
Senyum kemenangan tergambar di wajah Alexander.
"Kamu tidak bisa main-main dengan ku Petter" batin Alexander
Alexander masuk ke kamar Olivia.
"Gimana?" Tanya Olivia
"Aman sayang." Jawab Alexander
Olivia langsung memeluk Alexander.
"Aaaahh aku senang bangat. Tunggu apa yang kamu katakan pada Dady sehingga dia merestui hubungan kita?" Tanya Olivia lalu menguraikan pelukan nya.
"Secret....." jawab Alexander
"Dasar....." Olivia memukul dada bidang Alexander
"Sakit sayang. Aku antar ke Apartemen ya" ucap Alexander
"hmmm" Olivia mengangguk
12 menit kemudian Alexander dan Olivia sudah berada di depan pintu Apartemen.
Cekleeeekkkkk.
"Eh Alexander" ucap Mom
"Dady mana Mom?" Tanya Olivia
"Baru aja keluar." Jawab Mom Alyne
"Kalian Mom tinggal ya mau lanjutin keringin rambut" ucap Mom Alyne
"Iya Mom" ucap Olivia
"Seperti nya Mom kamu baru saja......" Alexander menggantung ucapan nya.
"Kamu ya...ohya kamu mau minum apa?" Tanya Olivia
"Aku mau lihat kamar kamu" jawab Alexander
"Ohhhh yuk. Barang aku gak terlalu banyak sih" ucap Olivia
Cekleeeekkkkkk Alexander masuk ke dalam kamar Olivia
"Apa kamu butuh sesuatu sayang??" Tanya Alexander
"Mmm gak ada" jawab Olivia
Alexander mengambil dompet nya lalu memberikan sebuah Card ATM pada Olivia.
"Nih kamu bisa gunakan untuk kebutuhan kamu dan orang tua kamu selama di sini" ucap Alexander
"Gak usah. Kam......"
"Udah kamu wanita ku sayang dan memberikan 1 kartu pada mu tidak membuat ku miskin" potong Alexander
"Mmm baiklah kalau kamu maksa" ucap Olivia lalu mengambil kartu ATM itu.
__ADS_1
"Makasih ya kamu terlalu banyak membantu ku" ucap Olivia
Alexander memegang bahu Olivia.
"Aku akan melakukan apa pun untuk membahagiakan kamu sayang" ucap Alexander
CUP........Olivia mengecup bibir Alexander
"Makasih sayang" ucap Olivia
Alexander menarik tengkuk Olivia lalu meluma* bibir Olivia dengan ganas. Olivia pun membalas serangan yang tiba-tiba dari Alexander.
Ceklek......Mom Alyne membuka pintu kamar Olivia
"Uppppsss Sorry....." ucap Mom Alyne
Alexander dan Olivia langsung mengehentikan ciuman panas itu dan salah tingkah karena dilihat Mom Alyne.
"Mom hanya mau mengantarkan buah kok. Nih Mom taru di meja ya. Kalian silahkan lanjutkan" ucap Mom Alyne
"Mom....." Olivia malu dengan ucapan Mom nya.
"Oh ya jangan lupa dikunci pintu nya ya" ucap Mom Alyne lalu menutup pintu dari luar.
"Aaaaahhh itu sungguh memalukan." Ucap Olivia
Alexander menarik Olivia sehingga wajah mereka hanya beberapa senti saja.
"Kamu dengar apa yang Mom katakan? Lanjutkan" ucap Alexander hendak mencium Olivia tapi Olivia menghindar.
"Kenapa?" Tanya Alexander
Alexander tersenyum lalu segera mengunci pintu nya dan menggendong Olivia di atas ranjang.
"Kamu selalu membuat aku ingin berbuat lebih sayang" ucap Alexander
"Kamu juga selalu membuat aku tidak bisa menolak mu sayang" ucap Olivia
"Apa kamu siap memberikan nya pada ku?" Tanya Alexander
Olivia mengangguk.
"Kenapa?" Tanya Alexander
"Karena mencintai mu dan kamu selalu membuat ku terang**** dengan sentuhan mu sayang" ucap Olivia lalu dia langsung menindih Alexander dan meluma* bibir Alexander
"Aku suka yang seperti ini" batin Alexander
Olivia membuka baju Alexander, lalu menikmati roti sobek Alexander.
Alexander menutup matanya dan menikmati sentuhan dari Olivia.
Kring......kring.....kring......ponsel Alexander berdering. Alexander tidak menjawab nya. Malah mengubah posisi kini dia yang di atas dan merem*** gunung kembar milik Olivia.
Kring.....kring.....kring......ponsel Alexander kembali berdering.
"****......" umpat Alexander
"Di jawab dulu sayang" Ucap Olivia
__ADS_1
Alexander menjawab telepon itu.
"Bos saya sudah menemukan informan yang tahu identitas bos" ucap Jack
"Okay, aku segera ke sana" ucap Alexander lalu memutuskan sambungan telepon
Alexander memakai kembali bajunya dan turun dari ranjang.
"Ada apa?" Tanya Olivia
"Maaf sayang. Ini kali kedua aku membuat mu seperti ini" jawab Alexander
Olivia turun dari ranjang dan langsung memeluk Alexander.
"Apa kamu tidak bisa pergi setelah menyelesaikan nya?" Tanya Olivia
Alexander memegang bahu Olivia.
"Maaf sayang ini sangat penting. Dan jugaaaaaa aku tidak mau merenggut kesucian mu" jawab Alexander
"Kenapa? Bukankah kalau tidak ada yang menelpon kamu akan melakukan nya?" Tanya Olivia
"Aku harus tahu siapa pembunuh orang tua ku Liv, jika itu Dady mu aku tidak mau melukai mu dengan menanam benih ku di rahim mu" batin Alexander
"Maafkan aku." Ucap Alexander lalu pergi meninggalkan Olivia
"Apa dia tidak tertarik dengan tubuh ku? Atau karena dia memang tulus mencintai ku?" Ucap Olivia
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1