
Kring....kring....kring.....
Ponsel Petter berdering.
"Hallo" ucap Petter
"Aku ingin bertemu dengan mu, ini soal Olivia. Temui aku di XXX" ucap Alexander lalu memutuskan sambungan telepon.
"Dasar mafia tidak sopan" umpat Petter lalu segera pegi ke tempat yang disebutkan Alexander.
15 menit kemudian Petter dan Alexander sudah berhadapan.
"Kamu tahu Olivia berada di rumah ku?" Tanya Alexander
"Apa?? Pasti Alyne yang memberi dia izin menemui mu" jawab Petter
"Kamu tahu apa yang diminta Olivia pada ku? Karena kamu tidak setuju kami untuk menikah?" Tanya Alexander
"Apa permintaan Oliv? Apa dia ingin kawin lari dengan mu? Kamu jangan berani membawa putriku Alexander" ucap Petter
"Dia memintaku untuk bercinta dengan nya Petter. Jika dia hamil kamu pasti akan setuju kami menikah. Bagaimana? Apa aku harus menuruti keinginan nya? Toh selama ini aku menahan nafsu ku untuk menyentuh nya. Dan ternyata Olivia menawarkan tubuh nya pada ku. Hahahaha apa yang harus aku lakukan?" Ucap Alexander
Petter memegang kerah Alexander
"Jangan pernah kamu menyentuh putri ku Alexander" ucap Petter
Alexander melepaskan tangan Petter dari kerah nya.
"Semua tergantung pada mu Petter. Paksa ingatan mu untuk mengingat masa lalu sebelum aku benar-benar menyentuh putri mu." Ucap Alexander lalu dia meninggalkan Petter
"Aaaahhhh Shi*." Umpat Petter. Dia pun segera ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan nya.
Dalam perjalanan ke rumah sakit Petter menelpon Olivia.
tut....tut....
"Hallo Dad" ucap Olivia
"Nak kamu di mana?" Tanya Petter pura-pura tidak tahu.
"Aku di rumah Alexander Dad" jawab Olivia
"Dady baru saja bicara dengan Alexander dia meyakinkan Dady nak. Kamu tidur di apartemen ya, kita bicara soal pernikahan kalian besok" ucap Dady
"Sungguh dad?" Tanya Olivia tidak percaya
"Iyaaa. Kamu pulang ke Apartemen ya, Dady masih ada urusan di luar dan tidak perlu menunggu Dady katakan sama Mom" jawab Petter
"Iya Dad. Aku pulang sekarang" ucap Olivi
"Hmmm" Petter memutuskan sambungan telepon.
π€π€π€π€π€π€
Alexander ke markas dan tidak kembali ke Vila. Dia tidak mau bertemu dengan Olivia.
Ting pesan masuk di ponsel Alexander.
π©βπΌaku gak tahu apa yang kamu katakan pada Dady sehingga Dady menyetujui pernikahan kita. Tapi terimakasih kamu selalu membuktikan ucapan muπ Aku pulang ke Apartemen sekarang. Sampai jumpa besokππ
π¨βπΌiya sayang. Aku juga masih ada urusan maaf aku tidak bisa mengantar mu. Kamu suruh James untuk mengantar mu ya.
π©βπΌgak apa-apa kok. Iya aku minta diantarin sama James. Love youππβ€β€
π¨βπΌLove you tooπππππππ
"Petter pasti sudah menelpon nya. Baguslah supaya dia tidak perlu menunggu ku." Ucap Alexander
__ADS_1
Tok...tok.....
"Masuk" ucap Alexander dari dalam ruangan nya.
Ceklek....Jack membuka pintu lalu menutup nya kembali.
"Dari mana saja kamu? Yang lain bilang kamu dari pagi tidak ke Markas?" Tanya Alexander
"Maaf bos. Saya di rumah sakit jagain Aghata lalu saya bertemu dengan George" jawab Jack
"Apa dia mengatakan sesuatu soal Petter?" Tanya Alexander
"Tidak Bos, tapi baru saja dia menelpon kalau Petter ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan nya agar dia mengingat masa lalu lagi. Dan George disuruh untuk melakukan sesuatu agar Olivia membenci bos" jelas Jack
"Bagus. Ternyata ucapan ku tadi membuat nya takut dan langsung bertindak. Hahaha apa yang akan dilakukan George? George bukan lawan ku dan Olivia pun tidak mudah terprovokasi dengan orang asing" ucap Alexander
"Mmm, apa masih ada yang bos tanyakan?" Tanya Jack
"Emang kenapa? Bukankah kamu yang harus nya melapor pada ku? Kenapa malah bertanya?" Tanya Alexander
"Maaf bos. Hanya itu informasi yang saya dapat. Jika sudah tidak ada lagi saya izin keluar bos" jawab Jack
"Menemui Wanita nya George?" Tanya Alexander
"Iya bos. Dia masih di rumah sakit sekarang" jawab Jack
"Hmm pergilah. Oh ya kamu jangan sampai jatuh cinta pada nya aku tidak mau melihat mu kecewa" ucap Alexander
"Iya bos. Makasih atas perhatian nya. Saya pergi dulu" ucap Jack lalu keluar dari ruangan Alexander
10 menit kemudian Jack sudah sampai di rumah sakit. Dia langsung menuju ruangan Aghata.
