Dijodohkan Dengan Tante-Tante

Dijodohkan Dengan Tante-Tante
Episode 25: Ayam Bakar


__ADS_3

"Arga ngapain si Lo liatin Vio sampe begitunya" Ucap Widia yang benar-benar jengkel melihat Arga seperti itu. Dia liatnya bener-bener terganggu karena Vio juga sedang ada disampingnya.


"Kenapa? Dia pacar gue, suka-suka gue lah" Jawab Arga yang bodo amat dengan Widia.


"Eh...kurang ajar Lo Ga, enggak kasian apa kita-kita yang jomblo ini? Iya gak Tam" Sambung Bagas yang kemudian menyenggol lengan Tama.


"Ehh anjir..pantat ayamnya jatuh! Ah elah Gas karbol" Tama pun menjadi jengkel pada Bagas karena senggolan itu, pantat ayam yang sudah hampir matang jadi jatuh ketanah.


"Biarin si, Lo mau makan pantat ayam?"


"Eh, kenapa pada bahas pantat ayam si, kembali ke topik utama " Ucap Widia yang melerai pertengkaran antara Tama dan Bagas, karena hal itu akan membuat videonya tidak estetot lagi.


"Emang tadi kita ngomongin apa?" Tanya Bagas yang lupa pada pembahasan utama.


"Gak tau" Sambung Widia yang juga tiba-tiba lupa. "Eh, Aruni kenapa Lo diem-diem baek? Gak bersemangat gitu ngolesin bumbunya" Widia kemudian mengarahkan kameranya diwajah Aruni.


"Apaan si Wid, jangan ke gue!" Ucap Aruni yang tidak ingin di videokan, ia kemudian menutup kameranya menggunakan tangan satunya.


"Ihhh...! Jangan ditutup Aruni, ini estetik banget!!"


"Jelek muka gue!"


"Gapapa, sengaja gue mau tunjukin pori-pori nya ke followers gue"


"ihh Widia! Gue enggak mau di video"


Bukannya mendengar kan Widia justru semakin mendekatkan kameranya diwajah Aruni. "Bodo amat ihh, hayy guys...ini temenku jomblo, bisa diorder nih buruan"


Sementara Aruni dan Widia yang masih terus ribut. Justru berbeda dengan Vio yang saat ini entah kenapa perasaan nya tidak enak, ia kemudian berniat untuk mengambil ponselnya yang ia letakkan ditas ranselnya.


"Mau kemana sayang?" Tanya Arga saat melihat Vio yang berdiri.


"Aku mau ambil ponsel Ga" Jawab Vio yang kemudian segera berjalan mendekati rumah pondok.


Arga hanya menatap kepergian Vio dengan hati tidak enak. "Sebenarnya apa yang terjadi selama satu minggu ini? Plise Vi...jangan buat aku sakit hati, kalo iya aku mungkin enggak akan baik-baik aja nanti"


Kemudian setelah Vio pergi, Arga pun kini berniat untuk kembali membantu bakar ayamnya. "Aru, biar gue yang ngoles aja"

__ADS_1


Aruni melihat Arga, lalu kemudian segera menyerahkan bumbu serta kuas olesan nya.


"Biar Lo minggir aja temenin Widia"


Aruni pun mengangguk pelan, kemudian segera menyingkir mendekati Widia.


"Ngapain kesini? Kalo kesini harus live bareng sekarang " Ucap Widia dengan ketus.


"Iya udah, ayo live sama gue" Aruni tersenyum bersemangat. Entahlah, sepertinya baru saja tenaganya terisi penuh karena seseorang.


Widia yang mendengarnya pun jadi kaget plus senang plus sedikit tidak percaya. Aruni? Mau diajak live? OMG bener-bener suatu keajaiban bangett!!!!


tidak ingin membuang waktu dan takut jika Aruni berubah pikiran, Widia pun segera membuka IG nya dan menyalakan live siaran langsung "Hay guys, kali ini gue mau kenalin sahabat gue yang sebelumnya gak pernah ikut live" Widia mengarahkan ponselnya diwajah Aruni.


Aruni pun tersenyum dan melambaikan tangannya "Haii namaku Aruni" Aruni sedikit memajukan wajahnya ingin melihat berapa jumlah yang sedang menonton. "Kok enggak ada yang liat Wid?"


Widia pun segera melihatnya, dan ia melototkan matanya "Ehh anjir, ini gue pake akun ke lima gue" Dengan segera Widia mematikan live nya dan ganti dengan akunnya yang followers nya sudah banyak itu.


"Lagian, ngapain punya aku banyak-banyak, alay banget" Timpal Bagas yang tiba-tiba ikut-ikutan.


