Dikau Imamku

Dikau Imamku
BAB 22


__ADS_3

"Seperti yang kamu bilang lagi pula ini masih tahap awal, peluang saya untuk sembuh besar kemungkinan. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Dikau mengatakan itu seperti dia hanya terkena penyakit sepele, sepeti demam yang akan cepat sembuh besok hal itu membuat Ashimah takjub dengan sikap santai Dikau. Padahal dirinya khawatir setengah mati takut kehilangan pria ini.


Baru saja Ashimah ingin membalas terdengar suara pintu yang di banting keras. Ashimah dan Dikau sontak menuju ke arah pintu. Disana mereka mendapati Ria, ibu Dikau berlari menghampiri mereka.


Ria dengan khawatir mengecek seluruh badan anaknya. Apakah baik-baik saja atau tidak?


"Ma, Dikau baik-baik saja. Dikau hanya kecapean." Ujar Dikau mencoba menenangkan ibunya. Ria menghembuskan napas lega. Kemudian dia berterima kasih kepada Ashimah karena telah menjaga anaknya.

__ADS_1


"Kamu cepat menikah nak, jadi mama tidak perlu khawatir lagi karena ada Ashimah yang merawatmu." Ucapan itu membuat Ashimah malu.


"Mama atur saja pernikahan Dikau dengan Ashimah sekarang. Dikau juga sudah meminta restu pada orangtua Ashimah. Jadi tidak ada yang perlu ditunggu lagi." Ucap Dikau.


"Syukurlah." Sahut Ria begitu senang. Karena selama ini wanita itu selalu menunggu anak laki-lakinya menikah.


"Kamu siapkan menikah dengan saya," ucap Dikau pada Ashimah. Ia menatap tajam Ashimah yang terlihat ragu untuk menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Dikau menaikan alisnya memandang Ashimah bingung. Bukannya gadis itu yang selalu mengejarnya untuk dinikahi tapi sekarang lihatlah betapa bodohnya ekspresi gadis itu di ajak menikah secepatnya. Apa gadis itu sekarang sudah berubah pikiran untuk menikah dengannya? Apa Ashimah tidak ingin menikah dengan pria yang berpenyakitan sepertinya? Dikau menghela napas pernyataan yang terakhir mungkin tepat. Mana ada seorang perempuan yang mau menikah dengan laki-laki penyakitan dan menghabiskan hidup untuk merawat dirinya.


"Ah, maksudnya Ashimah siap menikah kapan saja yang penting Dikau yang jadi suaminya." Ujar Ashimah cepat ketika ia melihat raut wajah sendu milik Dikau. Ia tidak ingin Dikau sedih.


"Kamu ini lucu ya. Memang kamu mau nikah sama siapa lagi. Kan anak mama yang ganteng cuma ada satu. Kalau bukan Dikau siapa lagi." Ashimah menjawab itu dengan senyum kecil merasa malu karena telah mengucapkan kalimat bodoh itu. Sedangkan Ria tersenyum mendengar itu, wanita paruh baya itu langsung berseru senang bahkan tak henti membicarakan tentang persiapan pernikahan pada dua orang itu. Ria ingin menyiapkan pesta pernikahan yang luar biasa untuk anaknya.


Sedang Dikau menatap aneh kepada Ashimah. Ia merasa Ashimah berubah. Kenapa gadis itu seolah-olah tidak ingin menikah dengannya? Apa yang membuat gadis itu ragu? Apa karena penyakitnya? Dikau menghembuskan napas ia memijit pelipisnya karena merasa sekarang dialah yang seperti orang bodoh mengejar-ngejar gadis itu untuk segera menikah padahal dulu ia yang menolak mati-matian. Apa gadis itu selama ini hanya mempermainkannya? Dan disaat ia mempunyai kelemahan gadis itu seolah-olah ingin meninggalkannya.

__ADS_1


Dikau menidurkan dirinya membiarkan Kedua orang itu sibuk berbicara. Dikau mendesah ia tidak henti-hentinya berspekulasi buruk tentang Ashimah. Tapi ia tidak bisa mengingkari hal yang mengganjal di hatinya. Ia takut Ashimah pergi meninggalkannya, karena dirinya hanyalah lelaki lemah dan memiliki penyakit mematikan yang kapan saja bisa membunuhnya.


Jangan lupa vote and coment 😘😘😘 gimana jelek ya?? Aku bingung bgt nulis ini


__ADS_2