
Mobil Brigit berhenti tidak jauh dari rumah Petter. Brigit berpura-pura sebagai penjual alat elektronik untuk memastikan kalau Olivia ada di dalam rumah.
Baru saja memasuki lingkungan rumah Petter Brigit langsung dihampiri security.
"Anda siapa?" Tanya Security
"Saya penjual alat elektronik. Sebelum nya Nyonya Petter menelpon saya" jawab Brigit
"Nyonya Petter tidak ada di rumah. Silahkan kembali lagi nanti" ucap Security
Dasar security menyebalkan. Batin Brigit
"Mm kalau putri nya ada? Kata Nyonya Petter yang perlu itu putri nya makanya saya disuruh datang ke sini." Ucap Brigit
"Maaf saya tidak bisa mengizinkan sembarang orang untuk bertemu dengan Nona Olivia.
Oooowwww ternyata nama nya Olivia. Batin Brigit
"Pak, waktu saya hanya sekarang ini, lagian Nyonya Petter yang menyuruh saya datang. Nona Olivia......." teriak Brigit
"Heiii apa yang kamu lakukan??" Security mendorong Brigit pergi
"Dasar bodoh" ucap Alexander
"Aku ke sana Bos, si....."
"Jangan. Anak buah Petter tahu wajah mu." Potong Alexander
"Baik bos" ucap Jack
"Petter memilih tempat persembunyian yang bagus. Olivia pasti suka dengan pemandangan ada air seperti ini" ucap Alexander
Ceklek.......Olivia membuka pintu karena mendengar teriakan dari luar.
"Oh Nona Olivia....." ucap Brigit
"Maaf Nona, katanya Nyonya Petter yang menghubungi nya" ucap Security menunduk hormat
Mata Alexander langsung terbelalak melihat sosok yang sangat dia cintai.
Brigit mengambil kesempatan berlari menghampiri Olivia.
"Nona saya anak buah Bos Alexander" bisik Brigit
Security melihat tindakan Brigit langsung menyuruh teman-teman nya menyeret Brigit.
"Keluaaaarrrr....." teriak Brigit memberikan kode pada teman-teman nya pun untuk keluar menghajar mereka.
Jack pun langsung menyetir mobil sampai ke tempat perkelahian terjadi.
Ceklek......Alexander turun dari mobil dan Olivia berlari ke pelukan Alexander
"Kamu kenapa lama sekali menemukan aku. Hiks......" ucap Olivia
"Maaf. Aku sangat merindukan mu sayang" ucap Alexander
"Aku juga sangat sangat rindu pada mu" ucap Olivia
Alexander menguraikan pelukan nya.
"Kita pergi dari sini ya" ucap Alexander
Olivia dan Alexander pun pergi meninggalkan mereka yang masih berkelahi.
Dalam perjalan Olivia melepaskan Jas nya begitu juga dengan Alexander.
"Pakai ini sayang" Alexander memberikan kaca mata.
"Ayo selfie dulu" ucap Alexander
Alexander dan Olivia melanjutkan perjalanan ke hotel..
__ADS_1
💦🤍💦🤍💦🤍
Kring....kring....kring.....ponsel Petter berdering.
"Hallo Rain ada apa?" Tanya Petter
"Tuan, saya ada di rumah tuan dan......" Rain menggantung ucapan nya.
"Dan apa?? Olivia baik-baik saja kan?" Tanya Petter
"Alexander tahu tempat ini dan membawa nona Olivia. Maafkan saya Tuan." Jawab Rain
"Apaaa????? Shi*.....cari keberadaan Olivia sekarang...." teriak Petter lalu memutuskan sambungan telepon.
"Cepat bangun......kejar mereka kalau kalian masih ingin hidup" ucap Rain
Teman-teman nya yang kesakitan pun bangun dan mengikuti Rain dari belakang.
Petter menelpon George.
Tut....tut.....
"Hallo Dad" ucap George
"Kita pulang sekarang. Dady tunggu di tempat parkir" ucap Petter lalu memutuskan sambungan telepon
George langsung berlari ke tempat parkir menemui Petter.
"Apa terjadi sesuatu pada Olivia?" George terus berlari sampai dia bertemu dengan Petter.
Dalam perjalanan....
"Dad, sebenarnya ada apa? apa Terjadi sesuatu pada Olivia?" Tanya George
"Telepon Alyne sekarang tanya dia di mana sekarang" ucap Petter
"I i iya Dad" George melakukan apa yang di ucapkan Petter.
Tut.....tut....
"Hallo nak" ucap Alyne
"Mom di mana?? Mom di rumah kan?" Tanya George
"Mom di supermarket Dad" ucap George lalu mengaktifkan pengeras suara.