"Berisik Lo gas karbol! Gue punya akun banyak biar orang enggak tau kalo gue julid divideo orang, orang nyangka biar gue tau alim, baik, anggunly"


Sementara itu, Vio yang saat ini sudah ada didalam rumah pondok, ia pun segera mengambil ponselnya diransel tas yang sebelumnya ia bawa.


"Mau ngapain Vi?" Tanya Mia yang sedang tiduran dan scroll tik tok.


"Ngambil Hp, Lo ngapain disini bae? Sana bantuin a'a Tama"


"Males. Gue masih ngambek sama dia" Ucap Mia yang kemudian kembali melihat layar ponselnya.


Vio kemudian menggelengkan kepalanya "Tama juga korban kali, dia lebih banyak basah tadi. Awas nanti Lo naksir plus ternyata Tama jodoh Lo"


"Dih amit-amit" Jawab Mia sembari mengetuk lantai papan lalu ditempelkan keningnya.


"Awas, amit-amitan nanti jadi amin-aminan udah sah"


"Bacot Lo!" Ketus Mia.

__ADS_1


"Vio! Mia! Ayam bakarnya dah jadi!!!" Teriak Widia.


Vio pun segera mengajak Mia untuk segera bergabung menikmati ayam bakarnya. Mereka biasanya jika makan untuk merayakan hari persahabatan lebih seru jika duduk diatas tanah sembari menikmati bintang dan rembulan yang bersinar dilangit malam. "Ayo Mi,"


Dengan malas Mia pun bangun dan segera berjalan mendekati ke lima sahabatnya itu, iya lima, karena Mia sama sekali tidak menganggap Tama teman, tapi lebih tepatnya musuh.


Mia kemudian lebih memilih untuk duduk ditengah-tengah antara Vio dan Aruni, yang dimana jaraknya agak jauh dengan Tama.


Namun, tidak sengaja tatapan Mia dan Tama saling bertemu. Kemudian dengan memasang wajah seperti Mak lampir yang siap memangsa, Mia melengos lalu segera mengalihkan pandangannya.


"Gak jelas" Batin Tama yang melihat Mia seperti itu.


Kemudian, setelah semuanya selesai dan menunggu sekitar lima menit barulah ayam bakar itu diamkan secara bersama-sama. Mereka memakan itu diiringi dengan Senda tawa yang memang biasanya mereka lakukan. Sungguh persahabatan yang sangat langka, persahabatan yang sudah sangat lama namun masih terjalin baik-baik saja. Namun, entahlah untuk beberapa tahun kedepan, mereka kadang berfikir, apakah tahun depan masih bisa seperti ini? Yang jelas sekarang mereka nikmati saja yang ada tanpa harus memikirkan dimasa depan nanti akan seperti apa.


"Aaa...sayang" Ucap Arga yang sudah mencuilkan ayam bakarnya.


Vio menatap Arga. ia ingin menolak, tapi takut akan membuat Arga patah hati dengan sikapnya. Dengan tersenyum Vio pun segera menerima suapan dari Arga "Makasih" Ucap Via kemudian sembari mengunyah ayamnya.


"Eleh eleh si bucin yang gak bisa Mandang tempat kalo pacaran!" Ucap Widia yang lagi dan lagi geram bin kesal melihat kebucinan yang terjalin antara Vio and Arga.


"Iri bilang boss" Sambung Arga kemudian.


"Lagian buruan nikah, usia udah tua masih aja jomblo" Timpal Bagas kemudian yang padahal Bagas juga masih jomblo. "Iya gak Mia, Tama?" Tanya Bagas kemudian sembari melihat Mia dan Tama yang hanya diem-diem baek.


Mia dan Tama secara bersamaan hanya mengangkat bahunya acuh "Gatau" Jawab mereka bersamaan.


Mia segera menatap Tama dengan tatapan tajam seperti ingin membunuh.


Sedangkan yang lainnya justru senyum-senyum sendiri melihat keromantisan antara Mia dan Tama.


"Kayaknya ada pasangan baru nih" Ucap Aruni sembari melihat Mia dan Tama.


"Setuju gak sih kalo mereka jodoh" Sambung Vio kemudian.


Arga pun ikut mengangguk setuju dengan ucapan Vio "Aku setuju sama kamu sayang" Ucap Arga sembari tersenyum kearah Vio.


Vio pun juga membalas senyuman nya.

__ADS_1


"Maksud Lo apa ngikutin kata gue tadi!" Ucap Mia dengan nyolot. memang semenjak dikamar mandi tadi, emosinya jadi naik 180 derajat Celcius.


"Lo duluan yang ngikutin"


__ADS_2