
Jack selesai mengupas buah lalu menunggu Aghata dari kamar mandi.
"Dia mual karena hamil, kasihan tidak ada yang menemani nya" ucap Jack
"Jack....."panggil Aghata
Jack segera menghampiri Aghata yang berdiri sambil memegang gagang pintu kamar mandi.
"Astaga....kamu baik-baik saja?" Tanya Jack dan langsung memapah Aghata duduk di ruang tamu.
"Makasih ya, kamu udah banyak membantu ku" ucap Aghata
"kamu baik-baik saja kan?" Tanya Jack
"Hmmm" Aghata mengangguk
"Nih buah nya di makan dulu." Ucap Jack menyuapi Aghata
"Mmm aku masih bisa makan sendiri" ucap Aghata
"Ya sudah. Nih" Jack memberikan buah yang sudah dikupas pada Aghata
"Mmmmm enak bangat. Makasih ya" ucap Aghata setelah mencicipi buah nya
"Kamu gak ngerasain asam?" Tanya Jack heran
Aghata menggelengkan kepala nya.
"Hmm ya udah kamu habisin buah nya. Ohya kamu berhenti bilang makasih pada ku" ucap Jack
Aghata tersenyum mendengar ucapan Jack.
"Mmm apa kamu baik-baik saja tinggal sendiri? Dengan kondisi kamu seperti ini lebih baik kamu tinggal dengan keluarga. Agar mereka bisa menjaga kandungan mu" tanya Jack
"Aku belum kasih tahu ke orang tua ku dengan kehamilan ku. Aku takut mereka akan menemui Jack dan aku gak mau Jack mengatakan yang buruk tentang ku" jelas Aghata
"Ya aku ngerti. Kalau kamu butuh bantuan segera hubungi aku ya. Aku pulang dulu" ucap Jack
"Apa.....kamu tidak bisa tinggal dengan ku?" Tanya Aghata
"Ap apa??? Tinggal dengan mu??mmmmm" Jack tidak tahu harus menjawab apa.
"Ak.....aku sudah memutuskan untuk merawat anak ku. Aku hanya takut karena kondisi ku yang sering mual dan kepalaku pusing bisa saja aku pingsan. Sedangkan tidak ada siapa-siapa di sini" ucap Aghata
Benar juga sih. Aku harus mau sebenarnya, dengan begitu dia tidak akan berubah pikiran lagi dan semangat membesarkan kandungan nya. Batin Jack
"Hmmm aku mau. Tapi......aku harus keluar sebentar ada sesuatu yang harus aku urus" ucap Jack
"Hm gak apa-apa." Ucap Aghata
"Ya udah aku pergi dulu ya, aku akan cepat kembali kok" ucap Jack
"Hmmm. Hati-hati" ucap Aghata
Sesampai nya di Markas Jack menemui Bill.
"Bos sudah keluar dari ruangan nya?" Tanya Jack
"Udah, dia seperti nya pergi ke vila" jawab Bill.
"Trus kenapa kamu tidak ikut dengan nya?" Tanya Jack
"Bos sendiri yang tidak mau aku ikut. Di sana juga ada James kalau dia butuh sesuatu James yang akan melakukan nya." Jawab Bill
"Oh oke. Aku ke Vila dulu kalau begitu" ucap Jack
💦🤍💦🤍💦🤍
__ADS_1
Alexander berada di kamar Olivia. Dia sekarang sedang melihat isi lemari yang ada baju Olivia.
"Kamu di mana Liv? Kalau aku tahu Petter akan membawa mu aku pasti tidak meninggalkan mu."
Alexander duduk di ranjang dan mengingat saat mereka melakukan hubungan yang akan mengikat mereka nanti.
"Aku berharap kamu hamil Olivia. Agar Petter tidak bisa memisahkan kita berdua."
"Aku tahu kamu setia pada ku dan tidak mau menikah dengan pria lain jika Petter menyuruh mu."
Tok...tok...tok.....ceklek....Jack membuka pintu.
"Apa bos butuh sesuatu?" Tanya Jack
"Keluarlah aku ingin sendiri" jawab Alexander
Dia pasti merindukan Olivia. Batin Jack
"Bos...." panggil Jack
"Apa kamu tidak mendengar aku menyuruh mu keluar?" Tanya Alexander
"Maaf bos." ucap Jack lalu menutup pintu dari luar
Padahal aku mengkhawatirkan nya. Batin Jack
Jack mengirim pesan pada Goerge jika Petter menghubungi nya segera memberitahu nya.
