Dijual Suamiku

Dijual Suamiku
Terlambat


__ADS_3

"Mana Olivia?" Tanya Petter


Kring....kring....kring....ponsel Alexander berdering.


"Hallo Jack" ucap Alexander


"Bos di mana? baru saja George memberitahu ku soal hasil Reminiscence Therapy Petter" ucap Jack


"Apa?? Aku segera ke markas" ucap Alexander lalu memutuskan sambungan telepon


"Dia di Vila ku" jawab Alexander lalu ia masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Petter


Dalam perjalanan Alexander menelpon James.


Tut....tut....


"Hallo bos" ucap James


"James, Petter akan menjemput Olivia. Biarkan Olivia pergi" ucap Alexander


"Kenapa bos?" Tanya James


"Lakukan saja perintah ku. Kasih ponsel mu ke Olivia. Dia seperti nya tidak membawa ponsel nya" jawab Alexander


"Baik bos" ucap James.


James menyuruh Sandra untuk memberikan ponsel nya pada Olivia karena Olivia berada di dalam kamar mandi.


"Sandra kamu bikin kaget saja" ucap Olivia


"Maaf. Nih bos mau bicara" ucap Sandar lalu memberikan ponsel nya.


"Hallo..." ucap Olivia


"Sayang Dady kamu sekarang menuju ke Vila. Kamu pergilah dengan nya ya." Ucap Alexander


"Kenapa? Bukankah kamu mau membujuk Dady?" Tanya Olivia


"Nanti aja ya, aku mendadak ada urusan penting yang tidak bisa aku tunda." Jawab Alexander


"Tapi....."


"Sayang kamu percaya padaku kan? Aku akan secepatnya menyelesaikan urusan ku setelah itu aku langsung menemui mu ya" potong Alexander


"Baiklah. Aku tunggu kedatangan mu" ucap Olivia


"Iya sayang" ucap Alexander lalu memutuskan sambungan telepon.


Olivia turun dari bathup lalu memakai pakaian setelah itu keluar menemui Petter menunggu di depan Vila.


"Kamu baru selesai mandi? Kenapa kamu mandi di sini? Hmm?" Tanya Petter


"Aku gerah Dad." Jawab Olivia singkat


"Ya udah ayo kita pulang" ucap Petter


Dalam perjalanan Petter mengirim pesan pada Rain untuk menyiapkan jet pribadi dan Alyne akan menunggu di sana.


"Liv, kamu minum dulu" tawar Petter


Olivia pun meminum minuman yang diberikan Petter. Dia tidak tahu kalau air itu sudah dicampur dengan obat tidur.


2 menit kemudian Olivia sadar tidak melewati jalan menuju Apartemen.


"Dad kita mau ke mana? Ini bukan jalan menuju Apartemen" tanya Olivia


"Kita akan meninggalkan Jerman Liv. Mom sudah menunggu kita" jawab Petter


"Apa? Dad.....ak...." Obat tidur mulai bereaksi dan Olivia pun tertidur tanpa melanjutkan ucapan nya.


"Maafkan Dady nak. Kalau tidak begini kamu pasti akan menolak untuk pergi." Ucap Petter


💦🤍💦🤍💦🤍

__ADS_1


"Apa????? Petter yang sudah membunuh orang tua ku??? Shi*. Aku harus menemui nya" ucap Alexander mengepalkan tangan nya.


"Dan juga, Olivia akan dikasih pilihan oleh Petter bos" ucap Jack


"Pilihan apa?" Tanya Alexander


"Jika dia tidak mau pergi dari sini dia harus menikah dengan George tapi jika dia tidak mau menikah dengan Goerge Olivia harus pergi dari Jerman bersama Petter dan istrinya." Jawab Jack


"Dan Olivia tidak akan memilih" ucap Alexander


Alexander menelpon Olivia tapi nomor nya tidak aktif begitu juga nomor Alyne dan Petter.


"Apa mereka sengaja menonaktifkan ponsel mereka? Shi*...." umpat Alexander


Kring...kring....ponsel Jack berdering.


