
Setelah empat hari berada di hotel Carolline memutuskan untuk pergi dari Nicole. Dia tidak ingin terjerat dengan pria kejam seperti Nicole, dan untuk Demas, Carolline akan berhadapan dengan keluarganya, dia akan mengajukan perceraian untuk pernikahannya yang baru empat hari.
Ada rasa sesak yang bergelayut dalam hatinya, rasa yang selalu hadir dan sangat sulit untuk di sembuhkan. Untuk sekarang Carolline hanya ingin bebas dari Nicole.
"Semoga dia belum kembali." Carolline segera mengambil tas untuk dia bawa, Nicole pamit untuk keluar sebentar, dan kesempatan itu Carolline gunakan untuk pergi, karena jika pria itu tahu pasti dirinya tidak akan bisa pergi.
Beruntung Carolline menyimpan card pintu hotel saat pertama kali masuk dengan Demas, dan Carolline gunakan itu untuk kabur.
Kepala Carolline menyembul lebih dulu untuk melihat keluar, dan dirinya merasa lega, tidak melihat Nicole.
Segera Carolline keluar dan berjalan menuju lift, dia berharap tidak akan bertemu Nicole.
Demas menatap sendu bangunan rumah berlantai dua itu, tatapan sendu bercampur rasa takut menggelayutinya.
Tiba-tiba pintu terbuka dan saat Demas melihat, pria itu langsung bersembunyi.
Dirinya belum siap untuk bertemu dengan keluarganya, apalagi dirinya juga tidak bisa menemui Carolline untuk membicarakan masalah mereka berdua.
__ADS_1
"Maafkan aku Mah." Ucap Demas dengan wajah menyesal.
Carolline bernapas lega saat dirinya sudah berhasil kabur dari Nicole, sekarang dirinya berada di dalam taksi. Entah bagaimana reaksi Mama dan papanya nanti, dirinya harap tidak terjadi sesuatu dengan orang tuanya.
Tak lama taksi yang dia tumpangi sampai, Carolline keluar hanya membawa tas kecil miliknya.
Menatap nanar rumah yang dia tinggali dari kecil, Carolline menarik napas dalam-dalam untuk mengisi rongga yang terasa sesak mencekam.
"Carol, kamu sudah pulang." Mama Carolline begitu antusias menyambut putrinya yang pulang.
"Di mana suami kamu, apa dia masih di belakang." Mama Carolline menoleh kebelakang dan tidak menemukan Demas menantunya.
"Ada, di dalam." Keduanya berjalan menuju ruang keluarga, Carolline menyuruh Mamanya untuk memanggilkan sang papa, dirinya sudah bertekad untuk bicara jujur.
Karena Carolline segera ingin terlepas dari masalah ini. Dirinya tidak ingin menunda-nunda dan orang tuanya tahu orang lain.
Melihat kedua orang tuanya berjalan mendekat, kedua mata Carolline sudah memanaskan, papanya yang mengatakan dirinya ke altar dengan penuh kasih sayang dan kebahagiaan, papanya yang menyerahkan dirinya pada Demas untuk dijaga dan dicintai, tapi yang Carolline dapatkan sebuah rasa menyakitkan.
__ADS_1
"Carol kamu kenapa?"
Inilah papanya, begitu peka dengan perasaan nya yang sedang tidak baik-baik saja.
"Papa, maaf kan Carol." Carolline langsung menghambur ke pelukan papanya, wanita itu menangis menumpahkan kesedihan dan beban berat yang dia alami selama empat hari ini.
"Carol, tidak sanggup Pah, Carol ingin cerai."
Deg
Papa dan Mama Carolline saling pandang dengan tatapan terkejut, apa yang di alami putrinya sehingga membuat Carolline ingin bercerai.
"Katakan yang jelas Carol, kalian ada masalah apa." Papa Carolline mengusap wajah putrinya yang penuh dengan air mata, rasa cintanya kepada sang putri mampu membuat hatinya juga merasakan sakit melihat Carolline yang menyedihkan seperti ini.
"Apa Demas selingkuh, atau dia memukuli mu." Tanya Mama Carolline dengan rasa sesak, siapa yang tidak merasakan sakit melihat putrinya seperti ini.
"Demas menjualku saat malam pertama Pah, Mah."
__ADS_1
Jederrrr!!!!