
"Mau ke kantor?" Tanya Vio saat melihat Mars yang sudah rapi dengan jas kantornya.
"Iya, doa kan semua lancar sayang"
Vio tersenyum malu mendengar perkataan Mars yang memanggilnya dengan sebutan sayang. Oh...Vio merasa pipinya sekarang sudah seperti tomat matang.
Saat ini mereka sedang berada ditangga. Kebetulan tidak sengaja bertemu saat Vio ingin kebawah karena lapar dan ingin makan.
"Kamu mau kemana?" Tanya Mars.
"Sarapan. Kayaknya mie tadi malem udah hilang diperut aku" Jawab Vio sembari mengelus perutnya.
Mereka pun kemudian turun dari tangga berbarengan dengan Mars yang sudah rapi untuk kekantor, sedangkan Vio yang masih menggunakan pakaian tidur karena hari ini tidak kemana-mana, dan mungkin dia akan menyelesaikan beberapa desain cover yang belum selesai.
Sesampainya dimeja makan, Mars kemudian menepuk jidatnya. Hal itu dilihat oleh Vio.
"Kenapa?" Tanya Vio dengan heran melihat Mars yang seperti itu.
"Aku lupa suruh orang buat belanja makanan dan kebutuhan sehari-hari kita" Sebenarnya tadi malam setelah dia selesai memakan mie nya, mars berniat untuk menelepon orang suruhannya untuk berbelanja kebutuhannya sehari-hari karena stok sudah habis.
"Ya udah, kamu makan diluar aja masih sempat kan?" Usul Vio kemudian.
"Gimana sama kamu?"
"Gampang, pesen go food banyak"
Mars pun setuju dengan usulan Vio "Kalo gitu aku pamit ya. Kalo ada apapun jangan lupa telepon"
Vio tersenyum mengangguk "Oke" Dengan segera Vio pun mencium tangan suaminya.
__ADS_1
Namun, sebelum Mars pergi, Vio kembali berbicara hingga membuat mars urung.
"Mars" Panggil Vio kemudian yang hanya dijawab melalui tatapan. "Aku mau izin sore ini untuk pergi sama Arga"
Deg...!
Mars yang sebelumnya tersenyum itu seketika senyumannya memudar mendengar penuturan Vio yang meminta izin padanya untuk pergi bersama pria lain. Cemburu? Sakit hati? Tentu saja iya, suami mana yang rela mengizinkan istrinya untuk pergi bersama pria lain selain dirinya, terlebih itu adalah pria yang istrinya cintai. Tapi, mau bagaimana mana lagi? Tantangan dan syaratnya sebelumnya seperti ini, jadi mau tidak mau Mars pun mengizinkan nya.
"Iya. Hati-hati" Timpal Mars kemudian. Ia masih berusaha tersenyum diatas kepedihan yang ada.
Vio semakin melebarkan senyumnya "Makasih ya Mars"
Sebelum benar-benar pergi. Mars lebih dulu berkata pada Vio.
"Sayang. Aku boleh minta sesuatu sebelum kamu nanti pergi dengan pacar kamu?"
Vio menatap Mars kemudian mengangguk pelan "Apa?."
Vio tersenyum menunduk mendengar permintaan yang dilontarkan oleh Mars. Kemudian kembali mengangguk pelan "Iya, aku janji enggak akan ngelakuin hal diluar batas sama Arga. Aku akan tunggu selama 3 bulan itu"
*
*
Didalam mobilnya Mars tidak hentinya terus memikirkan Vio yang nanti akan pergi bersama pacarnya. Dia takut jika Vio nanti akan berbuat yang tidak-tidak bersama pacarnya, Mars juga tentu cemburu berat. Namun apa boleh buat? Yang bisa Mars lakukan hanya mengikhlaskan dan menerima dengan lapang dada.
"Tuan, kita jadi mampir ke restoran?" Tanya Rico, laki-laki berusia 30 tahun yang saat ini sudah mulai bekerja menjabat sebagai asisten pribadi dari Tuan Mars itu.