Sementara di sisi lain Thomas sudah tahu tempat tinggal Olivia beserta kepergian Olivia meninggalkan Jerman membuat nya marah.
"Shi*.......aku terlambat menemui Olivia. Om Petter....... ya aku harus bertanya pada Om Petter" ucap Thomas lalu menelpon Petter tapi nomor nya tidak aktif.
"Shi*.....tidak aktif lagi.....kenapa tiba-tiba om Petter meninggalkan Jerman dan Olivia juga ikut? Lalu bagaimana dengan Alexander?"
Thomas berpikir sejenak. "Apa Om Petter sengaja untuk memisahkan Alexander dan Olivia? Aaaaaahhhh sial"
💦🤍💦🤍💦🤍
George menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang.
"Aku capek sekali. Apa Aghata sudah tidur ya?" George mengambil ponsel nya dan menelpon Aghata tapi nomor Aghata tidak aktif.
"Apa Aghata memblokir nomor ku? Aaahh ya ya dia pantas melakukan itu pada ku. Besok saja aku temui dia" ucap George
Waktu menunjukkan pukul 01.00
Petter dan Alyne sudah mengatur pakaian mereka lalu duduk di ruang keluarga.
"Kamu sudah membuang ponsel Olivia kan?" Tanya Alyne
"Iya. Bukan hanya ponsel Olivia saja tapi ponsel kita berdua juga. Kita tunggu Rain datang membawakan ponsel baru untuk kita" jawab Petter
"Hmm baiklah. kenapa Olivia belum bangun juga? Apa kamu memberikan dosis yang besar pada minuman nya?" Tanya Alyne
"Sebentar lagi dia sadar kok. Kamu tenang aja" jawab Petter
Perlahan Olivia membuka mata nya lalu melihat ruangan di mana dia berada.
"Alexander...." Olivia turun dari ranjang lalu keluar dari kamar.
"Nak kamu sudah bangun" Alyne mendekati Olivia
"Mom ponsel ku mana?" Tanya Olivia
"Ponsel kamu udah Dady buang. Jangan keras kepala dan mulailah hidup baru di Singapura. Besok kamu mulai kerja di perusahaan Dady" jawab Petter
"Dady. Aku harus menelpon Alexander. Ak...."
Ting....tong.....suara bell rumah membuat Olivia tidak melanjutkan ucapan nya.
__ADS_1
"Masuk lah" Ucap Petter
Rain masuk dan memberikan ponsel pada Petter.
"Ini ponsel nya Tuan. Sudah ada SIM Card juga" ucap Rain
"Hmm makasih ya Rain" ucap Petter
"Sama-sama tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Rain
"kamu tunggu di luar ya ada yang ingin aku bicarakan" ucap Petter
"Baik tuan" ucap Rain lalu pergi meninggalkan mereka
Alyne hendak memberikan ponsel pada Olivia tapi Petter langsung menahan nya.
"Jangan berikan Olivia ponsel. Dia pasti menghafal nomor Alexander dan menghubungi nya" ucap Petter lalu keluar menemui Rain
"Mom dan Dady jahat......" Olivia menangis dan masuk kembali ke dalam kamar
"Awasi Olivia jangan pernah biarkan dia sampai menghubungi Alexander
"Baik bos" ucap Rain
"Besok dia mulai kerja di perusahaan. Awasi setiap gerak-gerik nya jangan beri celah dia menghubungi Alexander." Ucap Petter
"Siap bos" ucap Rain
"Ohya bos, saya dapat laporan kalau George berhubungan dengan Jack" ucap Rain
"Apa?? Berani sekali dia mengkhianati ku. Suruh dia datang ke sini tapi jangan biarkan orang-orang Alexander mengetahui nya. Jika dia menolak, ancam dia dengan mantan pacar nya. Ngerti?" Ucap Petter
"Ngerti tuan. Saya akan segera menyuruh orang kita untuk melakukan perintah tuan" ucap Rain
"Hmm." Petter masuk kembali ke dalam rumah
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1