Dikau Imamku

Dikau Imamku
Bab 44


__ADS_3

Ashimah kaget, ia terkejut mendapati Alan di sampingnya. Dengan cepat ia menghapus airmatanya. Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan dokter Alan dan juga ditanyai macam-macam. Ia baru tersadar jika Dikau dirawat di rumah sakit tempat Alan bekerja.


"Tidak ada apa-apa kok dok. Saya hanya kelilipan." Jawab Ashimah. Alan tersenyum ia tahu Ashimah berbohong tapi ia tidak punya hak untuk memaksa gadis itu menceritakan masalahnya.


"Kamu sedang apa di rumah sakit? Keluargamu ada yang sakit?" Ashimah menggeleng cepat. Keluarganya sehat-sehat saja. Ia jadi lupa memberitahu ayahnya jika Dikau sakit. Bagaimanapun ayahnya sekarang sudah bekerja dengan enak tidak perlu mengangkat pasir lagi karena pria itu. Ashimah jadi makin bersalah. Dikau sudah baik padanya tapi dia malah membuat pria itu celaka. Apakah ia pantas di maafkan?


"Mas Dikau yang sakit." Alan tersenyum getir wanita yang ia sukai ternyata masih dekat dengan pria itu.

__ADS_1


"Kamu lapar tidak? Ayo ke kantin saya traktir." Tawar Alan. Mulanya Ashimah ragu namun ia mengiyakan, lagi pula ini hanya sekedar makan siang. Ia butuh hal untuk melupakan kejadian tadi dan menguatkan hatinya kembali untuk merebut perhatian Dikau kembali. Ia tidak akan menyerah menaklukan mahluk sedingin Dikau. Ia akan membuktikan pada Dikau jika ia tulus mencintainya bukan karena harta dan wajah tampan pria itu. Jika dulu ia berhasil menghancurkan hati Dikau yang beku, ia yakin saat ini ia juga akan dengan mudah merebut hati pria itu lagi.


***


Baru saja Firman ingin mengambil rantang yang di bawa Ashimah untuk dia makan. Dikau menghadangnya, bosnya itu menatapnya tajam. Firman bingung apa dia salah. Bukannya tadi bosnya tidak mau memakan makanan Ashimah. Bahkan sampai menyakiti hati gadis itu. Firman hanya takut mubazzir. Dari pada tidak ada yang makan lebih baik ia saja yang makan. Apalagi masakan Ashimah itu enak, dulu ia pernah mencicipi masakan gadis itu. Perutnya sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


"Makan bos, tadikan bos yang nawarin." Ujar Firman salah tingkah. Ia menggaruk rambutnya yang tidak gatal bingung dengan tingkah bosnya yang aneh.

__ADS_1


"Ini punya saya buat saya. Kamu cari makan saja di kantin." Firman seakan ingin menonjok wajah bosnya yang menyebalkan itu. Ia hanya bisa mengelus dada bersabar. Padahal perutnya sudah lapar.


"Kenapa masih disini?" Tanya Dikau melihat Firman dari ujung kaki hingga kepala.


"Pergi sana tunggu apa lagi." Usir Dikau dengan nada jutek. Untung saja bos. Bosnya itu benar-benar bermulut pedas dan arogan. Tadi pria itu menolak untuk memakan masakan Ashimah tapi sekarang pria itu seakan ingin menguasai masakan itu dan tidak senang jika ada yang menyentuhnya.


Firman mendengus sebal. Baru saja ia ingin keluar untuk membeli makan. Lagi-lagi suara bosnya membuat langkahnya berhenti. Firman mengehela napas ia berharap Dikau kembali seperti dulu. Mungkin pria itu seperti itu efek di tolak oleh wanita atau dia terlalu kaku dan egois tidak mau mengakui perasaanya sendiri.

__ADS_1


"Belikan saya es teh ya.." Firman tersenyum kaku. Nohkan mana ada orang sakit yang minum es teh kalau bukan cuma bosnya saja. Firman kemudian keluar dari pintu untuk menuju kantin meninggalkan bosnya yang sedang kegirangan memakan makanan Ashimah.


__ADS_2