Dikau Imamku

Dikau Imamku
Bab 12


__ADS_3

"Gara-gara itu gua ngk bisa tidur Zil. Semaleman gua mikirin itu sampe setres. Bayangin aja betapa stoknya gua saat Mas Dikau ngelakuin itu. Gua bertanya-tanya apa alasannya? Tapi gua ngk pernah Nemu jawabannya. Kan gua gila gara-gara mikirin itu Zil." Ashimah mencoba menjelaskan.


"Ckckck.."


"Dasar gila!"


"Gua kira Lo bakal nyukein mas Dikau sesuai dengan rencana kita." Tambah Zila.


"Ide Lo gagal total!"


"Hehehe...." Zila tertawa. Baru saja Ashimah ingin membalas Pak Aminudin sudah datang. Ashimah hanya memandang Zila kesal.


"Gua teraktir di cafe yang baru buka di depan kampus gimana." Tawar Zila.


****

__ADS_1


Ashimah menatap langit-langit kamarnya. Padahal sedari tadi ia berharap jika ia bisa bertemu dengan Dikau. Ia masih ingin meminta penjelasan pada pria itu. Karena setelah kejadian itu, Ashimah malah bertingkah seperti orang aneh. Dirinya seakan ling-lung bahkan ia tak sempat mengucapkan terima kasih.


Ashimah mengambil ponsel yang tergeletak di sampingnya. Ia berbaring di atas kasur. Ia menimbang-nimbang untuk menghubungi pria itu. Ia takut menganggu Dikau tapi ia merindukan suara pria itu. Jadi seperti ini rasanya jatuh cinta. Ashimah tanpa sadar tangannya bergerak membuka aplikasi Whats up. Ashimah mengetik sebuah pesan untuk Dikau.


-Assalamualaikum.-


Ashimah menunggu pesan itu di balas, matanya tak henti melihat ponsel. Namun 10 menit berlalu tidak ada satupun pesan yang masuk. Bahkan warna biru centang dua pada pesan itu tak kunjung muncul. Pria itu belum membacanya, Ashimah resah. Tidak seperti biasanya, pria itu walau tidak pernah membalas pesannya. Tapi pria itu selalu membaca pesannya.


"Kak bantuin Putra ngerjain PR." Ujar Putra adiknya sambil membuka pintu kamarnya. Ashimah mau tak mau menaruh ponselnya dan membantu adiknya mengerjakan PR.


  "Nilai x+y yang memenuhi sistem persamaan 7x+4y \=1 dan 5x+2y \=-1 adalah ... " Ashimah membacakan soal nomer satu.


"Carinya pake rumus apa kak?"


"Biar mudah kamu pake rumus eliminasi dulu untuk cari x. Coba kamu kerjakan, pasti udah diajarinkan di sekolah." Putra mengangguk tanda mengerti. Ashimah hanya memperhatikan adiknya mengerjakan angka-angka itu, tugasnya hanya mengoreksi dan mengarahkan. Karena bagi dirinya jika ia yang mengerjakan PR tersebut bukan adiknya berarti ia sama saja membuat adiknya tidak bisa belajar tanggung jawab. Guru memberikan PR bukan hanya untuk mengetes kemampuan kita mengerti atau tidak, ada alasan penting yang tidak kita ketahui. Yaitu untuk melatih rasa tanggung jawab kita disaat kita diberikan amanah. Sama seperti mengerjakan soal seperti ini.

__ADS_1


"X ketemu -1 Kak. Trus apa lagi kak."


"Kamu cari nilai Y. Bisa pake Eliminasi atau ngak subtitusi. Tapi kayaknya lebih mudah subtitusi jika sudah diketahui salah satu nilainya."


"Y\=2"


"Sekarang tinggal kamu operasikan nilai x dan y jadi X+Y"


"Nomer 2-3 sama seperti itu juga caranya."


*****


Ashimah menguap kelelahan, lebih dari dua jam ia membantu adiknya yang tengah duduk di kelas XI SMA mengerjakan soal Matematika. Sekarang yang ia lakukan hanya mengamati ponselnya. Berharap Dikau akan segera membalas pesannya atau paling tidak membacanya. Tapi pesannya terabaikan, Ashimah merasa ada yang aneh dengan Dikau.


 Kenapa pria itu mengabaikannya? 

__ADS_1


Apa kemarin dia membuat kesalahan hingga pria itu mengabaikannya? 


Bukankah pria itu kemarin memberikannya peluang untuk mengenal pria itu lebih jauh. Ashimah memejamkan matanya, ia tidak mengerti dengan jalan pikiran orang itu. 


__ADS_2