
Makan siang selesai Petter ingin bicara berdua dengan Alexander.
"Ohya Nak, boleh Dady ngobrol sebentar dengan Alexander?" Tanya Dady Petter
"Boleh kok Dad" jawab Olivia
"Ya udah kita tunggu di mobil ya" ucap Mom Alyne
"Semangat...." bisik Olivia pada Alexander dan Alexander membalas nya dengan senyuman
Kini tinggal Petter dan Alexander.
"Apa kamu sengaja mendekati putriku?" Tanya Petter
"Apa kamu yang membunuh orang tua ku?" Tanya balik Alexander
"Sungguh aku tidak ingat siapa saja yang telah ku bunuh. Jujur aku hilang ingatan dengan masa lalu ku saat aku kecelakaan. Termasuk pembunuhan yang aku lakukan di masa lalu aku tidak ingat apa pun." Jawab Petter
"Kamu jangan main-main dengan ku Petter. Kenapa kamu membunuh orang tua ku?" Tanya Alexander kini memegang kerah Petter
"Silahkan kamu cari informasi tentang ku. Dan tentang kecelakaan yang telah aku alami. Tapi aku mohon jangan sakiti Putriku. Dia tidak bersalah dengan dosa yang telah aku lakukan aku mohon" ucap Petter
"Shhhiiiittt. Aku akan terus mengawasi mu Petter dan kamu harus paksa otak mu agar kau mengingat pembunuhan orang tua ku" ucap Alexander lalu melepaskan tangan nya dari kerah Petter
"Tunggu kamu kenapa yakin jika aku yang membunuh orang tua mu?" Tanya Petter
"Karena tatto elang yang ada di bawah telinga mu itu" jawab Alexander
"Apalagi selain tatto elang? Apa kamu tidak tahu jika Robert memiliki tatto elang?" Tanya Petter
"Apa maksud kamu? Kamu menuduh Uncle Robert yang membunuh orang tua ku?" Tanya Alexander kembali memegang kerah Petter
"Identitas mu yang dulu memang tidak bisa dicari tapi tidak dengan ku Alexander. Aku punya informan yang tahu siapa dirimu sebenar nya. Kamu anak SMA yang bergabung dengan Roberto" ucap Petter lalu melepaskan tangan Alexander dari kerah nya.
"****........" umpat Alexander
"Kamu hanya anak kecil yang sudah dicuci otak mu oleh Roberto. Sekarang yang harus kamu lakukan adalah mencari tahu soal Uncle mu dan kebenaran kecelakaan yang telah menimpaku." Ucap Petter lalu dia meninggalkan Alexander
"Dad, Alexander mana?" Tanya Olivia
"Oh dia masih ada urusan sayang. Kamu disuruh pulang sama Dady dan Mom" jawab Petter berbohong
"Oh ya udah. Ayo kita ke Apartemen ku" ucap Olivia
❤❤❤❤❤❤
Alexander kini berada di markas Mogilevich.
"Jack ikut aku" ucap Alexander
Jack mengikuti nya dari belakang lalu menutup pintu ruangan Alexander dari dalam.
"Petter ada di Jerman sekarang" ucap Alexander
"Di Jerman? Apa kita akan menemui nya?" Tanya Jack
"Aku baru saja bertemu dengan nya saat aku bersama dengan Olivia." Jawab Alexander
"Apa ada masalah bos?" Tanya Jack
"Petter bilang dia kehilangan ingatan masa lalu nya saat kecelakaan dan uncle Roberte yang punya tatto Elang juga" jawab Alexander
"A a apa??? Apa dia berbohong Bos? Pasti bos, dia hanya takut jika Bos akan menyakiti Olivia makanya dia membuat cerita palsu" ucap Jack
"Sekarang cari tahu kebenarang tentang kecelakaan yang dia alami itu dan soal informan yang tahu tentang diriku" ucap Alexander
__ADS_1
"Baik bos" ucap Jack
"Aku akan mencari tahu juga dari Olivia soal kecelakaan Petter" ucap Alexander
"Baik bos" ucap Jack
🤍🤍🤍🤍🤍🤍
Petter, Alyne dan Olivia sedang duduk di ruang TV.
