Dijual Suamiku

Dijual Suamiku
Ulah Jane


__ADS_3

Sidang putusan hakim sudah ditetapkan, keduanya menjadi tersangka dan mendapat hukuman masing-masing.


Nicole mendapatkan hukuman satu tahun penjara, sedangkan Demas mendapatkan hukuman 2 tahun 6 bulan.


Nicole menerima hukuman yang harus dia jalani, pria itu tidak menggunakan uangnya untuk melindungi dirinya, karena hukuman ini sebagai bentuk rasa maaf nya untuk Carolline, mekipun entah kemana wanita itu pergi.


Sedangkan Demas menatap nanar kelurganya, mereka hanya bisa menatap sedih Demas yang mendekam di balik jeruji besi.


"Mah, kenapa pria itu hanya mendapatkan satu tahun hukuman, sedangkan Demas lebih lama. Ini tidak adil mah." Ucap Jene yang merasa keberatan jika adiknya mendekam lebih lama.


Apalagi Jane tidak melihat Carolline di persidangan sama sekali, membuat wanita itu kesal. Seharusnya Carolline juga mendapatkan hukuman, karena sudah berzina dengan pria lain.


"Sudahlah, memang itu yang terbaik untuk Demas, dia akan bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan." Betrik meninggalkan Jane yang masih bersungut kesal.


Wanita itu tidak terima jika adiknya mendapat hukuman lama.


"Lihat saja aku akan membuat keluarga Carolline malu." Ucap Jane dengan senyum smirik.


Jane pun pergi dan ingin melakukan sesuatu, wanita itu terlalu benci dengan kelaurga Carolline yang membawa kasus adiknya ke pihak berwajib. Dan dirinya tidak tega melihat Demas kedinginan di balik jeruji.


Jika keluarga Demas merasa prihatin dengan putranya, lain dengan Nicole.


Pria itu tampak biasa saja, bahkan dirinya sedang duduk dengan laptop di depannya, pria itu masih bisa bekerja meskipun sedang menjadi tahanan.


Demas menelan ludah saat semua penghuni lapas menikmati makan malam.


Mereka semua dikeluarkan dan berbaris untuk mengantri mengambil makan.


"Mana enak makanan seperti itu." Gumamnya dengan tidak selera.

__ADS_1


Matanya melirik kesana-kemari, Demas mencari seseorang yang yang dia kenal.


Tapi orang itu tidak ada, apakah dia ditahan di tempat lain? pikir Demas.


Carolline mendengar kabar kasus Nicole dan Demas dari ayahnya, dirinya pikir Nicole akan mengelak dari hukum dan menggunakan kekuasaan pria itu untuk lolos dari hukum. Tapi nyatanya Nicole tidak melakukan itu. Meksipun hanya satu tahun tapi bagi orang seperti Nicole pasti tidak akan mudah untuk orang seperti Nicole yang bebas melakukan apapun.


"Carol."


Carolline menoleh saat neneknya masuk kedalam kamar. Wanita itu yang berdiri di depan jendela berjalan menghampiri neneknya.


"Ada apa nek?" tanya Carolline saat melihat raut wajah neneknya seperti ingin bertanya.


"Em, itu? nenek hanya penasaran soal hubungan kamu dan pria itu." Ucap nenek Carolline.


"Maksud nenek? pria yang mana?" Carolline belum mengerti dengan maksud neneknya.


Carolline justru tersenyum, "Tidak Nek, karena aku sedang datang bulan."


"Syukurlah." Nenek Camel menghela napas lega. "Kata Dario esok sidang perceraian mu, apa kamu sedih." Nenek Camel mengusap kepala Carolline lembut.


Cucu satu-satunya mengalami hal yang begitu menyedihkan, takdirnya begitu kejam untuk cucunya.


"Hm, sedih lebih tepatnya sakit hati." Jawab Carolline dengan suara tercekat. "Kalau saja aku bisa memutar waktu, aku tidak mau mengenal pria seperti Demas." Ucapnya lagi. "Hanya saja mungkin ini sudah takdir ku nek, yang harus seperti ini." Carolline mencoba untuk menerima takdirnya meksipun itu sangat menyakitkan. Dan mungkin akan susah untuk ia lupakan.


"Setelah semua berlalu, bukalah lembaran baru. Nenek yakin kamu akan bahagia jika bersama pria yang tulus mencintaimu."


Carolline hanya tersenyum. "Tidak akan ada yang mau dengan wanita seperti ku Nek, apalagi akan kembali berhadapan dengan Nicole." Carolline tidak yakin jika dirinya akan bersama pria lain maka kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi.


Carolline tahu bagaimana sifat Nicole yang dominan dan memiliki ambisi jika menginginkan sesuatu.

__ADS_1


"Jadi kamu akan menerima pria itu?" Tanya nenek Camel.


Carolline hanya menaikkan kedua bahunya untuk merespon. "Aku belum memikirkan kesana Nek, mungkin aku juga butuh waktu untuk memikirkan hal itu."


Nenek Carolline menggangguk setuju, tidak lah mudah untuk menerima pria yang sudah menorehkan luka dan sakit hati, apalagi pria itu yang akan menjadi pertimbangan nya.


Di negara yang berbeda. Nicole baru saja kedatangan sekretarisnya, pria itu menatap sekertarisnya dengan alis berkerut.


"Nona Carolline sedang berada di new York, dia tinggal bersama neneknya." Ucap orang kepercayaan Nicole bernama Jonson.


"Dan lusa adalah sidang perceraian nona dan Demas." Ucapnya lagi memberi tahu.


Nicole hanya menghela napas, dirinya tidak tahu jika wanitanya ternyata pergi mungkin untuk menangkan diri.


"Apa perlu saya kirim orang untuk mengawasi nona tuan." Tanya Jonson.


"Tidak perlu, biarkan dia di sana."


Jonson hanya menurut dengan apa yang Nicole katakan.


Di tempat lain Jane sedang kesal sambil melihat ponselnya.


Akun fake yang dia buat ungu mengunggah berita seorang Istri yang dijual tidak ada yang naik kepermukaan, bahkan hashtag yang dia sematkan tidak muncul.


Seorang wanita beristri dibeli oleh selingkuhannya


Wajah wanita yang dibeli oleh selingkuhan


Jane mencari, tapi tidak ada. Entah siapa yang salah, yang jelas kantor berita yang Jane bayar tidak memuat berita Carolline dengan pria berpengaruh di negara itu.

__ADS_1


__ADS_2