Dijual Suamiku

Dijual Suamiku
Tidak Sesuai Rencana


__ADS_3

Klik......Alexander memutar CCTV dan melihat wanita yang dimaksud Mom Alyne adalah Alarice. Bahkan Jack tahu soal kedatangan Alarice tapi tidak memberitahu nya.


"Berani sekali Alarice datang ke Vila menemui Olivia. Apa tujuan nya?"


Alexander keluar dari ruang kerja nya menuju kamar. Dia duduk di samping Olivia dan menatap nya.


"Sayang, apa yang kamu bicarakan dengan Alarice? Aku harap kehadiran Alarice tidak akan membuat kamu ragu dan marah pada ku. Kamu tahu kan aku sangat mencintai mu dan calon anak kita. CUP......" Alexander mengecup lembut kening Olivia. Kemudian Alexander pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.


Saat Alexander menutup pintu kamar mandi, Olivia membuka mata nya dan tersenyum.


"Aku percaya pada mu Alexander. Aku juga sangat mencintai mu dan calon anak kita" ucap Olivia


Keesokan hari nya setelah sarapan Alexander mengajak Olivia duduk di taman sambil menikmati udara dipagi hari.


"Sayang, apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu pada ku?" Tanya Alexander pura-pura tidak tahu.


"Hmm? Oooohh, soal Alarica yang datang ke sini semalam?" Tanya balik Olivia


"Hmmm" Alexander mengangguk


"Dia hanya ingin dekat dengan ku tapi, aku tidak ingin dekat dengan nya walau pun dia teman masa sekolah mu." Jelas Olivia


"Hmm aku juga tidak ingin kamu dekat dengan nya. Lain kali aku pastikan dia tidak akan bisa menginjak kan kaki nya ke sini lagi" ucap Alexander


"Ohya kamu jangan marahin Jack ya, aku yang suruh dia untuk tidak mengatakan nya pada mu." Ucap Olivia


"Iya sayang...." ucap Alexander.


❤🤍❤🤍❤🤍


Kring.....kring.....ponsel George berdering.


"Halo..." ucap George saat sambungan telepon tersambung


"Hai George ini aku Alarice" ucap Alarice dibalik telepon


"Oh hai...." ucap George


"Ohya kamu di kantor sekarang?" Tanya Alarice


"Hmmm" jawab George


"Oh okay aku sekarang di lift menuju ruangan mu. Apa kamu sibuk?" Tanya Alarice


Astagaaa kenapa dia datang ke sini. Batin George.


"Gak kok. Masih ada waktu 15 menit sebelum meeting dimulai" jawab George


"Ya udah, aku tutup telepon nya" ucap Alarice lalu memutuskan sambungan telepon


Tak berapa lama Alarice sudah berada di dalam ruangan George.


"Aku semalam datang menemui Istri Alexander" ucap Alarice dengan santai lalu melepaskan high heel nya.



"Astaga Alarice please perbaiki cara duduk mu dan pakai kembali high heel nya" ucap George


"Hahha kenapa apa kamu takut tergoda pada ku dan melupakan istri mu di rumah?" Alarice malah berpose menggoda George



"Alarice aku hanya tidak mau karyawan ku salah paham." Ucap George


"Hahaha alasan aja" ucap Alarice


"Hmm terserah kamu. Sebenarnya kamu kenapa datang ke sini?" Tanya George


"Aku hanya ingin tahu soal Alexander pada mu. Kamu tahu kan aku menyukai nya dari dulu? Tapi sekarang dia malah sudah menikah. Bahkan aku lebih cantik dan seksi dari pada istri nya itu." jawab Alarice


"Kamu relakan Alexander saja dan mencari pria yang cocok untuk mu. Emang di London kamu tidak punya pacar?" Tanya George

__ADS_1


"Hmm aku justru semakin jatuh cinta saat aku melihat Alexander. Aaaahhh pria di London hanya sebagai pengisi waktu ku saja" jawab Alarice


"Astagaaa. Eh bye the way kamu kerja apa di London?" Tanya George


"Model. Apa kamu tidak melihat tubuh seksi ku ini? Bahkan hanya melihat ku saja sudah tahu apa pekerjaan ku." Jawab Alarice


"Ooohhh ya ya kamu seksi" ucap George


"Ohya di mana sih aku bisa bertemu dengan Alexander?? Hmm?" Tanya Alarice


"Aku gak tahu. Usaha nya banyak, jadi aku gak tahu dia ke mana. Kamu cari tahu sendiri gih aku sekarang harus pergi meeting" jawab George


"Dasar.....gak mau bantuin temen sendiri. Ya udah, aku pergi. Bye......" ucap Alarice.


