
Carolline mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk keruagan CEO, meksipun tampak gugup karena masih penasaran dengan kedatangan Nicole, Carolline mencoba untuk terlihat tenang.
"Minumnya sir." Carolline menaruh dua minuman yang dia buat di atas meja, dimana CEO utama dan COO juga.
"Sir, dia Carolline asisten yang akan membantu anda." Ucap pria 40 tahun yang dikenal sebagai direktur atau COO.
"Hm, saya Nicole."
Carolline menatap wajah Nicole yang malah terlihat menyebalkan, sepertinya pria itu melakukanya dengan sengaja.
"Carolline." Jawabnya singkat. "Kalau begitu saya permisi sir." Carolline ingin pergi, tapi pria yang diketahui menjabat direktur itu malah menahannya.
"Caroll, sir Nicole ingin membahas pekerjaan yang sedang kita tangani sekarang, beliau ingin tahu lebih jelasnya dan kamu tolong temani sir Nicole untuk menjelaskan."
Nicole hanya duduk diam sambil menikmati waktu Carolline yang langsung masam, dia senang melihatnya.
"Baik sir."
Kini hanya ada mereka berdua diruangan Nicole, Carolline melipat kedua tanganya di dada dengan tatapan menyelidik.
"Coba apa yang ingin kau jelaskan." Ucap Carolline dengan wajah jutek melihat Nicole yang duduk santai.
Nicole hanya tersenyum, kakinya yang menyilang ia turunkan dan berdiri untuk mendekati Carolline yang memasang wajah jutek.
"Memangnya apa yang perlu aku jelaskan Beby." Ucapan terakhir yang membuat tubuh Carolline merinding.
__ADS_1
"Jangan bilang kau menguasai perusahaan ini setelah aku berada di sini." Ucap Carolline dengan tatapan curiga.
Nicole kembali tersenyum, kakinya melangkah dan memutari tubuh Carolline berhenti tepat di belakang tubuh wanitanya.
Grep
Nicole langsung memeluk tubuh Carolline dari belakang, mencium aroma wangi dari leher Carolline.
"Nicole, lepas!" Seru Carolline sambil berusaha melepaskan lilitan tangan Nicole di perutnya.
"Lusa kita akan menikah Aline, dan aku tidak sabar untuk menunggu hari itu." Gumam Nicole dengan suara serak.
Matanya terpejam dengan hidungnya yang mancung menggesek-gesek di leher Carolline yang mulus.
Nicole membalikkan tubuh Carolline dan menatap wajah cantik wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta.
Tanganya menyentuh wajah Carolline dan mengusapnya lembut.
"Kemanapun kau pergi, tidak akan bisa lepas dari jangkauanku." Tatapan mata Nicole begitu sayu, membuat Carolline menelan ludah.
Perlahan wajah mereka semakin dekat, deru napas keduanya bisa mereka rasakan di wajah masing-masing.
"Aku mencintaimu Carolline."
Bibir Nicole menempel pada bibir Carolline dan ********** lembut.
__ADS_1
Carolline mencekram erat ujung jas yang Nicole kenakan, jantungnya berdebar begitu kencang namun matanya terpejam menikmati ciuman lembut di bibirnya.
Hingga beberapa menit kemudian ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman panas yang menggebu-gebu.
Lidah keduanya saling bertaut dan membelit semakin dalam.
Enghh
Carolline meleguh saat Nicole menggigit bibirnya kecil dan menyesapnya kembali sebelum melepaskan tautan bibirnya.
Napas keduanya memburu, Nicole menempelkan keningnya pada kening Carolline, ibu jarinya mengusap bibir Carolline yang basah dan bengkak.
"Aku tidak sabar menunggu lusa." Gumam Nicole sambil terkekeh, sebisa mungkin dia menahan gairah dalam dirinya, dia tidak ingin membuat wanita yang dia cintai kambali terluka.
Jika Carolline dan Nicole sedang menunggu hari pernikahan mereka, lain halnya dengan Demas yanb begitu syok mendengar apa yang ibunya katakan, bagaimana kakaknya bisa kabur membawa uangnya. Kalau begini bagaimana dirinya bisa keluar dari penjara.
Sejak saat mendengar uangnya di bawa kabur kakaknya, Demas tidak ingin bertemu dengan kelurganya saat membesuk, hingga kejadian itu berlarut-larut membuat kondisi Demas kembali drop dan di larikan ke rumah sakit.
Betrik dan Malik pun hanya bisa menatap sedih putranya yang kembali berbaring di rumah sakit, dan kali Demas terlihat lebih mengenaskan.
"Pah, lakukan sesuatu untuk Demas, aku tidak ingin terjadi hal buruk pada putraku." Isak tangis Betrik dipelukkan suaminya.
Malik hanya bisa membuang napas kasar, kenapa cobaan Demas begitu berat.
Moga masih ingat jalan ceritanya ya say🤭 gak janji tapi moga bisa up setiap hari 🤗🤗
__ADS_1