil.


"Sejak tadi Tuan, saya sudah ketok pintu tapi hanya diam saja" Jawab Mulan


"Sekarang kembali keluar dan ketok pintunya lagi" Perintah Rico dingin.


Bumil itu pun mau tidak mau mengangguk dan menuruti nya, daripada dia mendapatkan masalah dan malah dipecat. Mulan sang bumil itu kembali keluar dari ruangan Rico dan kembali mengetuk pintu.


Tok!


Tok!


Tok!


"Saya tidak ingin diganggu! Nanti dua jam kedepan kamu boleh kembali lagi!"

__ADS_1


__ADS_2