
"Aline mau kah kamu menjadi kekasihku, pertama kali aku melihatmu, aku sudah jatuh hati padamu." Ucap Nicole dengan segala kesungguhannya.
Carolline tentu saja terkejut mendengar ucapan bos nya itu, dirinya tidak menyangka jika Nicole akan menaruh perasaan padanya.
"Sir, em Nicole ini-"
Nicole menggenggam tangan Carolline, pria itu menatap wajah cantik Carolline dengan tatapan sungguh-sungguh.
"Aku mencintaimu." Ucap Nicole.
Perlahan Carolline menarik tangannya dari genggaman Nicole, "Maaf, tapi aku tidak bisa."
Mendengar itu tatapan lembut Nicole menjadi datar dan dingin, Carolline menyadari perubahan itu, dirinya mulai was-was melihat perubahan Nicole.
Hingga sampainya di kamar hotel, Carolline hanya diam tanpa kata, ingin rasanya dirinya cepat pulang untuk menghindari Nicole, karena Carolline benar-benar tidak nyaman.
Karena terlalu berpikir keras, Carolline memilih untuk memutuskan berendam di bathtub, wanita itu melucuti semua pakainya dan segera masuk kedalam kamar mandi.
Tanpa di duga, Nichole juga masuk, tidak sulit untuknya masuk meksipun sudah di kunci.
Karena tidak ada di kamar, Nicole hanya melihat pakaian Carolline tadi tergelatak di lantai depan pintu kamar mandi itu berarti wanita itu sedang berendam.
Senyum smirik Nicole muncul, dan dengan cepat dirinya juga melepaskan pakaiannya.
__ADS_1
"Nicole!!"
Pekik Carolline saat melihat Nicole berdiri disamping bathtub, bahkan pria itu hanya mengenakan ****** ***** pendek nya saja.
Carolline sudah gemetar melihat tatapan Nicole yang sudah di kuasai napsu, pria itu menatapnya seperti mangsa.
"Nicole jangan lakukan, jika kau tidak ingin aku benci." Ucap Carolline dengan panik dan wajah pucat karena ketakutan.
"Tidak ada yang bisa menolak ku, terutama kamu Aline." Nicole yang sudah diliputi gairah, menatap lapar Carolline yang bersembunyi di balik busa tebal.
"Nicole jangan." Carolline sudah menangis, ingin kabur dirinya tidak memakai apapun.
Nicole mengangkat tubuh Carolline, membuat wanita itu berontak dan memukuli dada Nicole sekuat tenaga.
Bugh
Carolline dilempar di atas ranjang, tatapan Nicole sudah gelap dengan hasrat yang membuncah, melihat tubuh molek Carolline.
Emph
Nicole membungkam mulut Carolline dengan ciuman penuh hasrat, pria itu tidak memberikan kesempatan untuk Carolline melawan, tenaganya jelas lebih besar dari Carolline.
Hingga saat sudah puas bercumbu, Nicole mendaratkan bibirnya di bagian daging kenyal Carolline.
__ADS_1
"Nicole hentikan!"
Carolline tak hentinya menangis, matanya mencari sesuatu untuk bisa melindungi dirinya, hingga Carolline melihat lampu tidur di atas nakas, tangannya bergerak agar bisa menggapai lampu itu.
Nicole yang sudah di kuasai gairah terus saja melakukan aksinya. Dirinya tidak perduli dengan tangisan Carolline.
Bugh
Arrghh..
Nicole memegang kepalanya, pandanganya tiba-tiba mengabur dan gelap seketika.
Carolline menangis dengan tubuh bergetar, takut tentu saja. Sekarang dirinya harus menyelamatkan diri.
Setelah kejadian itu, Carolline resign dari perusahaan Nicole, kejadian Nicole yang ingin melecehkan nya membuat Carolline memilih kebencian terhadap pria itu.
Flashback off
Jika saja Nicole tidak melakukan pelecehan itu, mungkin Carolline tidak akan membenci pria mantan bos nya itu.
Dan sekarang dirinya malah terjebak dengan pria yang dia benci. Sungguh menyedihkan dirinya yang menjadi korban dua pria yang sangat egois, dirinya seperti barang yang bisa dilempar kesana dan kesini.
"Tuhan, aku begitu menjijikkan."
__ADS_1
Dengan mengumpulkan keberanian, Demas masuk kedalam rumah orang tuanya, pria itu masuk dan langsung mengatakan tatapan tajam dari kelurganya.