"Halo George" ucap Jack


"Jack, mereka sudah pergi dari Jerman. Ternyata Petter tidak memberikan pilihan pada Olivia dan langsung membawa nya pergi dari Jerman menggunakan jet pribadi" ucap George


"Apa???? Kenapa bisa begitu? Apa kamu membohongiku" tanya Jack marah lalu ia mengklik pengeras suara


"Maaf. Aku barusan di telepon Petter. Petter tahu jika Olivia tidak akan pergi apalagi menikah dengan ku. Petter hanya mau Olivia jauh dengan Alexander. Dia tidak mau Olivia akan dijadikan ancaman agar Alexander bertemu dengan nya." Jelas George


"Apa mereka sudah pergi sekarang?" Tanya Alexander


"Sekitar 7 menit yang lalu Alexander. Kamu terlambat dan maaf aku juga baru tahu soal kepergian mereka" jawab George


"Apa Petter memberi tahumu kemana mereka pergi?" Tanya Alexander


"Maaf dia tidak memberi tahuku. Dia pasti tahu aku akan memberi tahu mu kemana mereka pergi." Jawab George


"Okay terimakasih informasi nya" ucap Jack lalu memutuskan sambungan telepon.


"Petter tahu pasti Bos bisa membuat George bicara jika dia tahu kemana mereka pergi." Ucap Jack


Alexander mengepalkan tangan nya lalu menjatuhkan semua barang-barang yang ada di meja.


💦🤍💦🤍💦🤍


Uwek.....uwek.....sudah 3 kali Aghata mondar-mondir keluar masuk kamar mandi.


"Kepala ku pusing sekali, tapi aku ingin makan yang asam-asam begitu. Aaahhh bagaimana aku membeli nya jika keadaan ku seperti ini"


"Apa aku minta tolong pada Jack? Hmm aku coba aja dulu"


Ucap Aghata. Dia mengambil ponsel yang diberikan Jack lalu menelpon nya.


Tut....tut.....Jack dua hati antara menjawab atau tidak panggilan dari Aghata. Dia sekarang berada di depan ruangan Alexander.


Lebih baik aku jawab saja. Batin Jack


"Hallo" ucap Jack


"Jack.....aku minta tolong pada mu" ucap Aghata


"Minta tolong apa?" Tanya Jack


"Aku ingin sekali makan yang asam-asam gitu. Tapi aku tidak bisa membelinya karena aku sering mual dan kepala ku pusing sekali" jelas Aghata


"Oh okay. Aku akan membelikan mu buah yang asam ya." Ucap Jack


"Sungguh?" Tanya Aghata


"Iya. Aku akan segera ke sana" jawab Jack lalu memutuskan sambungan telepon.


"Bill....." Jack memanggil Bill


"Ada apa?" Tanya Bill


"Aku mau keluar sebentar. Jika bos mencari ku kamu wajib secepat nya menghubungi ku. Okay?" Jawab Jack


"Kamu mau ke mana?" Tanya Bill

__ADS_1


"Aku ada urusan. Dasar kepo. Ingat langsung hubungi aku" jawab Jack


"Iya-iya" ucap Bill


15 menit kemudian Jack sudah sampai di rumah Aghata. Dia melihat pintu terbuka dan masuk ke dalam sambil memanggil nama Aghata.


"Aghataa.....aku datang. Nih aku bawa pesanan mu" ucap Jack


Aghata keluar dari kamar mandi berlari menghampiri Jack.


"Ya ya ak....aaaahhh" Aghata hampir terpeleset tapi dengan cepat Jack menolong nya.


Wajah mereka begitu dekat bahkan mereka bisa merasakan nafas masing-masing.


Saling menatap satu sama lain.


Dia cantik juga. Batin Jack


Dia begitu tampan dilihat dekat seperti ini. Batin Aghata


"Kamu gak apa-apa?" Tanya Jack


"Mmm ya makasih kamu sudah menolong ku" jawab Aghata


Mereka salah tingkah. Aghata berpaling membelakangi Jack.



"Mmm buah nya mana?" Tanya Aghata


"Oh ini. Aku kupasin ya." Jawab Jack lalu ia pergi ke dapur mengambil pisau.


Astagaaa situasi macam apa ini. Batin Jack


Kenapa aku salah tingkah sih? Dasar.....batin Aghata


Sementara George sangat bersemgat menyelesaikan pekerjaan kantor agar dia bisa bertemu dengan Aghata.


"Aku sangat merindukan mu Aghata. Sungguh sangat merindukan mu. Aku akan cerita semua nya ke kamu, aku yakin kamu akan mengerti dan mau kembali bersamaku. Kita akan menikah dan membesarkan anak kita sama-sama Aghata" ucap George


❤🤍❤🤍❤🤍


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga



__ADS_1


__ADS_2