Dijual Suamiku

Dijual Suamiku
Tangung jawab 2


__ADS_3

Sejak Carolline pulang kerumah orang tuanya, Nicole begitu sulit untuk menemui wanita itu, apalagi sekarang dirinya harus menghadiri surat panggilan dari kepolisian, Nicole benar-benar merindukan wanita itu mekipun hanya melihatnya setidaknya bisa membuatnya menjadi lebih baik meksipun akan menjadi penghuni jeruji besi.


Nicole di dampingi dengan pengacaranya memenuhi panggilan pihak berwajib, pria itu akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan, Nicole tidak akan lari dari jerat hukum karena dirinya memang mengaku salah.


Sedangkan Demas harus mendapat paksaan ketika pria itu mencoba untuk berkelit, saat pulang dari Mall bersama Jane, pria itu sudah ditunggu polisi didepan rumah kedua orang tuanya.


Malik juga menghubungi pengacaranya untuk mendampingi putranya, meskipun kemungkinan kecil untuk Demas lepas dari jerat hukum. Tapi mereka akan berusaha sebisa mungkin.


Sampainya di kantor polisi, Demas hanya menatap Nicole malas, entah kenapa dirinya begitu ingin memukul wajah pria sombong dan berkuasa itu. Gara-garanya tergiur dengan uangnya, dirinya sampai berbuat jahat kepada istrinya.


Semua bukti yang polisi dapatkan memang benar adanya, tidak ada yang membela diri karena memang semua melakukan itu dengan sadar.


Nicole hanya di temani kuasa hukumnya. "Saya akan laporkan perkembangan kasus anda dengan tuan Xander." Ucap kuasa hukum Nicole.

__ADS_1


Pria itu hanya mengangguk. Kini dirinya di tetapkan sebagai tahanan dan menunggu sidang putusan hakim lusa.


Begitu juga dengan Demas malam ini keduanya akan menjadi penghuni sel. Meksipun begitu Nicole tampak tenang tidak ada beban berta yang dia pikirkan, hanya saja perusahaan miliknya untuk sementara akan di ambil alih oleh daddy-nya.


Mereka akan membuat Nicole seolah-olah sedang melakukan perjalanan bisnis, karena kasus ini memang di tutup rapat oleh Xander Daddy Nicole.


Sedangkan Demas tampak frustasi, pria itu tidak pernah membayangkan akan hidup di dalam sel seperti ini, apalagi untuk benar-benar tinggal. Demas menatap ruangan 4x4 itu, tubuhnya bergidik membayangkan rasa dingin tidur di lantai.


Jika Demas merasa tertekan, lain hal nya dengan Nicole, pria itu begitu santai dan tenang, tempat yang Nicole tinggali berbeda dengan tempat Demas, pria itu ditempatkan di tempat khusus untuk orang-orang berduit seperti Nicole.


Carolline sudah sampai di rumah neneknya, wanita itu begitu menikmati hidupnya di sana.


"Nona anda ditunggu nyonya di meja makan." Ucap pelayan rumah neneknya.

__ADS_1


Carolline hanya mengangguk dan tersenyum, wanita itu meninggalkan sejenak pemandangan yang begitu memanjakan matanya itu.


"Kenapa kamu betah sekali di luar." Ucap nenek Carolline.


"Udaranya begitu menenangkan nek, aku betah." Jawab Carolline sambil duduk di kursi samping neneknya.


"Aku harap kamu betah di sini, agar nenek tidak kesepian." Ucap wanita renta itu.


Carolline hanya tersenyum. "Tentu, karena mulai sekarang aku akan menemani nenek."


Carolline memutuskan untuk resign dari pekerjaannya, dirinya sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya lewat email. Carolline hanya ingin mencari ketenangan dalam dirinya, tidak ingin mengingat masalah yang membuatnya begitu sakit dan hancur.


"Nenek senang mendengarnya."

__ADS_1


Keduanya makan dengan santai, di selingi obrolan ringan yang hangat.


Dan semoga saja Carolline bisa melupakan apa yang dia alami, setidaknya tidak terus menerus terjebak dalam ingatan menyakitkan itu.


__ADS_2