Dijodohkan Dengan Tante-Tante

Dijodohkan Dengan Tante-Tante
Episode 50: Mau mulai dari awal?


__ADS_3

"Maaf...saya lancang peluk kamu" Ucap Mars kemudian setelah baru menyadari bahwa dia tidur memeluk Vio. Padahal memang semalam sengaja memeluk Vio karena dirinya sulit tidur selama ini, tapi nyatanya baru lima menit memeluk Vio malah langsung kebablasan tidur.


Vio berbalik menatap suaminya. Posisi mereka hanya berjarak sekitar 75 centi karena Mars yang mundur.


"Sekarang bilang sama aku, apa yang buat kamu marah sama aku? Awalnya bukan karena darah keper*wanan kan?"


Mars tiba-tiba ngelag dengan pertanyaan dari Vio, "Maksutnya?"


"Kamu liat apa dirumah pondok waktu itu?" Tanya Vio.


Bukannya menjawab, Mars justru bangun dari tidurnya dan memilih untuk turun dari ranjang. Ia tidak mau membahasnya sekarang, karena jika membahasnya itu akan membuatnya teringat kembali dan sakit hati, padahal tadi malam baru saja ia mengatakan untuk belajar memaafkan dengan semuanya.


Vio yang melihat kepergian Mars justru dibuat kesal lantaran tidak menjawab lebih dulu pertanyaan nya. Dia sangat tidak mau dianggap sebagai perempuan murahan yang sedang melakukan ciu*an itu, padahal Vio tidak pernah melakukannya sama sekali dengan Arga.

__ADS_1


"Mars, jawab pertanyaan aku" Ucap Vio yang membuat mars mengurungkan niatnya un6ke kamar mandi.


Mars berbalik menatap Vio, "Enggak ada yang perlu dijelaskan. saya enggak mau mengingat itu lagi, mari kita mulai dari awal walaupun sudah lebih dulu sakit, namun karena rasa cinta saya yang ternyata sudah menjadi milik kamu maka saya putuskan untuk memaafkan semua kesalahan kamu" Setelah mengucapkannya Arga pun pergi menuju kamar mandinya untuk membersihkan diri.


*


"Mars aku mau-"


"Kita makan" Potong Mars yang saat ini mereka sudah berada dimeja makan.


"Saya laper dan pengen cepet sarapan. Jangan ajak bicara" Potongnya lagi yang benar-benar tidak ingin membahasnya.


Vio pun akhirnya mengalah dan..."Mars!" Panggil Vio lagi.

__ADS_1


"Sudah saya bilang jangan bahas lagi" Sambung Mars yang benar-benar kesal.


Vio pun menatap piringnya yang sudah terisi oleh nasi dan lauknya. Mulutnya sedikit ia monyongkan saat melihat sarapan itu begitu menggoda, tapi sayang Vio tidak bisa mencicipinya.


Mars yang sudah makan sebanyak tiga suap pun menatap Vio sejenak yang ternyata hanya diam saja menatap makanan itu, "Kenapa cuman ditatap?"


"Kan aku Huek...!" Jawab Vio yang memperagakan suaranya saat mual-mual.


Mars pun menghentikan kunyahan makanan yang ada didalam mulutnya. Ia baru teringat jika Vio sedang hamil dan akan mual jika makan, tapi, kenapa bisa terjadi? Kenapa harus dia yang menyuapi Vio, apakah ini adalah suatu bukti bahwa janin yang ada didalam kandungan Vio adalah anaknya?


"Maaf...saya lupa kalau kamu bakal mual. Mau disuapin?" Tawar Mars kemudian.


Vio menatap Mars dengan mata berkaca-kaca "Kita beneran kan mulai dari awal?" Tanya Vio memastikan. Ia sudah tidak marah lagi dan membenci Mars lagi sekarang, karena dia tau apa yang menyebabkan Mars seperti ini, yang ternyata itu hanyalah kesalahan pahaman saja. Ini juga setengah kesalahan nya karena masih menjalin hubungan dengan Arga saat pernikahan sudah dilaksanakan.

__ADS_1


Mars mengangguk"Iya, saya bakal terima kamu dan mulai dari awal." Kini Mars yakin bahwa rasa ego itu akan kalah dengan rasa cintanya yang begitu besar untuk Vio. Nyatanya hidup tanpa seorang Vio Mars terasa hampa, jika dihitung-hitung sudah dua bulan lebih dia pisah dengan Vio, pantas saja Mars merasa jiwanya mati.


"Ya udah mau disuapin" Jawab Vio manja, mungkin efek bumil. Walaupun bahasa Mars masih menggunakan saya dan kamu, bukan kamu dan aku tapi tidak apa-apa, setidaknya pernikahan ini selamat. Makasih ibu hakim udah kasih waktu tiga hari buat memikirkannya...


__ADS_2