
Sebelum Petter masuk ke dalam kamar dia melihat Olivia yang sedang menangis karena permintaan nya.
"Dady lakukan semua ini demi kamu sayang. Demi keselamatan hidup kamu dan pastinya soal hati kamu agar tidak terluka dan kecewa" batin Petter
Ceklekkk.....Petter sudah berada di dalam kamar. Alyne masih berada di kamar mandi kesempatan Petter untuk menelpon Rain.
Tut.....tut.....tut.....
"Hallo tuan" Ucap Rain dari balik telepon.
"Cari pria yang cocok untuk putriku. Kamu tahu kan pria seperti apa yang cocok untuk putriku?" Ucap Petter
"Baik tuan. Saya tahu tuan. Tuan Petter tidak perlu khawatir saya akan mencarikan Pria yang cocok untuk putri Tuan" ucap Rain
"Bagus. Saya percaya sama selera kamu" ucap Petter lalu memutuskan sambungan telepon.
"Siapa itu?" Tanya Alyne yang baru saja beberapa detik keluar dari kamar mandi dan mendengar kata terakhir yang diucapkan Petter.
"Eh kamu udah selesai ya" ucap Petter
"Siapa itu? Dia tahu selera kamu? Kamu tidak sedang macam-macam dengan ku kan?" Tatap Alyne penuh tanda tanya
Petter mendekati Alyne.
"Tidaklah sayang. Coba lihat panggilan terakhir ku. Tuh lihat Rain sekretaris ku" Petter berbohong
"Hmm baiklah" ucap Alyne
Petter memeluk erat Alyne dan mulai mencium leher Alyne.
"Maaf ya kamu harus mandi lagi" ucap Petter
"Dasaaaarr....." ucap Alyne paham perkataan suami nya itu.
🤍🤍🤍🤍🤍🤍
Olivia sekarang berada di Vila dia mengambil kesempatan saat Mom dan Dady nya di kamar dan pergi ke Vila menemui Alexander.
"Maaf Non, Bos nya gak ada di Vila" ucap Sandra
"Oh makasih ya. Aku akan menelpon nya" ucap Olivia, Sandra pun pergi meninggalkan Olivia di kamar nya.
Tut......tut....tut.....
"Hallo sayang" ucap Alexander
"Kamu sibuk ya? Aku ada di kamar Vila sekarang" ucap Olivia dengan suara serak nya karena habis menangis.
"Di Vila? Kamu gak apa-apa kan? Apa ada masalah?" Tanya Alexander khawatir
Olivia tidak menjawab nya.
"Okay kamu tetaplah di situ aku akan segera ke sana" ucap Alexander lalu memutuskan sambungan telepon.
"Aku antar bos?" Tanya Jack
__ADS_1
"Gak usah. Kamu lakukan saja apa yang aku perintahkan" jawab Alexander
"Baik bos" ucap Jack
12 menit kemudian Alexander sudah berada di Vila. Dia langsung menuju kamar Olivia.
Ceklek....Olivia melihat kedatangan Alexander langsung berlari memeluk Alexander.
"Sayang ada apa? Hmm? Apa ada masalah di Apartemen?" Tanya Alexander
"Dady......." ucap Olivia masih dipelukan Alexander dan menangis.
Ada apa dengan Petter? Batin Alexander
"Ada apa dengan Dady kamu sayang? Hmm?" Tanya Alexander
Olivia menguraikan pelukan nya dan Alexander membawa Olivia duduk di atas ranjang.
"Dady tahu identitas kamu. Dia tahu kamu seorang......" Olivia menggantung ucapan nya.
"Dia meminta aku untuk putus dengan mu Lex" sambung Olivia lagi
Kurang ajar kamu Petter. Kamu pikir kamu bisa membuat Olivia putus dengan ku? Enak saja. Batin Alexander
"Apa itu yang membuat mu menangis seperti ini?udahhh gak usah nangis lagi ya" ucap Alexander menghapus air mata Olivia dengan ibu jari nya.
"Kamu kenapa tenang aja sih. Aku takut Lex, Dady akan kasih tahu soal identitas kamu sama Mom dan pasti Mom juga tidak akan setuju dengan hubungan kita" ucap Olivia
"Sssstttt udah sayang. Kamu tenang aja ya. Aku akan mengurus masalah ini. Kamu gak perlu khawatir" ucap Alexander
"Bisa sayang ku. Sangat bisa" jawab Alexander
Olivia memeluk Alexander.
"Aku tunggu kabar baik dari mu. Aku tidak mau putus dengan mu" ucap Olivia
"Aku juga sayang" ucap Alexander
Petter....Petter......kamu tidak bisa menggunakan tante Alyne untuk memisahkan aku dengan Olivia. Batin Alexander.
❤❤❤❤❤❤
Tut.....tut....tut.....ponsel Petter berdering.
Alyne bangun dan melihat nomor tak dikenal menelpon Petter.
"Sayang bangun ada yang telpon" ucap Alyne merasa terganggu dengan nada dering ponsel Petter
Petter menggeser tombol warna hijau.
"Hallo..." ucap Petter
"Peter Parker Rasmussen bagaimana jika aku memanggil mu dengan nama itu Om Petter Tanlar?" Ucap Alexander yang menelpon Petter itu. Dia mendapatkan nomor ponsel Petter dari Olivia.
Mendengar ucapan Alexander membuat rasa kantuk Petter hilang seketika. Dia langsung memakai celana boxer nya lalu keluar dari kamar.
__ADS_1
"Kamu tahu dari mana nomor ku?" Tanya Petter
"Dari putri tercinta mu." Jawab Alexander
"Shiiiiit...." umpat Petter
"Kamu pikir bisa menggunakan istri mu untuk memisahkan aku dengan Olivia?? Tidak semudah itu Petter. Okay......kamu kasih tahu ke tante Alyne soal diriku yang sebenar nya. Dan aku pun akan kasih tahu tante Alyne daaaaannnn Olivia soal identitas mu Peter Parker Rasmussen. Bagaimana?? Siapa yang paling dirugikan Petter? Kamu atau aku???" Ucap Alexander
"Kamu jangan berani-berani mengatakan soal diriku pada istri dan anak ku" ucap Petter
"Hahahahha kenapa? Bukan kah kamu yang mau kalau kita saling buka identitas?? Kalau aku yaaaaaa aku tidak terlalu peduli tante Alyne tahu atau tidak. Yang terpenting bagiku Olivia mencintai ku dan tidak akan meninggalkan ku. Ingat itu" ucap Alexander
Petter berjalan ke kamar Olivia dan tidak melihat keberadaan Olivia.
"Apa Olivia bersama mu?" Tanya Petter
"Ya. Dia langsung datang menemui ku setelah permintaan konyol mu itu. Bahkan dia menangis di pelukan ku karena tidak mau putus dengan ku. Hahahahha Petter.....Petter....." jawab Alexander
Petter mengepalkan tangan nya menahan amarah. Lalu memutuskan sambungan telepon.
"Sial sial sial sial......aku harus cari cara agar Olivia membenci Mafia itu" ucap Petter
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1