
Ceklek......Alexander turun dari mobil. Jack langsung menghampiri nya.
"Kita bicara diruangan ku" ucap Alexander
Jack mengikuti Alexander dari belakang. Lalu membuka pintu ruangan Alexander.
"Siapa dia?" Tanya Alexander
"Dia George teman sekelas Bos sekaligus tetangga Bos waktu SMA" jawab Jack
"George?? Di mana dia sekarang?" Tanya Alexander
"Iya Bos. Dia baru saja pindah ke sini dari Italia. Ayah nya baru saja meninggal dan dia harus menggantikan posisi Ayah nya sebagai CEO di perusahaan nya." Jawab Jack
"George....george....george....." Alexander mencoba mengingat sosok George teman sekelas nya itu.
"Petter mencari semua orang yang mengenal Bos sampai dia menemukan George. Perusahaan milik nya sekarang banyak pengusaha yang mengajak bekerja sama bos pasti karena ada campur tangan Petter berhubungan dengan informasi yang George punya tentang Bos" tambah Jack
"Okayyyy. Buat janji perusahaan Roberto The Brainy Don dengan perusahaan nya." Perintah Alexander
"Baik bos. Aku akan segera membuat janji dengan perusahaan milik nya" jawab Jack
"Sekarang pergilah" perintah Alexander
"Baik bos" jawab Jack lalu ia segera keluar dari ruangan Alexander
10 menit kemudian Jack sudah berada di peruasahaan George. Setelah tahu ruangan George Jack langsung pergi menuju ruangan nya.
Saat pintu Lift hendak tertutup ada wanita yang masuk dengan keadaan menangis.
"Ternyata dia mau pergi ke lantai yang sama dengan ku" Batin Jack karena wanita itu tidak menekan tombol lift.
Ting.....pintu lift terbuka.
Wanita itu terlebih dahulu pergi lalu tiba-tiba berhenti dan berbalik menatap Jack.
"Apa kamu masih lajang?" Tanya wanita itu
"Apa??? Kamu bertanya pada ku?" Tanya Jack
"Hmmm" wanita itu mengangguk
"Apa hubungan nya dengan mu? Kenapa juga aku harus memberitahu mu?" Tanya balik Jack
Dasar aneh. Batin Jack
"Apa kamu bisa menolong ku? Please. Hiks..hiks....hiks.."
Karyawan yang lewat menatap mereka berdua.
"Eh eh jangan menangis. Orang akan berpikir kalau aku melakukan sesuatu pada mu" ucap Jack
"Katakan kalau kamu mau membantu ku baru aku akan berhenti menangis"
__ADS_1
"Oke oke. Sekarang berhenti menangis" ucap Jack
Wanita itu menghapus air mata nya lalu menggenggam tangan Jack dan berjalan ke arah ruangan George.
"Hei apa yang kamu lakukan? Kenapa memegang tangan ku? Astgaaaa" tanya Jack
Wanita itu tidak menjawab dan terus berjalan lalu membuka pintu ruangan George.
Cekleeeekkkkk.
Plaaaaakkkkk......wanita itu menampar George.
"Aghata....." ucap George yang kaget dengan tamparan Aghata.
"Aku hanya mau bilang kalau aku sudah punya pacar" ucap Aghata lalu menarik Jack keluar dari ruangan George.
Saat masuk di Lift Aghata melepaskan genggaman tangan nya pada Jack.
"Hiks......hiks....hiks.....dasar pria kurang ajar. Aku tidak akan memaafkan mu George. Tidak akan. Hiks.....hiks..."
"Astagaaaaa Wanita ini menggagalkan ku untuk membuat janji dengan George" batin Jack
"Hei.....apa itu yang kamu maksud minta tolong pada ku? Ha? Apa kamu tidak tahu siapa aku? Dan keperluan ku pada George??" Tanya Jack emosi.
"Aku pacar George. semalam dia minta putus dengan alasan sudah tidak mencintaiku dan punya pacar baru. Hiks......hiks.....selama di Italia hubungan kami baik-baik saja. Entah kenapa saat tiba di Jerman dia mengakhiri hubungan kami. Hiks....hiks...aku minta maaf dan makasih sudah membantu ku" jelas Aghata
Oooohhh ternyata dia pacar George. Astagaaaa lalu apa yang akan aku jawab pada Bos soal janji temu nya. Batin Jack
Ting......lift terbuka.
Cekleeeekkkk....Aghata masuk di mobil Jack
"Astgaaaaa kenapa hari ini aku sial sekali" ucap Jack
"Apa aku bawa ke rumah sakit saja? Ya ya ya setelah itu aku tidak mau berurusan dengan wanita ini" ucap Jack
5 menit kemudian Jack sudah berada di rumah sakit. Jack langsung menggendong Aghata dan sementara sedang diperiksa.
2 menit kemudian dokter menemui Jack.
"Apa dia baik-baik saja?" Tanya Jack
"Bapak tidak perlu khawatir. Istri dan anak bapak tidak apa- apa. Itu hal biasa yang sering dialami oleh ibu hamil" jawab dokter
"Ha ha hamil??? Dia hamil??" Tanya Jack memastikan jika dia tidak salah dengar.
"Iya pak. Istri bapak hamil. Maaf saya harus beri tahu bapak. Mungkin istri bapak ingin memberikan surprise sehingga dia belum beritahu bapak. Bapak pura-pura belum tahu aja ya. Saya permisi dulu" jawab dokter.
Astgaaaaa dia hamil? Apa dia hamil anak George? Tapi sekarang mereka sudah putus. Batin Jack
Ceklekk....Aghata sudah sadar dan keluar dari dalam ruangan pasien.
"Oh kamu yang mengantarkan aku ke rumah sakit? Maaf ya aku sudah merepotkan mu" ucap Aghata
__ADS_1
"Hmm." Jack mengangguk.
"Ohya apa yang dikatakan dokter? Apa aku baik-baik saja?" Tanya Aghata
"Ka.....kamu hamil" jawab Jack
"A a apa??? Ha hamil? Aku hamil?" Tanya Aghata
Jack mengangguk.
Air mata langsung lolos di pipi Aghata.
"Aku hamil anak George??? Aku harus menggugurkan nya. Ak....."
"Hei.....kamu tidak boleh seperti itu. Dia darah daging kamu. Anak ini tidak ada salah apa pun. Beritahu George soal kehamilan mu pasti George akan mengerti dan bertanggung jawab" potong Jack
"Apa kamu yakin George akan bertanggung jawab? Aku harus menemui pacar baru nya itu. Aku mau dia memutuskan George" ucap Aghata
"Kamu bicaralah dengan George, anak yang kamu kandung adalah darah daging nya tidak mungkin dia tidak mau bertanggung jawab" ucap Jack
"Hmm. Aku akan bicara dengan nya nanti malam. Aku harus istirahat dulu, aku capek sekali" ucap Aghata
"Hmm. Aku antar, di mana rumah kamu?" Tanya Jack
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1