❤🤍❤🤍❤🤍


Tok....tok....Alarice masuk ke ruangan Walter.


"Hai.....senang bertemu dengan anda" ucap Alarice


"Hai, saya juga." Ucap Walter


"Terima kasih telah memilih saya sebagai model dalam projek bapak" ucap Alarice


Alarice sebelum nya sudah meminta bantuan teman nya, salah satu orang yang dekat dengan Walter agar dia bisa masuk ke dalam perusahaan itu.


"Apa kita bisa ngobrol informal jika berdua? Yaa supaya kita bisa lebih dekat. Rasanya canggung jika bekerja sama dengan wanita cantik seperti anda tapi terlalu formal" tanya Walter


"Oh sure. Dengan senang hati" jawab Alarice


Hahaha dia saja baru melihat ku sudah ingin dekat, tunggu saja Alexander. Aku akan membuat mu melupakan istri mu. Batin Alarice


"Bisa kita mulai? Mungkin hanya 2 atau 3 kali pemotretan terlebih dahulu" ucap Walter


"Oh oke." Ucap Alarice


Cekrek.....cekrek.....cekrek......





"Terimakasih" ucap Alarice tersenyum puas.


"Pak Alexander pasti suka dengan hasil nya" ucap Walter


"Apa aku bisa bertemu dengan nya?" Tanya Alarice


"Oh bisa dong. Ayo kita ke ruangan ku sekarang" jawab Walter.


2 menit kemudian mereka di ruangan, Jack masuk tanpa Alexander.


Pria itu.....batin Alarice melihat Jack


"Oh Jack....Pak Alexander mana?" Tanya Walter


"Dia sedang sibuk" jawab Jack


Padahal Alexander sengaja tidak datang karena dia tahu yang jadi model adalah Alarice.


"Oh ya udah. Ini Alarice model nya dan ini Jack tangan kanan Pak Alexander" Walter memperkenalkan.


"Hmm aku bisa lihat hasil pemotretan nya?" Tanya Jack


"Oh ya ya. Kamu bisa lihat-lihat dan Alarice.....kamu temenin Jack ya. Aku harus pergi karena ada meeting sekarang" ucap Walter


"Hmm" Alarice mengangguk


Setelah Walter keluar, seseorang masuk membawakan minuman.

__ADS_1


Alarice dengan hati-hati memberikan kode untuk tidak memberikan minuman yang sebelum nya sudah dimasukkan obat perangs*ng pada Jack. Tapi orang suruhan nya tak paham dan keluar setelah meletakan minuman di samping Jack.


Shi*.....dasar bodoh. Aku sia-sia memberikan uang pada orang bodoh itu.


Saat Jack hendak meminum nya, Alarice menahan nya.


"Eh....apa kita bisa tukeran minuman?" Tanya Alarice


"Bukanlah minuman kita sama? Kenapa? apa kamu memasukan sesuatu di minuman ini karena kamu pikir Pak Alexander akan datang?" Tebak Jack


"Apa?? anda jangan asal bicara ya. Hmm gak jadi. Silahkan diminum." Ucap Alarice


Biarin aja, lagian dia membuat ku kesal. Batin Alarice.


2 menit berlalu Jack mulai merasakan aneh pada tubuh nya.


Ada apa dengan tubuh ku? Apa wanita ini......batin Jack lalu menatap Alarice


"Sa saya ke toilet dulu" ucap Alarice.


"Aaaaaahh aku harus cari alasan agar bisa pergi. Alarice Alarice please mikir. Jangan sampai dia curiga pada mu. Ka..." Alarice berhenti bicara saat Jack masuk ke dalam toilet.


"Aaaggh apa anda gila?? Kenapa masuk?" Tanya Alarice kaget


"Kamu yang salah kenapa tidak mengunci nya. Atau kamu sengaja? Menunggu ku datang? Hmm?" Jack mendekati Alarice


"Kam...."


"Ternyata benar kamu memasukan obat di minuman tadi. Dasar wanita licik. Kamu tidak bisa mendapatkan Alexander hanya dengan obat itu Alarice. Sekarang kamu harus terima akibat nya" potong Jack lalu dia langsung mencium Alarice


"Mmm mmmphh mmmmphhh....." Alarice mendorong Jack


"Ayolah. Aku jamin kamu akan ketagihan dengan ku. Aku sudah tidak tahan lagi" ucap Jack


Alarice yang awalnya menolak mulai lengah karena sentuhan Jack. Akhirnya Jack menyalurkan nya pada Alarice yang membuat nya seperti itu.


❤🤍❤🤍❤🤍


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga




Sebatas Formalitas

__ADS_1




__ADS_2