Dijodohkan Dengan Tante-Tante

Dijodohkan Dengan Tante-Tante
Episode 32: Ke luar kota


__ADS_3

"Kamu bercanda? Ihh kamu pikir aku ibu kamu!"


"Plisee, kan aku suami kamu" Ucap Mars sembari menatap lekat mata istrinya.


"Mars, kamu masih inget kan sama perjanjian kita?" Tanya Vio sekarang yang juga menatap suaminya. Vio tidak ingin jika nanti akan semakin kemana-mana dan malah melewati batas perjanjian yang sebelumnya sudah ditentukan dan disepakati.


Mars segera melepas tangannya yang menggenggam tangan Vio, dan segera turun dari at as tubuh Vio. "Maaf" Ucap Mars kemudian.


Vio lalu segera bangkit dan duduk kemudian merapikan bajunya yang berantakan. Ia tersenyum pada Mars "Iya, aku maafin. Aku taro piring kebawah ya"


Mars kini mengangguk dan membiarkan Vio pergi tanpa harus menahan Vio kembali.


*


Sekitar 30 menit berlalu, Makanan yang sebelumnya dipesan online pun sudah datang.


Vio kembali membawanya kekamar Mars untuk memberikannya pada Mars.


Ceklek,!


Mars yang sebelumnya tiduran dan memejamkan matanya kini bangun saat mendengar pintu kamarnya dibuka.

__ADS_1


"Makanan nya udah sampe"


Mars kini mencoba untuk duduk. Untunglah dia bisa sekarang.


"Mau aku suapin?" Tanya Vio yang kini menawarkan.


Tentu saja Mars tidak mau menyia-nyiakan nya. Ia pun mengangguk "Mau lah"


Vio tersenyum melihat Mars yang sepertinya sangat bahagia. Ia pun segera duduk disamping Mars dan memegangi piring yang berisi berbagai macam lauk yang ia pesan di online.


"Enak?"


Mars mengangguk "Iya"


*


Selesai makan, Vio segera meletakkan piringnya dinampan dan memberikan air putih pada Mars.


Mars segera meminumnya sampai habis. "Vi, aku mau izin sama kamu"


"Izin kemana?" Tanya Vio yang saat ini menatap wajah Mars.

__ADS_1


"Aku ada proyek diluar kota selama satu bulan kedepan. Kamu gak papa kan kalo aku tinggal?" Tanya Mars yang sebenarnya juga merasa keberatan dengan semuanya. Masa baru 3 hari pernikahan sudah meninggalkan istrinya sendiri dirumah.


Begitupun dengan Vio. Entah kenapa dia merasa keberatan dengan semuanya. Terlebih Mars pergi selama 1 bulan. Bukannya itu terlalu lama? Tapi, inikan juga untuk perusahaan nya, dia juga sebenarnya masih belum bisa berhak penuh atas mengatur Mars ini dan itu, karena kan Vio belum menentu apakah sudah mencintai Mars atau belum.


Vio kemudian mengangguk setuju "Aku izinin kamu Mars. Kamu baik-baik disana ya,"


Mars dapat melihat wajah Vio yang seperti ingin menangis. Ia kemudian menggenggam tangan Vio dengan erat.


Vio membiarkan nya, karena memang dia menginginkan genggaman itu dari Mars.


"Kalo proyek pembangunan cabang aku udah selesai, aku akan langsung pulang"


Vio tersenyum paksa. "Iya", Jawabnya dengan mengangguk kecil dan percaya dengan ucapan Mars.


"Tenang aja, kamu aku bolehin untuk ketemu sama Arga. Yang penting jangan ngelakuin hal-hal aneh dan melanggar hukum ya sama kekasih kamu"


Mereka berdua kini saling menatap dan menggenggam tangan.


"Aku enggak mau ngekang kamu untuk nurut banget sama aku. Aku yakin, hati enggak akan salah memilih. Takdir tuhan juga enggak akan berubah. Kalo emang kita ditakdirkan untuk bersama, itu artinya ya suatu saat kita akan bersama walaupun terbentang waktu. Kalo memang kita enggak takdir, ya artinya kita memang jalannya sampe sini aja"


Malam itu, Vio membantu Mars untuk membereskan semua baju-baju kedalam koper. Hampir semua Vio masukkan kedalam koper, karena memang bajunya masih sedikit dilemari. Begitupun dengan Mars yang juga ikut membantu memasukkan pakaian dal am nya kedalam koper.

__ADS_1


Malam ini badan Mars sudah mulai membaik, jadi besok dia akan berangkat ke bandara untuk terbang keluar kota.


__ADS_2