
Ceklek....Olivia kembali ke kamar nya begitu juga dengan George.
Siang hari Alyne dan Petter pulang ke rumah dan mengajak George makan siang.
"Alyne panggil Olivia" ucap Petter
"Hmmm" Alyne mengangguk
"Setelah makan kamu ikut dengan ku ke kantor ya" ucap Petter
"Baik om" ucap George
Alyne kembali dan bergabung dengan Petter juga George.
"Aku bawakan makan siang nya di kamar" ucap Alyne
"George kamu yang antar makan siang nya" ucap Petter
"Iya om" ucap George
"Kamu selesaikan makan dulu" ucap Alyne
"Iya tan" ucap George
Setelah selesai makan George pergi ke kamar Olivia sementara Petter dan Alyne menunggu di ruang tamu sambil melihat CCTV di ponsel Alyne.
Tok....tok....tok....ceklek....George masuk ke dalam kamar Olivia.
"Olivia, kamu makan dulu ya" ucap George
Olivia menatap George.
"Nanti kamu sakit loh. Di makan ya. Atau aku suapin?" Tanya George
Olivia menjatuhkan piring tersebut.
Petter dan Alyne yang melihat nya langsung masuk ke dalam kamar.
"Oliv, kamu bisa menolak tanpa menjatuhkan piring nya" ucap Alyne
"Kamu gak apa-apa George?" Tanya Petter
"Iya Om" jawab George
"Alyne, berhenti bersikap seperti anak-anak. Kamu bisa melukai George dengan tindakan mu itu" tegur Petter dengan marah
"Gak apa-apa om. Aku juga gak apa-apa" ucap George
"Keluar dari kamar ku" ucap Olivia
"Besok persiapkan diri kamu untuk menikah dengan George. Tidak ada penolakan dan pemberontakan. apa yang Alexander lakukan pada mu sehingga seperti ini? ha? Mengherankan, kenapa kamu mencintai seorang pembunuh" teriak Petter
"Dad.....jangan paksa aku. Ak...."
"Tidak ada penolakan. Alyne awasi Olivia. Aku dan George akan mempersiapkan segala kebutuhan pernikahan." Potong Petter lalu ia keluar dari kamar.
George juga ikut keluar.
Alyne langsung memeluk Olivia.
"Kamu kenapa seperti ini Olivia? Dady tidak pernah memaksa mu seperti sekarang ini. Kenapa juga kamu mencintai pria pembunuh seperti Alexander? Hmm? Dia bisa membahayakan nyawa mu nak. Mom dan Dady melakukan ini demi kebaikan kamu" ucap Alyne
Olivia hanya bisa menangis mendengar ucapan Alyne.
Aku merindukan mu Alexander. Sangat merindukan mu. Batin Olivia
💦🤍💦🤍💦🤍
__ADS_1
Keesokan hari nya Olivia sudah berdiri di depan cermin menatap nasib nya yang akan menikah dengan pria lain.
Maafkan aku Alexander. Batin Olivia
George mendekati Olivia.
"Tidak ku duga pernikahan kita secepat ini Olivia. Tapi dengan begitu kita akan secepatnya mencari cara menghubungi Alexander" ucap George
"Hmmm" Olivia mengangguk.
💦🤍💦🤍💦🤍
Acara Pernikahan selesai kini George dan Olivia resmi menjadi suami istri. Petter dan Alyne sangat bahagia melihat putri tunggal mereka menikah dengan pria pilihan mereka sendiri.
"George..." panggil Petter
George menghampiri Petter sementara Olivia sudah masuk ke dalam kamar.
"Ada apa Om?" Tanya George
"Kok om sih. Sekarang kami adalah orang tua mu juga. Panggil Mom dan Dady seperti Olivia memanggil kami" ucap Alyne
"Hehehe iya Mom" ucap George
"Haha gitu dong." Ucap Alyne
"George kamu segera hamili Olivia. Kalau dia hamil dia pasti akan melupakan Alexander dan sibuk mengurus bayi kalian" ucap Petter
"Mmmm saya tidak bisa janji Om. Eh maksud saya Dad. Kan kalian tahu sendiri hubungan kami berdua." Ucap George
"Alaaaaaahh. Soal Olivia kamu tenang saja. Masukin obat ke dalam minuman dan makanan nya lalu itu kesempatakan untuk mu. Okay" ucap Petter
Aku tidak mungkin menyentuh Olivia. Batin George.
"Iya George. Kami udah gak sabar menimang cucu dari kalian." Ucap Alyne
"Iya nak. Kamu bersiaplah." Timpal Alyne
"Ohya apa kamu sudah mengeluarkan CCTV di kamar nya?" Tanya Petter
"Sudah kok. George pergilah nak, Mom akan segera ke sana" jawab Alyne
George pun masuk ke dalam kamar.
"Alyne berikan obat dalam makanan Olivia dan George. Jika mereka berdua yang minum akan lebih baik lagi" ucap Petter
"Okay" ucap Alyne
Ceklek......George masuk ke dalam kamar dan melihat Olivia yang sudah berganti baju tidur.
"Liv...." panggil George mendekati Olivia
"Ada apa?" Tanya Olivia
"Mom akan membawakan makanan untuk kita. Dan.....Mom memasukkan obat dalam makanan mu. Aku tidak tahu jika hanya kamu atau dalam makanan kita berdua. Pokok nya kamu jangan sampai memakan nya. Okay" jawab George
"Hmmm" Olivia mengangguk
Tok....tok....ceklek...
"Sorry menganggu. Tapi kalian dari tadi belum makan. Kalian makan dulu ya supaya punya tenaga juga untuk buat cucu" ucap Alyne
"Aku ke kamar mandi dulu" ucap George
"Nak, kamu harus segera hamil ya. Mom tidak sabar punya cucu dari kamu" ucap Alyne
"Mom keluar lah" ucap Olivia
__ADS_1
"Kamu makan dulu sayang. Atau setidak nya minumlah." Paksa Alyne
"Aku akan makan dengan George, jadi Mom keluar lah" ucap Olivia
"Ya udah. Bye sayang" ucap Alyne lalu menutup pintu dari luar.
Klik.....Olivia langsung mengunci nya.
"Wahhhhhh aku gak sabar besok menanyakan nya pada George." Ucap Alyne
Ceklek.....George keluar dari kamar mandi dan sudah memakai baju tidur juga.
"Apa Mom sudah keluar?" Tanya George
"Hmm. Untung aja kamu lama di kamar mandi jadi aku punya alasan untuk menunggu mu makan. Mom memaksa ku minum di depan nya" jawab Olivia
"Gak apa-apa. Yang penting Mom sudah keluar" ucap George
Krrrrrkkkrkkkk
Bunyi keroncongan perut George dan Olivia saling beradu.
Mereka saling menatap dan tertawa.
"Apa kita harus menahan nya?" Tanya Olivia
"Hmm. Lebih baik seperti itu. Atau kita minum air di kamar mandi aja ya" jawab George
"Hahahha kita tunggu Mom dan Dady tidur, aku akan mengambil makanan untuk kita" ucap Olivia
"Hmm. Aku senang kamu bisa tertawa seperti itu Olivia" ucap George
"Hm.. makasih" ucap Olivia
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1