
Olivia sudah sampai di Vila, Alexander menunggu nya di depan Vila.
Ceklek....Olivia turun dari mobil lalu berlari kepelukan Alexander sambil menangis.
"Hiks.....hiks.....hiks.....aku tidak mau putus dengan mu" ucap Olivia
"Pu putus? Bukankah masalah selesai? Kenapa kamu bilang kaya gitu sayang? Hmm?" Alexander memegang kedua bahu Olivia
"Dady......."Olivia menggantung ucapan nya
"Kita masuk dan bicara di dalam ya" ucap Alexander.
Ceklek......Alexander menutup pintu dari dalam kamar Olivia.
"Sebenarnya ada apa? Hmm?" Tanya Alexander
"Dady udah kasih tahu Mom kalau kamu seorang......" Olivia tidak melanjutkan ucapan nya.
Kamu mengambil tindakan yang salah Petter. Batin Alexander.
"Apa Tante suruh kita putus setelah tahu siapa aku?" Tanya Alexander
Olivia mengangguk.
"Aku udah jelasin ke mereka kalau kamu pria yang baik-baik tapi mereka gak percaya. Dady tahu juga aku pernah diculik" ucap Olivia
Petter sudah tahu soal itu ternyata. Batin Alexander
"Gimana ini? Hm?? Aku tidak mau putus dengan mu Lex. Dady dan Mom suruh aku ikut mereka dan meninggalkan Jerman. Aku tidak mau berpisah dengan mu. Hiks.....hiks....hiks....hiks....." ucap Olivia
Aku tidak punya pilihan lain. Kalau pun aku ungkap Petter seorang bandar Narkoba tidak akan mengubah penilaian Tante Alyne pada ku. Otak Petter sampai juga di situ. Okay, aku sudah memberikan kesempatan pada mu Petter tapi kamu yang merusak kesempatan itu. Batin Alexander
Alexander mencium Olivia dengan tiba-tiba.
"Aku juga tidak mau kehilangan mu sayang" ucap Alexander
Alexander mengeluarkan baju nya dan mencium Olivia kembali.
"Ap....apa kita akan melakukan nya?" Tanya Olivia saat Alexander menikmati leher jenjang nya.
"Kita tidak punya pilihan sayang. Kamu mau kan sayang?" Jawab Alexander
"Hmmm" Olivia mengangguk
Alexander tersenyum lalu melepaskan baju Olivia.
"Beautiful" Ucap Alexander melihat ****** Olivia terpampang nyata di depan nya.
"Aku akan membuat kamu tidak bisa melupakan hari ini Olivia" ucap Alexander
Kurang lebih 15 menit akhirnya Alexander menanamkan benih di rahim Olivia.
"Makasih kamu sudah memberikan nya pada ku" ucap Alexander
Olivia tersenyum dengan air mata di pipi nya.
"I love you" ucap Olivia
"I love you too" ucap Alexander
"Semoga akan tumbuh Alexander junior di rahim mu sayang" ucap Alexander
__ADS_1
"Semoga sayang" ucap Olivia
π¦π€π¦π€π¦π€
Petter duduk di ruangan George.
"Sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi George, Alexander sudah tidak bisa apa-apa lagi. Hubungan mereka akan berakhir." Ucap Petter
"Lalu apa rencana Om Petter selanjut nya?" Tanya George
"Aku akan berikan pilihan pada Olivia. Jika dia masih ingin tinggal di sini dia harus menikah dengan mu. Jika tidak, dia harus ikut dengan ku dan Alyne." Jawab Petter
Semoga saja Olivia menolak nya dengan begitu aku bisa kembali bersama Aghata. Batin George
"Trus bagaimana hasil dari Reminiscence Therapy Om?" Tanya George
Reminiscence Therapy, sebuah terapi pengobatan untuk orang dementia, melibatkan proses mengingat kembali pengalaman di masa lalu melalui media, seperti: foto, musik, suara, video, memento, dan sebagainya. Terapi ini bersifat kognitif dan spontan, sehingga terapi ini memfokuskan untuk menginstropeksi diri pada peristiwa masa lalu.
"Oh itu, ternyata benar aku yang sudah membunuh orang tua Alexander. Mereka melihat ku membunuh sepasang suami istri karena tidak becus melakukan tugas. Bahkan mereka merekam kejadian itu, jadi aku harus membunuh dan melenyapkan bukti rekaman video bersama mereka. Apa itu salah ku? Tidak kan? Mereka saja yang sok pahlawan kesiangan." Jelas Petter
"Apa Alexander sudah tahu?" Tanya George
"Belum. Aku harus menghilang seperti dulu agar selamat dari mafia seperti dia. Aku tidak mau dia menyakiti Olivia dan Alyne" jawab Petter
Aku tidak bisa membayangkan jika posisi ku pada Alexander. Mencintai wanita dari anak pembunuh orang tua ku. Petter benar-benar kejam membunuh orang yang tidak bersalah. Karena dia juga Aghata ingin bunuh diri dasar pria tua brengsek. Batin George
π¦π€π¦π€π¦π€
Alyne sudah selesai packing barang-barang nya begitu juga dengan barang Olivia.
Tut.....tut....
"Kamu di mana? Olivia belum pulang. ponsel nya bahkan tidak di bawa. Pasti dia sekarang di rumah Alexander. Bawa Olivia sekarang, aku tidak mau Alexander berbuat jahat pada nya setelah tahu kita tidak merestui hubungan mereka. Aku juga udah selesai packing" ucap Alyne
"Iya-iya aku cari Olivia sekarang" ucap Petter lalu memutuskan sambungan telepon.
Benar juga yang dikatakan Alyne. Alexander bisa saja melakukan sesuatu pada Olivia. Batin Petter
Di sisi lain Alexander membujuk Olivia untuk pulang tapi Olivia tidak mau pulang.
"Sayang kita ketemu Om dan Tante ya?" Ajak Alexander
"Apa kamu bisa membujuk mereka? Aku tidak mau berpisah dengan mu" tolak Olivia
"Aku akan bicara dengan mereka ya. Yuk kita ke Apartemen" ucap Alexander
"Tapi......'itu' ku masih sakit" ucap Olivia malu
"Oh iya. Mmm kamu istirahat di sini saja ya untuk memulihkan rasa sakit nya. Aku yang akan menemui mereka." Ucap Alexander
Olivia mengangguk.
Setelah memakai pakaian, Alexander menelpon James agar dia datang ke kamar.
Ceklek.....James masuk ke dalam kamar.
"Jaga Olivia jangan sampai dia keluar dari Vila ini." Ucap Alexander
"Siap bos" ucap James
"Sayang aku pergi dulu ya, kamu istirahat saja di kamar" ucap Alexander
__ADS_1
"Hmmm." Olivia mengangguk
James yang melihat bos dan Bu bos nya memilih memainkan ponsel nya.
Nasib nasib.....batin James
Alexander keluar kamar diikuti James di belakang.
"James ingat jangan biarkan Olivia keluar dari Vila" ucap Alexander
"Siaaapp bos" ucap James
.
.
.
Baru saja Alexander keluar dari kediaman nya ia bertemu dengan mobil Petter.
"Kebetulan dia datang ke sini" ucap Alexander
Ceklek.....Ceklek...Alexander dan Petter keluar dari mobil.
β€π€β€π€β€π€
MAAF YA KALAU KURANG HO*π₯π₯ soalnya dri kemrin gak lulus reviewππ
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1