Mars seketika pun beralih menatap kaca depan yang dimana terlihat wajah sang asisten. "Tidak. Sekarang aku adalah pemimpin, dan sebagai pemimpin aku tidak boleh terlambat masuk kekantor. Soal sarapan aku bisa memesan online saja"
__ADS_1
Rico pun mengangguk mengerti, kemudian segera menambah kecepatan mobilnya menuju kantor.
Sekitar 30 menit perjalanan, mobil berjenis MBW itu telah sampai disebuah perusahaan (CHW Group) cabang dengan 17 lantai itu. Ini adalah cabang yang ke 6 namun satu-satunya diIndonesia. CHW Group itu seluruhnya memiliki 10 cabang dengan negara yang berbeda-beda dan salah satunya ada diIndonesia. CHW Group adalah perusahaan yang mendirikan sebuah pabrik kaca gelas serta perabotan kebutuhan rumah tangga. Tentu saja produknya sudah terkenal dikalangan masyarakat Indonesia serta negara yang lain, bukan hanya untuk masyarakat kalangan atas saja, tapi juga untuk masyarakat kalangan bawah karena harganya terjangkau dan kualitas terjamin pastinya.
Dengan wajah yang dingin dan datar, Mars segera keluar dengan gagah. Yang dimana membuat karyawan yang sedari tadi menunggu untuk menyambut kedatangan sang pemimpin baru itu terpana akan ketampanan Mars. Bagaimana tidak? Wajah Mars yang seperti idol oppa-oppa Korea tentu siapa saja dapat meleleh karenanya.
"OMG, rasanya kaya lagi kedatangan idol Korea tau gak"
"Ohh...ya ampun mirip taehyung sumpah. Fikss bias gue ganti jadi Tuan Mars aja"
"Mulai sekarang idola ku adalah Tuan Mars!"
"Oppa Korea ku... serasa bisa digapai deh kalo gini"
"Makin semangat kerja kalo gini. Tuan Rico yang datarnya minta ampun aja udah buat aku jadi semangat kerja, apalagi ini yang gantengnya ganteng bangetttt"
"OMG...Mereka berdua kaya adek kakak. Tuan Rico tampan tapi galak, sedangkan Tuan Mars ganteng tapi ganteng. Bias ku bertambah deh"
"Tuan Rico and Tuan Mars lelaki paling perfect"
Begitulah kira-kira isi hati para karyawan saat melihat kedatangan mantan pemimpin perusahaan dan juga pemimpin perusahaan baru.
"Selamat pagi semuanya. Perkenalkan ini adalah Tuan Mars Chanwo, pemimpin perusahaan cabang yang baru. Dia adalah anak pertama dari Mr. Jim" Pinta Rico yang saat ini sedang berada disamping Mars dan memperkenalkan Mars pada seluruh karyawan.
"Sementara saya. Saya telah berpindah tugas menjadi asisten pribadi Tuan Mars. Namun, pimpinan serta tanggung jawab, saya juga ikut dalam penyelenggaraan nya"
Para karyawan yang mendengar pun hanya bisa mengangguk dengan penjelasan dari Tuan Rico. Laki-laki dingin nan disiplin dan kadang marah jika karyawan melakukan kesalahan sedikit saja.
"Ehem... Selamat pagi. Saya adalah Mars yang akan pemimpin perusahaan ini mulai sekarang. Jadi, saya mohon kerjasamanya untuk membangun agar nantinya perusahaan cabang ini semakin berkembang luas diIndonesia"
__ADS_1
Mendengar itu para karyawan pun segera bertepuk tangan. Kemudian ada salah satu yang bertugas untuk memakaikan bunga kalung itu pada Tuan Mars sebagi penyambutan pemimpin baru.
Selang beberapa waktu, acara penyambutan pun selesai dan pekerjaan kembali ke yang semula. Mars pun segera pergi menuju ruangannya yang ada dilantai paling atas. Diikuti juga oleh sang asisten pribadi Rico.