"Liv, sejak kapan kamu mengenal Alexander?" Tanya Petter
"Mmm belum terlalu lama Dad." Jawab Olivia
"Apa kamu mencintai nya?" Tanya petter
"Kenapa Dady bertanya seperti itu? Pastilah Dad" jawab Olivia
"Siapa tahu dia hanya pelampiasan sakit hati kamu pada Thomas" ucap Dady
"Alexander orang nya baik kok. Dan dia juga sudah banyak membantu ku. Bahkan Apartemen ini milik nya" ucap Olivia
"Apa?? Apartemen, Mall, apa lagi yang dia milikki?" Tanya Alyne
"Aku tahu nya hanya itu Mom" jawab Olivia
"Apa dia benar-benar tulus mencintai kamu sayang?" Tanya Petter
"Iya Dad. Apa Dady tidak suka sama Alexander?" Tanya Olivia
"Bukan begitu nak, Dady tidak mau kamu salah pilih lagi" jawab Petter berbohong
Aku tidak mungkin mengatakan masalah ku dan Alexander pada nya. Batin Petter
"Ya udah Dad cepat istirahat ya kan capek juga dari perjalanan jauh. Aku ke kamar dulu" ucap Olivia lalu meninggalkan Mom dan Dady nya.
"Apa sayang?" Tanya Petter
"Kamu dan Alexander saling mengenal?" Tanya Alyne
"Hm? Gak kok. Kenal gimana aku bertemu dia saja baru kali ini" jawab Petter berbohong
"Trus kamu tahu dari mana kalau Olivia punya pacar lagi?" Tanya Alyne
"Mmm soal itu aku tahu dari anak buah ku. Dia melihat Olivia bersama pria lain dan bukan Thomas. Makanya aku tanya ke kamu. Udah pertanyaan nya aku mau istirahat" jawab Petter
"Ya udah. Yuk" ucap Alyne
Baru saja Alyne berdiri Petter menarik Alyne ke dalam pelukan nya lalu menyerang nya dengan ciuman panas.
Alyne membalas ciuman itu. Perlahan tangan Petter pun mulai menjelajahi tubuh Alyne.
"Kamu walau pun sudah tua tapi masih saja membuat ku terangsang sayang" ucap Alyne
******* Alyne terdengar Olivia saat ia hendak mengambil air dan melihat adegan panas Mom dan Dady nya di ruang TV.
"Astagaaa kenapa mereka melakukan nya di situ sih? Kan ada kamar." Ucap Olivia kesal dia mulai membayangkan ciuman Alexander yang menjadi candu bagi nya.
"Astagaaaa Olivia apa yang kamu bayangkan??" Ucap Olivia memukul kepala nya sendiri.
Kring......kring.....kring......ponsep Olivia berdering.
"Kebetulan dia telepon" ucap Olivia lalu menjawab telepon Alexander.
"Hallo sayang kamu lagi apa?" Tanya Alexander
__ADS_1
"Aku....aku baru saja melihat adegan panas" jawab Olivia
"Apa kamu melihat video por** sayang? Kamu mau belajar juga? Hmm?" Tanya Alexander
"Enak aja. Gak lah. Mom sama Dady tuh bercinta di ruang tv aku mau ambil air gak jadi" jawab Olivia
"Oooohhh. Apa kamu mau bertemu dengan ku sekarang?" Tanya Alexander
"Hmmm?? Mmm tapi aku gimana pergi nya? Mom sama Dady aja masih ada di ruang tv. Coba aku cek dulu" jawab Olivia lalu membuka pintu nya sedikit.
Ah ah ah ah
"Waaaaaawwww keras juga suara Mom kamu sayang. Apa mereka lupa ada kamu di situ?" Ucap Alexander.
Ceklek......Olivia sengaja menutup pintu nya dengan keras agar Mom dan Dady mendengar nya dan mereka pindah ke kamar.
"Apa kamu sedang membayangkan adegan mereka? Dasar mesum" ucap Olivia
"Hahahah gak sayang. Aku hanya membayangkan wajah mu pasti sangat menyenangkan jika aku mendengar suara itu dari mulut mu" ucap Alexander
"Oh My God. Kamu jangan bawa-bawa aku dengan khayalan mu" ucap Olivia
"Trus aku harus membayangkan siapa? Mom kamu? Atau wanita lain? Gak mungkin kan sayang" ucap Alaexander
"Kamu yaaa.... seperti nya Mom dan Dady sudah pindah ke kamar. Aku ke Vila sekarang" ucap Olivia
"Aku tunggu" ucap Alexander lalu memutuskan sambungan telepon.
"Sayang ******* mu terlalu keras membuat Olivia mendengar nya" ucap Petter
"Itu karena ulah mu sayang" ucap Alyne
Mereka sudah pindah ke kamar untuk melanjutkan adegan panas itu.
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1