
"Ya aku hamil anak kamu" jawab Aghata
"Aghata pleaseeee. Ini bukan waktu nya bercanda. Aku capek, kamu pulang lah sekarang" ucap George
"Aku juga baru tahu kalau aku sedang hamil. Aku memang sering mual beberapa hari kemarin tapi aku tidak berpikir kalau aku hamil" jelas Aghata
"Aghata sudahlah. Hubungan kita sudah benar-benar berakhir jadi, pleaseee kamu mau bilang kamu hamil atau apa pun itu agar kita bisa kembali itu tidak mungkin. Okay? Sekarang pulang lah" ucap George
Plaaaaaaakkkkkkk tamparan mendarat di pipi Aghata.
"Aku benar-benar hamil brengsek." Ucap Aghata
George mendorong Aghata sampai tersandar di tembok dan mengunci kedua tangan nya.
"Kalau pun kamu benaran hamil, kamu pikir aku percaya itu anak aku? Ha??? Aku tidak pernah mengeluarkan di dalam rahim mu Aghata. Dan kamu tahu itu, bahkan terkadang aku memakai kond** untuk menghindari nya. Tapi, sekarang kamu bilang hamil anak aku??? Jangan harap aku tertipu dengan taktik murahan mu" ucap George
Air mata membasahi pipi Aghata.
"Kamu bukan seperti George yang aku kenal. Apa yang membuat mu berubah? Hm? Apa kurang nya aku?? Kita dulu sangat bahagia George, kenapa kamu tiba-tiba seperti ini?" Tanya Aghata.
George melepaskan genggaman tangan nya.
Aku tidak mau Petter menyakiti mu Aghata, pria tua itu bisa saja membunuh mu jika aku tidak mau mengikuti perintah nya. Maafkan aku sudah membuat mu menangis dan melukai hati kamu dengan ucapan ku. Batin George
"Pulanglah" ucap George lalu ia membuka pintu dan menyuruh supirnya untuk mengantar Aghata.
Saat Aghata pergi George menelpon seseorang yang diperintahkan untuk mengawasi Aghata.
Tut.....tut.....
"Halo pak" ucap Christ
"Apa benar Aghata hamil?" Tanya George
"Iya pak. Hasil tes nya seperti itu. Dia pingsan saat keluar dari perusahaan dan pria yang bersama dia membawa nya ke rumah sakit." Jelas Christ
"Okay, kamu terus awasi dia dan kirim nomor ponsel pria itu pada ku" ucap George
"Baik pak" jawab Christ lalu memutuskan sambungan telepon.
Aku sekarang tidak boleh gegabah menemui Aghata. Aku pasti sedang diawasi oleh anak buah Petter. Batin George
❤❤❤❤❤❤
Cekleeeekkk. Alexander membuka pintu kamar Olivia.
"Tidurlah." Ucap Alexander
Olivia mengangguk lalu menutup pintu dari dalam.
Alexander pun langsung menelpon Jack.
Tut.....tut.....tut.....
__ADS_1
"Hallo bos" ucap Jack
"Datanglah ke Vila sekarang dan dekor taman sebagus mungkin. Aku ingin melamar Olivia" ucap Alexander
"Me melamar??? Apa bos yakin jika Petter bukan pembunuh orang tua bos?" Tanya Jack
"Kita akan tahu jika Petter sudah mengingat nya. Tapi aku bisa tebak jika Petter mau memisahkan aku dan Olivia menggunakan George. Aku bertemu dengan George makan malam bersama mereka" jawab Alexander
"Apa? Berarti dia memutuskan pacar nya demi pacar orang? Pasti dia diancam bos sama Petter. Tapi, apa menikah keputusan yang tepat bos?" Tanya Jack
"Aku hanya tidak ingin melepaskan ikatan bersama Petter. Jika kelemahan nya bersamaku dia tidak bisa lari dari ku. Dan menikah adalah cara satu-satu nya" jawab Alexander
"Baik bos. Aku akan segera ke sana dan menyiapkan semua keperluan nya" ucap Jack
"Hmm. Jangan lupa cincin juga" ucap Alexander lalu memutuskan sambungan telepon.
Kamu akan tahu akibat nya Petter jika kamu main-main dengan ku. Batin Alexander
1 jam kemudian taman sudah terhias dengah megah.
"Kamu memang bisa diandalkan" ucap Alexander
"Terimakasih bos." Ucap Jack
Alexander pergi menuju kamar Olivia.
Tok...tok...tok...ceklek....Alexander membuka pintu kamar Olivia.
"Aku belum ngantuk." Olivia turun dari ranjang mendekati Alexander.
"Sekarang ikutlah dengan ku" ucap Alexander menarik tangan Olivia.
"Kemana?" Tanya Olivia
"Ikut saja" jawab Alexander
Tap tap tap tap Olivia takjub melihat taman tiba-tiba berubah jadi sangat indah.
"So beautiful." Ucap Olivia berjalan mendekati bunga-bunga yang ada di situ.
Alexander mengeluarkan cincin dan berlutut dibelakang Olivia
"Sayang" ucap Alexander
Olivia berbalik dan kaget melihat posisi Alexander dengan cincin di tangan nya.
"Menikah lah dengan ku" ucap Alexander
Air mata lolos di pipi Olivia sambil mengangguk.
Alexander berdiri memakaikan cincin di jari manis Olivia.
"Terimakasih" ucap Alexander
__ADS_1
Olivia langsung mencium Alexander.
Orang-orang yang sedang menonton adegan mesra itu pun bertepuk tangan bersamaan dengan kembang api.
"Kapan kamu menyiapkan semua ini?" Tanya Olivia
"Setelah kamu aku antar di kamar. Sekarang kita masuk ya" jawab Alexander.
"Hmmm" Olivia mengangguk.
Jack menghampiri Olivia dan Alexander.
"Selamat ya. Aku turut bahagia" ucap Jack
"Saya juga." Timpal Sandra
"kami juga" ucap James
"Hmmm. Makasih ya" ucap Olivia
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1