Dijual Suamiku

Dijual Suamiku
Perbedaan Nicole dan Demas


__ADS_3

Sore saat jam pulang kantor, Carolline yang hendak akan pulang tiba-tiba telepon di meja kerjanya berbunyi, melihat siapa yang menghubungi Carolline hanya bisa melihat pintu besar didepanya yang tertutup.


Mendesah pasrah, Carolline memilih untuk mengangkat gagang telepon dan menempelkan di telinga.


"Baby keruanganku sekarang." Ucap seseorang yang sangat menyebalkan baginya untuk hari ini.


"Hm."


Hanya deheman sebagian jawaban yang Carolline berikan untuk Nicole bos sekaligus calon suaminya, wanita itu memasang wajah kesal saat dirinya harus kembali masuk keruangan Nicole, padahal sudah seharian Carolline di tahan di dalam sana hanya untuk menemani pria itu.


"Awas saja kalau mengerjaiku lagi." Gumamnya sambil berjalan untuk masuk keruangan atasanya itu.


Carolline menyembulkan kepalanya dan melihat Nicole yang sedang duduk di kursi kerjanya, Carolline pun masuk dan berdiri di samping Nicole yang masih fokus pada layar laptopnya.


"Kenapa?" Tanya Carolline yang merasa di cueki saat Nicole tidak melihat dirinya.

__ADS_1


Nicole menggeser laptop di hadapannya, Carolline mengerutkan alisnya, matanya melihat grafik keuangan perusahaan, meksipun sekertaris tapi Carolline tahu apa yang di maksud Nicole.


"Ada yang berbuat curang, kenapa bisa begini?" Tanya Nicole dengan nada biasa saja.


Tangan Nicole langsung meraih pinggang ramping Carolline membuat wanita itu langsung duduk di atas pangkuannya.


"Ini? kenapa bisa." Gumam Carolline yang juga tidak percaya.


Carolline menatap Nicole tapi sepertinya dia salah, karena Nicole langsung menyambar bibirnya dan ********** lembut membuat Carolline juga terhanyut untuk membalas ciuman Nicole, sepertinya bibir keduanya sudah menjadi candu.


Carolline mendesis saat Nicole menghisap bibirnya kuat.


"Sepertinya dia tidak sendiri, biarkan saja secepatnya mereka akan membayar penghianat yang mereka lakukan." Gumam Nicole sambil mengusap bibir Carolline yang basah dan sedikit bengkak.


Nicole tersenyum bangga melihat bibir Carolline yang merah dan bengkak karena ulahnya, rasanya tidak puas jika hanya mengecupnya saja.

__ADS_1


Carolline sendiri masih menetralkan deru napasnya yang sempat berlarian akibat ciuman Nicole, pria itu selalu mampu membuat seluruh syarafnya lemah hanya dengan ciuman, dan otak Carolline langsung mengingat bagaimana mereka dulu menghabiskan malam panjang, Nicole sangat lembut memperlakukannya namun juga mampu membuatnya terbang sampai kenirwana meskipun dirinya tidak tahu jika yang melakukanya Nicole karena Carolline berpikir suaminya yang melakukanya yaitu Demas.


Tiba-tiba wajah Carolline memanas membayangkan pertempuran ranjang yang dia rasakan sampai membuat semburat merah di wajahnya.


"Hey, kau memikirkan apa?" Jemari Nicole mengusap pipi Carolline yang bersemu, wanita itu semakin terlihat cantik dengan wajah meronanya.


Carolline hanya menggeleng dengan kepala menunduk, dengan sadar dirinya langsung menempelkan pipinya pada dada bidang Nicole.


"Ish, kau ini selalu menguji kesabaran ku." Gumam Nicole sambil memeluk Carolline, sekuat tenaga Nicole berusaha untuk tidak terpancing lebih jauh, apalagi merasakan miliknya sudah menggeliat.


"Buang pikiran mesyum mu, kau boleh menyentuhku setelah kita menikah." Ucap Carolline dengan nada penuh peringatan, karena dirinya juga merasakan dibawah sana milik Nicole sudah ingin berontak.


"Ck, kau selalu bisa membuat ku frustrasi." Desah Nicole pasrah.


Carolline hanya mengulum senyum, Nicole adalah pria yang baik, hanya saja caranya salah untuk mendapatkan dirinya, meskipun begitu Nicole bukan seperti Demas yang tega menjualnya hanya karena uang. Sedangkan Nicole rela mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan dirinya meskipun harga dirinya tidak bisa di beli setidaknya Nicole bukanlah pria yang tidak bertanggung jawab.

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian sayang 😘😘😘


__ADS_2