
Olivia turun dari ranjang lalu ke kamar mandi. 3 menit kemudian ia keluar dari mandi dan keluar dari kamar nya.
"Alexander udah bangun belum ya?" Ucap Olivia
Olivia pergi ke kamar Alexander untuk berpamitan dengan nya.
Tok....tok....tok.....
Ceklek.....Olivia membuka pintu kamar Alexander.
Tap....tap...tap....dengan hati-hati Olivia melangkah mendekati Alexander yang masih terlelap di atas ranjang nya.
"Tidak.....tidak.........." Alexander berteriak dengan mata tertutup
"Sayang.....bangun sayang.....seperti nya kamu mimpi buruk" Olivia membangunkan Alexander
Alexander membuka mata nya. Olivia pun langsung memeluk nya.
"Are you okay? Kamu mimpi buruk sayang" ucap Olivia
"Kamu kenapa ada di kamar ku?" Tanya Alexander
Olivia menguraikan pelukan nya.
"Aku mau pamit sama kamu. Mom dan Dad nunggu aku untuk sarapan pagi" jawab Olivia
"Apa kamu boleh menemaniku sebentar saja? Aku bermimpi peristiwa pembunuhan orang tua ku lagi" tanya Alexander
"Iya boleh kok" Olivia menggenggam tangan Alexander
"Kamu kabari Mom dan Dady kamu terlebih dahulu supaya mereka tidak menunggu mu untuk sarapan" ucap Alexander
"Hmmm" Olivia mengangguk
"Aku ke kamar mandi dulu" ucap Alexander
Olivia hanya mengirim pesan pada Mom Alyne agar mereka tidak perlu menunggu nya untuk sarapan.
Ceklek......Alexander keluar dari kamar mandi dan mendekati Olivia.
"Sayang apa aku boleh bertanya?" Tanya Alexander
"Boleh kok. Tanya aja" jawab Olivia
"Apa Dady kamu pernah mengalami kecelakaan yang membuat sebagian ingantan nya hilang?" Tanya Alexander
"Iya, saat aku baru pertama kali masuk kerja di perusahaan Ardengales John. Aku ingat bangat" jawab Olivia dengan raut wajah sedih
__ADS_1
"Maafkan aku bertanya seperti itu" ucap Alexander merasa bersalah karena membuat Olivia bersedih.
"Gak apa-apa kok. Emang kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa Dady menceritakan hal itu pada mu?" Tanya Olivia
Alexander mengangguk.
"Ternyata benar ucapan Petter. aku harus tanya Jack apa dia sudah mendapatkan informasi yang aku mau atau belum." batin Alexander
🤍🤍🤍🤍🤍🤍
Petter sudah berada di perusahaan Ardengales John. Dia langsung menuju ruangan Thomas. Saat melihat kedatangan tamu sekretaris Thomas menghampiri Petter.
"Mohon maaf pak, Pak Thomas masih ada tamu. Bapak silahkan tunggu di sini" ucap sekretaris
"Siapa tamu nya? Setahu saya Thomas tidak ada janji sekarang" ucap Petter lalu langsung membuka pintu ruangan Thomas.
ceklekkkkk......Petter membuka pintu.
Petter pun melihat adegan ciuman antara Thomas dan Camille yang baru saja mereka hentikan karena seseorang membuka pintu.
Thomas kaget dan takut setengah mati saat melihat sosok Petter yang berdiri menatap ke arah nya.
"Beb, kamu keluarlah. Jangan lupa perbaiki bajumu" bisik Thomas pada Camille. Camille pun langsung pergi meninggalkan Thomas dan Petter.
"Om Petter...."ucap Thomas dengan gugup
"I i iya Om. Duduk Om." Ucap Thomas terbata-bata
"Om kapan ke Jerman?" Tanya Thomas
"Apa kamu kenal dengan pacar Olivia?" Tanya balik Petter tanpa menjawab pertanyaan dari Thomas
"Oh....Alexander Om? Iya saya kenal om" jawab Thomas
"Apa kamu tahu siapa dia?" Tanya Petter
"Iya Om. Dia seorang mafia nomor satu yang ditakuti. Saya gak nyangka Olivia menyukai seorang mafia" jawab Thomas
"Apa Olivia tahu Alexander seorang mafia?" Tanya Petter
"Tahu om. Bahkan Olivia tidak mau kalau Tante Alyne tahu soal identitas Alexander sebenar nya" jawab Thomas
Olivia tahu? Lalu kenapa dia mau dengan Alexander? Batin Petter
"Apa kamu tahu juga pertemuan antara Olivia dan Alexander?" Tanya Petter
"Saya gak tahu Om. Sepertinya Alexander mendekati Olivia terlebih dahulu dan menyukai Olivia Om. Karena saat saya bertengkar dengan Olivia, tiba-tiba Alexander dan Olivia saling mengenal. Saya tahu semua kenalan Olivia tapi Olivia tidak pernah cerita soal Alexander." Jelas Thomas
__ADS_1
Apa Alexander sengaja mendekati Olivia dan membuatnya mencintai nya? Sial.....batin Petter
"Kamu tidak berbohong kan Thomas?" Tanya Petter
"Tidak Om sungguh. Saya bicara jujur" jawab Thomas
"Okay, saya akan menghubungi kamu lagi jika ada yang perlu saya tanyakan" ucap Petter
"Baik om. Saya siap menunggu telepon dari Om" ucap Thomas
Thomas mengantar Petter sampai ditempat parkir mobil Petter lalu kembali ke ruangan nya.
"Apa Om Petter tidak menyukai Alexander?? Hahhaha bagus itu berarti aku masih punya kesempatan untuk balikan lagi dengan Olivia. Tapi......aaaahhh ****....kenapa juga aku terciduk sama Om berciuman dengan Camille sih." Ucap Thomas
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1