Dijual Suamiku

Dijual Suamiku
Masa lalu


__ADS_3

Hati orang tua mana yang tidak sakit mendengar ucapan putrinya. Suami macam apa yang tega menjual istrinya sendiri demi uang, dan bagaimana bisa seorang manusia berperilaku biadab lebih dari hewan.


Dario mengepalkan tangannya kuat menahan amarahnya, putri yang dia serahkan dengan suka cita berharap mendapat kebahagiaan, kini malah datang dengan membawa luka.


Tidak bisa Dario biarkan, Demas akan menanggung akibatnya.


"Siapa pria yang sudah membeli mu." Tanya Dario dingin.


Mekipun rasa sesak di dadanya begitu menyiksa, sebisa mungkin Dario akan kuat untuk membela sang putri.


Caroline meremat kedua tangannya dengan ragu, dirinya tidak tahu apa reaksi papanya jika tahu siapa pria yang sudah membelinya.


"Katakan sayang, mereka harus mendapatkan sangsi atas perbuatannya." Ucap Mama Carolline.


"Dia, Nicole. Nicole Scherzinger."


Di hotel Nicole baru saja masuk ke kamar, pria itu tidak menemukan siapa-siapa di dalam, sudah pasti Carolline pergi.


Tatapan matanya menggelap sempurna, Nicole segera berlalu untuk mencari wnaiata nya, tidak akan dia biarkan Carolline berkeliaran di luar, karena Nicole yakin jika Demas akan menggunakan kesempatan itu untuk merayu Carolline agar kembali padanya.


Tidak ada yang mustahil, keduanya saling mencintai, dan sudah pasti Demas akan menggunakan kesempatan itu untuk menekan Carolline.


Tidak butuh waktu lama Nicole sampai di kediaman orang tua Carolline, jangan tanya dia tahu dari mana, siapa yang bisa kita lepas dari pengintaian Nicole, tidak ada semua informasi akan Nicole dapatkan hanya dengan menjentikkan jari, hanya saja dirinya kehilangan jejak Carolline cukup lama karena wanita itu sengaja menutup semua yang berhubungan dengannya.


Nicole tahu di mana Carolline saat Demas tidak sengaja bicara padanya tentang lamaran dan menjelang pernikahan, dan karena rasa penasaran Nicole mencari tahu siapa wanita Demas dan pria itu memberi jawaban yang cukup membuat Nicole terkejut sekaligus marah.


"Tuan, ada tamu mencari nona." Ucap pelayan yang memabukkan pintu untuk Nicole.


"Siapa?" Tanya Dario papa Carolline.


"Saya kurang tahu tuan." Pelayan itu menunduk.


"Bukan Demas, lalu siapa?" Gumam Carolline.


Dengan rasa penasaran Carolline berjalan menuju ruang tamu dimana seseorang sedang menunggunya.


"Aline."

__ADS_1


Carolline membeku, dirinya tidak percaya jika Nicole berani datang kerumahnya.


"Kau, mau apa kau!!" Ucap Carolline menahan emosi.


"Menjemput mu, kenapa kamu pergi." Jawab Nicole tanpa rasa bersalah.


Carolline tertawa sumbang. "Hanya untuk pemuas nap*su pria brengsek sepertimu, hah!!" Carolline menatap nyalang Nicole.


Dada Carolline memburu, dengan tatapan memerah, wanita itu ingin marah dan menyerang Nicole, tapi entah kenapa hatinya juga tidak tergerak untuk melakukan itu.


"Kamu berani datang kemari!" Suara dingin dan penuh tekanan Dario lontarkan untuk Nicole yang sedang berdiri menatap sendu Carolline.


"Saya datang untuk menjemput Aline, saya akan bertanggung jawab dan menikahi Aline." Ucap Nicole seperti tidak punya rasa bersalah.


Carolline yang mendengar itu berdecih sinis, "Itu tidak akan terjadi, dan aku tidak akan mau." Ucap Carolline dingin.


Dario menatap Nicole tajam, Dario itu tidak habis pikir dengan pria yang bernama Nicole Scherzinger ini, siapa yang tidak kenal dengan nama Scherzinger, semua orang pasti tahu. Pria yang memiliki segudang prestasi, wajah tampan dan kekayaan yang tidak bisa di tanding, apalagi kekuasaan Scherzinger sangatlah berpengaruh. Pria seperti Nicole sangat gampang untuk mendapatkan wanita yang dia inginkan, bukan malah putrinya yang sudah menikah.


