Dikau Imamku

Dikau Imamku
Bab 13


__ADS_3

KEPERGOK


Ashimah merasa aneh dengan Dikau. Pria itu sepertinya sedang menjauhinya. Karena tak ada satupun pesannya yang di balas atau dibaca oleh Dikau bahkan pria itu tidak muncul di kampus. Ashimah takut jika Dikau benar-benar menjauhinya.


Berkat usulan dari Zila. Temannya itu menyuruhnya untuk datang ke kantor Mas Dikau, ia disuruh pura-pura bertanya tentang beasiswanya. Paling tidak ia harus bisa bertemu dengan Dikau apapun caranya.


Ashimah memandang gedung percakar ini ragu. Akankah ia bisa masuk ke sana? Jantungnya berdegup kencang. Ashimah masuk ke dalam gedung. Lalu Ia menghampiri resepsionis untuk bertanya bagaimana prosedur bertemu atasan mereka.


"Permisi mbak."


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mau menemui Pak Dikau."


"Sudah buat janji."

__ADS_1


"Sudah mbak, saya ingin mengurus berkas beasiswa." Ashimah menunjukan berkas beasiswa yang dibawanya itu.


Lalu resepsionis mengarahkan jalan menuju ruangan Dikau dan menunjukkan lift yang harus dinaiki Ashimah. Untungnya Ashimah cepat mengerti dan tidak tersesat.


Ashimah berdiri di depan pintu ruangan Dikau. Ia ragu untuk masuk ke dalam. Tapi ia sudah terlanjur sampai disini. Mau tidak mau Ashimah harus masuk. Ashimah mengetuk pintu ragu. Setelah tiga kali mengetuk pintu Ashimah memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan Dikau.


Dikau terkejut melihat Ashimah di hadapannya. Ia tidak menyangka jika gadis itu begitu gigih mengejarnya bahkan sampai mendatangi kantornya. Jujur Dikau merasa senang dengan kehadiran Ashimah. Akhir-akhir ini ia selalu memikirkan gadis itu. Walau ia tahu gadis itu hanya mempermainkannya.


"Ada apa kamu kesini?" Tanya Dikau pria itu melepas kecamatanya. Lalu bersender di kursi meninggalkan beberapa proposal yang harus diperiksanya.


"Aku ingin bertemu mas." Jawab Ashimah.


"Kenapa mas mengabaikan aku?" tanya Ashimah. Dikau terkekeh mendengar itu.


"Karena tidak ada alasan bagi saya yang harus membuat saya peduli dengan kamu."

__ADS_1


Ashimah sedih, ia tidak menyangka kalimat itulah yang dipilih Dikau. Pria itu nampak kecewa terhadapnya, ia bisa melihat itu dari tatapan Dikau padanya. Padahal ia tidak tahu apa kesalahannya pada Dikau. Akhirnya Ashimah menangis, ia luruh di lantai sambil menangis. Ia tidak tahu apa yang harus ia perbuat lagi. Agar Dikau peduli padanya.


"Hiks...hiks.. hiks.." Ashimah menangis dengan tersedu-sedu.


"Mas dikau jahat hiks..mas Dikau jahat hiks.." Ashimah terus menangis dengan keras dan meraung-raung. Hal itu membuat Dikau bangkit, ia bingung melihat Ashimah yang menangis. Astaga ini kali pertama nya ia menghadapi wanita menangis di kantor nya. Dikau memutar otak untuk membuat Ashimah diam. Tapi gadis itu semakin kencang menangis.


"Hiks..hikss..hikss...mas..dikau..jahat.."


"Ashimah tenang,"


"Hikss..hikss..."


Dikau menghampiri Ashimah yang duduk di lantai. Pria itu ikut duduk di depan gadis itu. Memegang bahu gadis itu agar tenang. Namun Ashimah malah memberontak, tidak ingin disentuh Dikau.


"Plis jangan menangis Ashimah, kamu diam dan saya akan menuruti apapun yang kamu mau, kecuali menikah." Ashimah malah semakin kencang menangis mendengar ucapan Dikau.

__ADS_1


"Mas dikau jahat... Hikss.. Aci cuma mau sama mas dikau.."


"Aci cinta sama mas Dikau.."


__ADS_2