Dijodohkan Dengan Tante-Tante

Dijodohkan Dengan Tante-Tante
Episode 38: Suporter Vio


__ADS_3

Dua Minggu kini telah berlalu lintas dijalani oleh Vio. Selama dua minggu ini juga Vio selalu bolak balik kerumah Mars untuk melihat apakah suaminya lalu kembali kerumah sang Papa hanya untuk melihat apakah sudah sudah pulang atau belum. Tapi selama itu ia sama sekali tidak menemukan jejak atau tanda-tanda bahwa Mars pulang kerumah.


Vio berdiri diatas balkon kamarnya merenung. Wajahnya bahkan menjadi kusam serta mata panda yang sangat hitam. Vio sama sekali tidak mengurus dirinya sendiri selama 2 minggu ini, dia bahkan hampir lupa dengan berkaca dan belum melihat wajahnya selama ini.


"VIOOO!!!!" Pekik Mia dan Widia secara bersamaan yang dimana mampu membuat Vio terkejut.


Mia dan Widia segera mendekati Vio dan memeluk Vio dengan erat.


Vio tersenyum tipis melihat kedua sahabatnya datang kemari. "Enggak bilang" Ucap Vio pelan.


Mia melepas pelukannya. "Ish, enggak bilang gimana, orang kita udah chat Lo dari tadi malem tapi enggak dibales"


"Iya, nyeleb sumpah" Sambung Widia.


Vio tersenyum tipis "Maaf, gue enggak pegang Hp beberapa hari ini" Jelas Vio yang memang ia sangat tidak tertarik untuk melihat ponselnya.


"Ya Allah Vio....! Penampilan Lo kaya orang gila sumpah!" Titah Mia dengan sejujurnya saat melihat Vio yang hanya menggunakan celana plisket dan cardigan, ditambah rambut yang ditali asal-asalan plus lagi mata panda yang begitu sangat terlihat.


Widia pun juga jadi ikut memperhatikan Vio dengan intens "Iya Vi, astoge Lo jadi gembel nih?"


Vio berbalik dan kedua tangannya memegang pembatas pagar balkon itu. "Gue enggak peduli. Gue enggak mikirin penampilan, gue lagi terpuruk, gue lagi stress, gue rasa sebentar lagi bakal jadi orang gila. Kalian masih mau sahabatan sama orang gila kaya gue?"


Mia dan Widia kemudian berjalan juga mendekati Vio. Mereka juga sama, memegang pagar balkon.

__ADS_1


"Jaga bicara Vi" Ketus Mia yang tidak suka jika Vio berbicara begitu.


Vio lalu menatap kedua sahabatnya yang ada disebelah kanan dan kirinya. "Gue enggak asal ngomong. Hidup gue udah hancur...Dari mulai Papa ninggalin gue sampe Mars juga belum muncul-muncul sampe sekarang hiks.."


Mia dan Widia yang mendengarnya pun menjadi merasa iba. Mereka kemudian kembali memeluk Vio dengan sedih. Mereka bertiga menangis bersama-sama meratapi nasib yang menimpa seorang Violet Clear.


Beberapa menit berlalu, setelah tangisan mereka sama-sama sudah mereda, Widia segera melepaskan pelukannya.


"Vio, jangan gini terus dong...kita yakin Lo pasti bisa move-on" Ucap Widia yang kemudian melihat Mia.


Mia mengangguk setuju dengan ucapan yang terlontar dari Widia. "Setuju sama pendapat Widia. Kita mau Lo bangkit sekarang"


Vio lalu melihat secara bergantian kedua sahabatnya yang menasehatinya. "Gue enggak sanggup Mi, Wi"


"Ada kita yang selalu ada. Lo tau kan perusahaan bokap Lo belum ada pemimpin? Enggak ada kepikiran buat belajar tentang perusahaan? Gimanapun perusahaan itu nantinya akan jatuh ke tangan Lo" Pinta Mia kemudian.


Mia yang melihat Vio diam tak menjawab pun kemudian memegang pundak Vio. "Gue yakin Lo bisa Vi, gue yakin Lo bisa move-on, Lo pasti bisa lupain Mars, itu kan yang Lo pikirin?"


"Dia masih belum pulang..." Ucap Vio kemudian dengan bergemetar menahan air matanya.


Mia pun kemudian menatap Widia, seolah-olah ia ingin meminta izin dengan apa yang dilihatnya 1 minggu yang lalu. Widia pun mengangguk membiarkan Mia untuk menceritakan semuanya pada Vio.


"Dia udah pulang" Sambung Mia kemudian yang dimana mampu membuat Vio menatap Mia.

__ADS_1


Mia mengangguk meyakinkan semuanya pada Vio. "Gue liat dia 1 minggu lalu lagi meeting bareng klien direstoran"


"Iya Vi, gue liat juga dia kaya enggak keurus gitu. Yang kita liat dia jadi brewokan, rambutnya gondrong tapi masih ganteng kok kata oppa-oppa" Jelas Widia kemudian.


"Apa gue ke kantornya aja ya?" Gumam Vio yang masih dapat terdengar oleh Mia dan Widia.


"Apa?!! Vi, ngapain sih kekantornya. Dia udah gugat cerai Lo! Mending biarin aja deh, gue gedek waktu Lo ceritain kenapa dia ninggalin Lo yang masih telan jang setelah lakuin hal begitu" Ucap Mia yang tak setuju jika Vio mau pergi menemui Mars.


Widia kembali setuju dengan ucapan Mia. "Bener Vi, dia tu laki-laki enggak punya hati! Jangan temuin dia"


"Tapi dia kaya gitu karena salah paham, dia ngangep kalo gue udah ngelakuin hal itu sama Arga" Ucap Vio yang masih saja membela Mars didepan kedua sahabatnya. Padahal juga Vio seringkali memakai Mars saat sedang sendirian.


Vio menghela nafasnya saat justru kedua sahabatnya itu memonyongkan bibirnya seperti bebek. "Kalian enggak support gue untuk coba jelasin ke Mars? Oke, gue sendiri kalo gitu" Vio kemudian berniat pergi memasuki kamarnya.


Namun baru saja berbalik, tangan Vio sudah dicekal dahulu oleh Mia dan Widia.


"Eh...! Jangan gitu dong, masa iya kita biarin Lo sendiri. Enggak! Kita bakal temenin" Ucap Mia.


Widia ikut mengangguk lagi.


Vio tersenyum bahagia mendengarnya.


"Live IG yuk guys!" Pekik Widia.

__ADS_1


Mia dan Vio pun seketika tidak lagi tersenyum. Mereka kemudian segera pergi meninggalkan Widia yang sedang mencari ponselnya ditas.


Widia yang melihat itu pun terpekik "Eh..! JAHATT kalian!" Teriak Widia saat dirinya ditinggalkan sendirian diatas balkon.


__ADS_2