"Aline, aku tidak akan melepaskan mu lagi. Aku mengaku salah, tapi aku tidak menyesal melakukan ini."


Plak


"Kau pria menjijikan, kenapa harus putriku! apa kau tidak tahu jika dia sangat terluka dengan apa yang kau lakukan, hah!!" Dario menatap Nicole semakin tajam, kemarahannya sudah berada di ubun-ubun.


"Saya tahu saya salah, dan saya sudah bilang ingin tanggung jawab." Ucap Nicole lagi.


Di tidak akan meninggalkan Carolline begitu saja, Nicole harus mendapatkan nya.


"Bagus karena memang kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu perbuat dengan hukum."


.


.


Demas mendapat telepon dari orang tuannya, pria itu mengacak rambutnya frustasi kala Mamanya bilang jika mereka sudah tahu apa yang terjadi.


"Nicole sialan!!" Umpat Demas dengan menahan amarah.

__ADS_1


Jika bukan karena Nicole pasti dirinya tidak akan seperti ini, Demas hanya malas jika terus dirundung oleh kelurganya, di marahi tidak ada hentinya yang akan membuatnya pusing saja.


Mau tidak mau dia akan pulang dan menghadapi keluarganya, dirinya tidak akan lari dari masalah yang memang berawal dari nya juga.


Carolline meringkuk di atas ranjang dengan wajah basah air mata, matanya sembab dan tangisnya tidak bisa dibendung.


"Kenapa kamu begitu jahat Nicole, aku semakin membencimu." Ucapnya dalam tangisan.


Flashback


Carolline bekerja di perusahaan terbesar di negaranya, perusahaan yang begitu berpengaruh dan berkembang pesat, pekerjanya yang memang sebagai sekretaris membuat Carolline setiap hari harus berinteraksi dengan pemilik perusahaan.


Saat itu ada proyek keluar kota, asisten yang seharusnya menemani bos nya, kini harus dirinya yang mengambil alih, Carolline sama sekali tidak melirik bosnya mekipun memang sangat tampan dan juga digilai semua kalangan wanita, menurut Carolline memiliki pria mendekati sempurna itu sangatlah mengerikan, lebih banyak makan hati dari pada bahagia. Dan Carolline sama sekali tidak tertarik dengan paras tampan dan rupawan bosnya.


"Aline, kamu tidak usah membawa apapun, bawa saja keperluan penting mu, jika soal pakaian sudah ada yang menyiapkan." Ucap bos-nya ketika keduanya masih di dalam ruang kerja.


Aneh sekali, sejak kapan sekertaris di perlakukan istimewa seperti ini, batin Carolline.


"Baik Sir." Hanya itu yang keluar dari bibir Carolline.


"Panggil saja Nicole jika sedang tidak bekerja ataupun di luar." Pinta Nicole sembari menatap wajah Carolline.


"Em," Carolline menggangguk.


Kini tiba di mana keduanya melakukan perjalanan bisnis, mereka akan pergi selama dua hari.


Nicole sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk Carolline, pria itu begitu perhatian jika dengan Carolline.


Penampilan modis tapi sopan, Carolline tidak suka mengumbar lekuk tubuhnya ataupun bagian yang harus di tonjolkan, saat Carolline pertama kali masuk, Nicole sudah jatuh hati pada paras cantik Carolline, hanya saja sifat cuek Carolline padanya membuat Nicole kesusahan untuk mendapatkan simpati Carolline.


Hingga kini Nicole memiliki kesempatan untuk berdua dengan Carolline.


Sampainya di hotel menginap, Nicole sudah menyiapkan tempat untuk mengutarakan perasaanya pada Carolline, pria itu begitu semangat jika dirinya akan mendapatkan Carolline.


"Sir, kenapa kita makan di sini?" Tanya Carolline melihat kesekeliling.


Ini seperti acara diner untuk pasangan, begitu romantis.

__ADS_1


"Karena aku ingin mengatakan sesuatu." Nicole menatap Carolline lamat-lamat, membuat Carolline tidak nyaman dengan tatapan itu.


"Aline, mau kah kamu menjadi kekasihku."


__ADS_2