Dijodohkan Dengan Tante-Tante

Dijodohkan Dengan Tante-Tante
Episode 9: Kamu Ingkar Janji!


__ADS_3

Namun, seketika senyuman itu mulai pudar saat seseorang memasuki mobilnya.


Vio segera mematikan layar Hp nya dan memasang wajah yang masih marah menahan amarah. Ia melipat tangannya didada dan lebih memilih untuk melihat jendela saja daripada melihat laki-laki yang ia benci.


"Habis chatting dengan pacarmu?"


"Bukan urusanmu!" Ucap Vio dengan ketus.


Mars hanya mampu menghela nafasnya. Ia kemudian segera menyalakan mesin mobilnya dan mulai melajukan mobilnya untuk mengantar Vio pulang kerumah.


Dalam perjalanan, tidak ada sama sekali percakapan. Padahal dia manusia itu sama-sama tidak ada yang tertidur.


Hingga Akhirnya Mars lebih dulu memulai percakapannya "Masih marah denganku Tan?" Mars melirik Vio yang masih stay melihat jendela diluar.


Vio masih memasang wajah marahnya. Nafasnya sudah tidak beraturan "Masih bertanya kenapa aku marah?!" Kini tatapan Vio beralih pada Mars yang sedang menyetir. "Kamu sudah lancang dengan menciumku tadi!"


Mars sekejap melihat Vio sembari terus fokus pada jalanan "Terus? Aku kan calon suami kamu Tan, kenapa marah?"


Vio mengepalkan tangannya "Lah? Situ lupa dengan perjanjian yang sudah disepakati? Eh, bocah ingusan! Kamu mau mengingkari janji kamu?! Awas jika sampai berani melakukannya lagi, aku tidak akan segan-segan untuk melakukan rencana pembunuhan padamu! Dan, perlu diingat, aku adalah perempuan milik orang lain" Ancam Vio yang tidak main-main pada Mars, seorang laki-laki yang dianggapnya bocah itu.

__ADS_1


Mars hanya tersenyum tipis mendengarnya, senyumannya sangat tipis hingga Vio pun tidak bisa melihatnya. "Aku? Mengingkari janji? Maaf Tan, tapi aku bukanlah laki-laki yang suka mengingkari janji"


"Lalu tadi? Perlu aku ingt-"


Ucapan Vio terpotong saat tiba-tiba Mars kembali berbicara.


"Diperjanjian bukannya tertulis perjanjian pernikahan saja? So, itu bukanlah masalah kan? Kita belum menikah, lalu aku menciummu karena dirimu sangat cerewet dan terus memberontak"


Vio menatap Mars dengan tatapan yang sulit diartikan. Memang benar jika perjanjian itu hanya tertulis untuk setelah menikah nanti, tapi...arghh sudahlah dia sangat kesal.


Vio akhirnya kembali diam dan memilih melihat jendela saja, ia lebih suka melihat jalanan dan para kendaraan yang lewat dan saling menyalip.


Beberapa menit berlalu, mobil yang ditumpangi oleh Mars dan juga Vio pun telah sampai dipekarangan rumah milik Vio.


Tanpa mengucapkan suatu kata apapun Vio pun berniat untuk membuka pintu mobil. Namun sialnya pintu mobil itu terkunci. Siapa lagi pelakunya kalau bukan bocah ingusan.


"Buka pintunya!" Demi apapun Vio malas untuk mengeluarkan suaranya. Tapi terpaksa karena melihat mars yang hanya duduk santuy dengan punggung yang disandarkan dikursi.


Mars tersebut tipis "Oh belum dibuka ya" Ucap Mars yang pura-pura tidak tau jika pintu mobil itu belum dibuka. Dengan segera Mars memencet tombol untuk membuka pintu mobil tersebut. "Bilang pada Om Haris, aku langsung pulang ya" Ucap Mars kemudian saat melihat Vio yang akan keluar.

__ADS_1


"Males!" Jawab Vio ketus. Lalu kemudian segera membuka pintu mobil dan turun, pergi meninggalkan mobil Mars.


Mars hanya menatap kepergian perempuan yang 4 tahun lebih tua darinya itu. Perempuan yang akan menjadi istrinya 3 hari lagi. "Hufh...Kenapa harus dia yang dijodohkan denganku ya tuhan..." Gumam Mars yang merasa tidak cocok dan bukan sama sekali kriteria nya. Ia lebih suka perempuan yang bertutur kata lembut, halus, dan anggun. Berpakaian seperti perempuan pada umumnya dan yang pasti bukan perempuan yang lebih tua darinya dan memiliki pacar!.


Namun, yang bisa Mars lakukan hanya pasrah. Niat hati ingin move-on malah berakhir seperti ini. Harusnya dia tidak pernah menerima perjodohan ini dan memilih fokus karier saja, lalu cari perempuan yang masuk kedalam kriteria dirinya. Namun nasi sudah menjadi bubur, pernikahan sudah dipersiapkan dan sudah didaftarkan dikantor KUA, tidak mungkin jika tiba-tiba Mars membatalkannya atau kabur saat akan mengucapkan ijab qobul.


Mars pun akhirnya kembali duduk tegak dan mulai menyalakan mesin mobilnya. lalu segera menjalankan mobilnya pergi meninggalkan kawasan rumah Vio.


*


*


"Vi, sudah pulang?" Tanya Haris saat melihat putrinya masuk kedalam rumah dengan wajah yang cemberut. Saat ini Haris sedang berada diruang keluarga, menonton televisi.


Vio berhenti sejenak "Iya" Jawab Vio singkat.


"Mars tidak mampir dulu?" Tanya Haris lagi.


"Dia bilang langsung pulang" Jawab Vio dengan malas. Lalu kemudian segera pergi meninggalkan sang Papa.

__ADS_1


Haris hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah sang anak. "Papa yakin, suatu saat kamu akan jatuh cinta pada Mars. Bahkan sampai menjadi bucin akut pada Mars" Gumam Haris yang merasa sangat yakin dan bisa menerawang masa depan anaknya.


__ADS_2