Jack kaget kalau Aghata sudah pulang dan menolak untuk tetap di rumah sakit.
π¦π¦π¦π¦π¦π¦
Camille melihat sekilas wajah Olivia di mobil yang melewati nya.
"Itu kan Olivia? Senang bangat hidup nya naik mobil mewah dan di antarin pula sama supir. Pasti pacar nya kaya bukan seperti Thomas. Di dalam pikiran nya hanya Se*. Dasar pria brengsek. Ini juga kenapa mobil ku mogok, sial" ucap Camille
Camille mengambil ponsel lalu menelpon bengkel langganan nya untuk memperbaiki mobil nya. ternyata bengkel tidak buka karena cuti, Camille pun mengirim pesan pada Thomas.
π±ββοΈ aku baru saja melihat Olivia naik mobil mewah dan di supirin. Waaawwwww pasti dia sangat bahagia dengan pacar nya sekarang. Selain tampan tapi kaya juga dan perhatian. Bukan seperti pria lain yang otak nya hanya se*. Aku pun seperti nya tahu Olivia mau kemana.
Klik.......Thomas membuka pesan dari Camille sambil mengepalkan tangan nya.
"Berani sekali dia menyinggungku dan membandingkan aku dengan seorang mafia" ucap Thomas
π±ββοΈDi mana kamu?
π±ββοΈaku di XXX
"Dia pasti akan datang ke sini. Hahahahah dasar tahu informasi soal Olivia saja langsung ke sini...." ucap Camille kesal
5 menit kemudian mobil Thomas berhenti di belakang mobil Camille terparkir.
"Hai...." sapa Camille
"Kamu melihat Olivia ke mana? Apa dia bersama pacar nya?" Tanya Thomas
"Oh kamu ke sini hanya menanyakan itu? Tapi maaf aku gak mau kasih tahu dengan gratis" jawab Camille
"Apa mau mu?" Tanya Thomas
"Perbaiki mobil ku. Bengkel langganan ku sedang cuti hari ini." Ucap Camille
__ADS_1
Thomas pun langsung memperbaiki mobil Camille.
Kurang lebih 15 menit Thomas mengotak-atik mesin mobil akhirnya sudah bisa juga.
"Apa kamu belum move on dengan Olivia? Kamu mau saja melakukan apa yang aku suruh demi dia" tanya Camille
"Sekarang katakan di mana Olivia pergi" ucap Thomas
"Aku hanya melihatnya ke arah sana" ucap Camille lalu ia hendak masuk mobil tapi ditahan Thomas dan menarik nya.
"Kamu sangat tampan sayang" ucap Camille
"Jangan buat aku marah. Katakan dengan jelas ke mana Olivia pergi" ucap Thomas
"Ya mana aku tahu. Aku hanya duduk di sini lalu dia lewat. Udah gitu aja. Kamu aja yang bodoh langsung ke sini" ucap Camille
Thomas mendorong Camille tapi Camille dengan sekuat tenaga bertahan lalu mencium Thomas.
"Aku mencintai mu Thomas." Ucap Camille
"Tapi aku hanya mencintai tubuh mu" ucap Thomas lalu mencium Camille dengan kasar.
"Mmmmmm mmmmm Thomas....." teriak Camille
"Aku akan buktikan ucapan mu kalau dalam otak ku hanya Se* doang" ucap Thomas lalu mencium leh*r Camille.
"Shi*......." Camille mendorong Thomas lalu dengan cepat masuk mobil dan melajukan mobil nya.
"Dasar wanita jala**. Kamu yang mencium ku terlebih dahulu saat aku membalas nya kamu malah menolak ku."
"Aku harus mencari tahu tempat tinggal Olivia"
Ucap Thomas
β€π€β€π€β€π€
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1