"Alyne, kamu ke tempat Rain sekarang. Jangan pulang ke rumah sebelum aku menyuruh mu" ucap Petter
"Hmmm?? Kenapa? Aku sebentar lagi selesai kok" tanya Alyne
"Alyne dengar kan ucapan ku. Kamu ke xxx tetap berada di dalam rumah dan jangan keluar sebelum aku menjemput mu. Okay" jawab Petter
"Kenapa?? Kalau kamu tidak menjelaskan alasan nya aku akan tetap pulang ke rumah" ancam Alyne
"Alexander tahu rumah kita dan sekarang Olivia dengan nya. Aku tidak mau dia menjadikan kamu juga sebagai sandera. Aku janji akan membawa Olivia pulang. Okay?" Jelas Petter
Apa Olivia berhasil menghubungi Alexander? Batin George
"Apaaaaa???? O o oke, kamu harus tepatin janji kamu Petter. Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan Olivia dan juga bayi nya" ucap Alyne
"Iya, sekarang kamu pergi ke alamat yang aku katakan. Aku tutup telepon nya" ucap Petter lalu memutuskan sambungan telepon.
💦🤍💦🤍💦🤍
Ceklek......Olivia dan Alexander masuk ke dalam kamar.
"Kamu tahu dari mana aku ada di Filipina?" Tanya Olivia
"Aku punya anak buah di Filipina juga. Oh ya apa kamu sudah makan?" Tanya Alexander
"Belum. Mom sedang keluar ke supermarket mau beliin makanan kesuakaan ku" Jawab Olivia
"Kita makan makanan hotel aja ya. Kamu yang pesan aku mau mandi dulu" ucap Alexander
"Hm" Olivia mengangguk.
Ceklek.....Alexander sudah berada di dalam mandi.
Nanti aja aku kasih tahu soal kehamilan ku. Batin Olivia.
Setelah makanan sudah sampai Alexander pun selesai mandi dan berganti pakaian.
__ADS_1
"Ada yang ingin aku ceritain" ucap Olivia
"Hmmm. Aku juga banyak pertanyaan pada mu. Sekarang kita makan dulu ya" ucap Alexander.
Selesai makan, Olivia mengatakan kalau diri nya tengah mengandung.
"Apa......." Alexander melihat cincin di jari manis Olivia tapi bukan cincin yang disematkan saat Alexander melamar nya di Jerman.
"Itu bukan cincin yang aku kasih kan?" Tanya Alexander dan ekspresi nya berubah.
"Maaf aku sudah menikah dengan George, tapi George tidak pernah menyentuh ku. Sungguh, anak yang aku kandung adalah darah daging kamu. George pun tahu soal ini" jelas Olivia
"Kenapa kamu menikah dengan nya? Liv, ak.."
"Alexander aku tidak punya pilihan lain. Aku dikurung di dalam rumah dan tidak boleh keluar, tidak diberi ponsel bahkan di kamar ku ada CCTV. Pernikahan ini adalah rencana aku dan George. Jika kami menikah maka Dady tidak akan mengekang kami lagi. Kami selalu mencari cara agar bisa menghubungi mu tapi......setiap gerak-gerik kami ada yang mengawasi. Kamu percaya pada ku kan?hmm?" Jelas Olivia
"Apa George tidak berniat menyentuh mu?" Tanya Alexander
"Ya. Bahkan saat Mom mencampurkan obat di makanan ku George yang memberitahu ku. Kami tidak saling mencintai, aku mencintai mu dan George mencintai Aghata. Aku percaya pada George karena Aghata hamil anak nya dan akan menjaga anak ku seperti menjaga anak nya sendiri" jelas Olivia
"Apa benar kamu hamil darah daging ku? Alexander junior?" Tanya Alexander lagi memastikan
"Hmmm. Aku menunggu waktu ini untuk memberitahu kabar bahagia bahwa aku hamil Alexander junior" jawab Olivia air matanya lolos di pipi
Alexander memeluk Olivia.
"Terimakasih......terimakasih telah mengandung darah daging ku" ucap Alexander
"Hmm terimakasih juga kamu sudah datang Lex George pasti senang kamu datang. Dia tidak mau lagi mengikuti perintah Dady." Ucap Olivia
Alexander menguraikan pelukan nya lalu menghapus air mata Olivia
"Aku mecintai mu" ucap Alexander
"Aku juga mencintai mu" ucap Olivia
Alexander mencium Olivia.
Ciuman mereka berhenti saat Ponsel Alexander berdering.
Kring....kring...kring.....
"Mengganggu saja" ucap Alexander lalu melihat siapa yang menelpon nya.
Nomor yang tak dikenal. Pasti Petter. Batin Alexander
"Sayang aku jawab telepon dulu ya" ucap Alexander lalu menjauh dari Olivia.
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
__ADS_1