Dikau Imamku

Dikau Imamku
Bab 50


__ADS_3

"Kamu kapan libur sayang?" Tanya Dikau ketika mendapati Ashimah di dapur sedang memasak. Pria itu memeluk Ashimah dari belakang. Dia sudah tidak sabar untuk liburan berdua dengan istri nya. Karena ucapan Firman tadi ia merasa kesal. Ia jadi ingin berbulan madu dalam waktu yang lama. Ashimah saat ini nampak begitu cantik dengan dress selututnya. Dikau jadi tergila-gila.


"Belum tahu mas mungkin satu bulan lagi." Ashimah membiarkan Dikau memeluknya walau ia agak risih karena pekerjaannya jadi terganggu. Dikau menghela napas bosan. Sebulan lama sekali rasanya. Kapan Ashimah tamat kuliah. Maklum karena dia kemarin sudah selesai sidang Munaqosyah tinggal Wisuda. Sedangkan Ashimah masih jauh di bawahnya.


"Mas udah dong. Nanti nggak selesai-selesai." Ujar Ashimah ketika Dikau mulai menciumi lehernya. Ia merasa geli dan kegiatannya terganggu.


"Mending mas mandi aja sana." Usir Ashimah kesal. Namanya bukan Dikau kalau menurut. Pria itu malah mematikan kompor dan mengangkat tubuh Ashimah ke atas meja makan. Pria itu mencium bibir Ashimah ia masih kesal dengan ucapan Firman yang meledeknya tadi. Ashimah kewalahan menghadapi kelakuan Dikau. Ia mendorong dada bidang Dikau untuk menghentikannya. Ia harus menghentikan sebelum mereka melakukan hal yang lebih dari ini.

__ADS_1


Nafas Dikau memburu menerpa wajah nya. Matanya bergabut gairah seakan ingin memakan nya. Ashimah menelan ludah gugup demi apapun ia belum siap melakukan hal ini.


"Bolehkah?" Izin Dikau dengan suara parau isyarat penuh gairah. Ia tidak bisa menahan ini lebih lama lagi.


Ashimah nampak berpikir mencari cara untuk menolak. Terpikir sebuah ide muncul di pikiran nya. Maaf ya Allah dia harus berbohong terhadap suami nya. hanya untuk kali ini saja lain kali tidak akan. Janji Ashimah pada diri nya sendiri.


Dikau terdiam mendengar itu. Lalu menghela napas kasar. Padahal gairahnya sudah bangkit dan sesuatu di bawah sana sudah mengeras. Sialan! Dikau mengerang kesal mendengar itu. Tanpa mengatakan apapun Dikau pergi meninggalkan Ashimah ia harus ke kamar mandi untuk menuntaskan yang bengkak disana. Dikau mendesah frustasi. Sampai kapan ia harus begini. Padahal ia punya istri tapi harus bermain solo. Ia pergi karena tidak ingin memarahi Ashimah. Ia takut emosi nya akan meledak. Mandi Air dingin adalah solusi yang tepat untuk nya. Dari pada ia harus emosi.

__ADS_1


Ashimah menatap Dikau dengan sendu. Pria itu pergi dengan dingin bahkan tak ingin menatap nya sedikitpun. Ia merasa bersalah pada suaminya itu. Karena telah berbohong. Ia hanya belum siap. Tapi ia berjanji jika ia sudah siap ia akan menyerahkan dirinya sepenuh nya pada Dikau. Ia belum siap hamil. Karena ia masih kuliah. Ia takut kuliah nya tidak selesai. Karena ayah dan ibu nya berharap ia bisa lulus kuliah.


"maafin Aci mas.." gumam Ashimah lirih penuh penyesalan lalu kembali memasak makanan untuk makan malam mereka.


**##


kalau ada yg bilang cerita nya di ulangi.. bukan di ulang ya tapi di revisi EYD dan tanda baca nya.. part yang baru nya itu mulai dari BAB 49...

__ADS_1


jangan lupa follow Instagram author @wgulla_


__ADS_2