Dijual Suamiku

Dijual Suamiku
Hampir Saja


__ADS_3

12 menit kemudian Olivia sudah berada di Vila.


Alexander sudah menunggu nya di depan.


"Masuk sayang" ucap Alexander


Cekleeekkkk....


"Aku kangen dengan kamar ku ini" ucap Olivia


"Apa kamu hanya kangen dengan kamar mu?" Tanya Alexander memeluk nya dari belakang


"Aku hanya kangen pada mu sayang" bisik Alexander membuat Olivia menegang


Alexander membalikan tubuh Olivia agar mengahadap nya lalu perlahan mencium Olivia.


Olivia mengalungkan tangan nya di leher Alexander membuat Alexander memperdalam ciuman nya dan memainkan lidahnya di rongga mulut Olivia


Alexander masih mengontrol tangan nya agar tidak menyentuh tubuh Olivia yang lain.


Tahan Lex tahan....batin Alexander


Saat Alexander sedang berusaha mengontrol dirinya Olivia justru memasukan tangan nya dibalik baju Alexander dan menyentuh roti sobek milik Alexander.


Dia sudah memberikan lampu hijau pada ku. Batin Alexander.


Alexander yang mendapat lampu hijau dari Olivia langsung membuka baju nya agar Olivia bisa menikmati roti sobek nya.


Olivia menelan saliva nya saat melihat nya.


Alexander kembali mencium Olivia dan kini mereka sudah berada di atas ranjang. Tangan Alexander mulai menyentuh gunung kembar Olivia sehingga ******* kecil keluar dari mulut nya.


Alexander membuka baju Olivia sehingga gunung kembar Olivia terpampang nyata di depan Alexander.


Tak mau menunggu lama Alexander langsung menghi** pu*****. Saat Alexander menutup matanya dia terbayangkan kejadian keji menimpa orang tua nya lalu menghentikan aksinya.


"Maafkan aku" ucap Alexander lalu pergi ke kamar mandi


Sementara Olivia langsung memakai baju nya kembali.


"Ap.....apa aku sudah gila??" Olivia mengacak-acak rambut nya.


"Bagaimana kalau memang Petter yang membunuh orang tua ku? Apa aku salah mencintai Olivia? Kenapa harus kamu Olivia anak pria itu? Kenapaaaaa?" Ucap Alexander


Setelah 5 menit menenangkan pikiran nya di kamar mandi, Alexander keluar dan tidak melihat keberadaan Olivia.


"Apa Olivia sudah pergi?" Alexander keluar dari kamar dan ternyata Olivia sedang mengobrol dengan Sandra.


"Aku permisi dulu ya, tuh Bos sedang melihat mu" ucap Sandra lalu pergi meninggalkan Olivia


Alexander mengahampiri Olivia yang tidak berani menatap Alexander.


"Kita ngobrol di luar yuk" ucap Alexander lalu menggenggam tangan Olivia


Olivia mengangguk mengiyakan masih tidak berani menatap Alexander.


"Maafkan aku, hampir saja aku merenggut kesucian mu" ucap Alexander


"Tidak perlu minta maaf. Karena kamu tidak memaksaku" ucap Olivia


Alexander dan Olivia kini sudah duduk di luar.

__ADS_1


"Apa kamu mencintai ku Olivia?" Tanya Alexander


Olivia mengganguk.


"Sungguh?" Tanya Alexander


"Sungguh. Jika aku tidak mencintai mu aku tidak mungkin hampir memberikan kesucian ku pada mu" jawab Olivia


"Liv....." panggil Alexander


"Hmm?" Olivia menatap Alexander


"Bagaimana jika ada masalah yang menimpa hubungan kita. Apa kamu akan terus bersamaku?" Tanya Alexander


"Iya sayang. Aku mencintai mu dan aku akan selalu bersama mu" jawab Olivia


Alexander memeluk Olivia.


"Aku juga sangat mencintai mu Olivia" ucap Alexander


"Mmm apa aku boleh tidur di sini?" Tanya Olivia


Alexander menguraikan pelukan nya.


"Apa kamu ingin kita melanjutkan adegan tadi sayang?" Goda Alexander


"Dasaaaaarr. Aku tidak mau mendengar ******* Mom lagi. Apalagi mereka berapa hari gak ketemu pasti Dady tidak akan membiarkan Mom tidur" ucap Olivia


"Waaaaahhh Dady kamu biar sudah tua masih kuat ya" ledek Alexander


"Hahahha kamu yaaa. Ya udah aku mau tidur" ucap Olivia


"Hmm. Ayoo kita masuk" ucap Alexander.


Keesokan hari nya Alyne sudah menyiapkan sarapan pagi.


"Ohya Olivia belum bangun?" Tanya Alyne


"Aku bangunin dulu" Petter pergi ke kamar Olivia


Tok.....tok....tok.....


"Liv......Oliviaaaa....sarapan sudah siap nak" ucap Petter


Karena tidak ada jawaban Petter membuka pintu kamar Olivia tetapi Olivia tidak ada di kamar. Petter mengecek di kamar mandi dan tidak ada juga.


"Alyne....." panggil Petter


"Kenapa?" Tanya Alyne


Petter kembali ke meja makan.


"Olivia tidak ada di kamar nya dan di kamar mandi juga gak ada." Ucap Petter


"Apa dia tidur di rumah Alexander karena kita?" Tanya Alyne


Petter langsung panik mendengar ucapan Alyne.


"Telepon Olivia sekarang." Ucap Petter


"Iyaaa" ucap Alyne

__ADS_1


Tut......tut..... tut.....


"Hallo Mom" ucap Olivia dengan suara serak nya.


"Kamu di mana? Kenapa gak ada di kamar? Apa kamu tidur di rumah Alexander?" Tanya Mom Alyne


"Iya Mom. Aku tidur di rumah Alexander." Jawab Olivia


Petter langsung mengambil ponsel dari Alyne


"Kamu dan Alexander tidak bercinta kan?" Tanya Petter


"Astagaaa Dad. Apa itu harus ditanyakan langsung pada ku? Gak lah. Alexander tidak seperti pria lain yang hanya menginginkan *** dalam hubungan seperti Thomas" jawab Olivia kesal


"Baguslah. Kamu pulanglah kami tunggu, sarapan udah siap nih" ucap Petter


"Iyaaa" ucap Olivia lalu memutuskan sambungan telepon


"Aku kan udah bilang sama kamu Alexander tuh anak yang baik." Ucap Alyne


"Baik sih baik. Tapi dia kan pria normal gak mungkin tidak bernafsu melihat Olivia" ucap Petter


"Kamu aja yang yang selalu mesum. Itu bukti nya kalau Alexander tulus mencintai Olivia" ucap Alyne


"Iya-iya" ucap Petter


Sebelum nya Alyne sudah menceritakan kenapa Olivia dan Thomas putus ya😊


"Aku harus bertemu dengan Thomas untuk menanyakan kenapa Olivia bisa bertemu dengan Alexander. Sepertinya Olivia tidak tahu siapa Alexander sebenar nya" batin Petter


❤🤍❤🤍❤🤍


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga


__ADS_1



__ADS_2