
Ashimah menggelengkan kepalanya tanpa sadar. "Bukan gitu maksudnya Mas.. tapiii..."
"Tapi apa? Kamu keberatan dengan apa yang saya tulis. Kalau kamu benar-benar cinta dengan saya melakukan 3 hal itu mudah: Setia, Menurut dan Melayani saya sebagai seorang suami. Tugas kamu hanya itu dan saya memberikan seluruh hidup saya untuk kamu. Apa itu masih kurang?" Dikau mencoba mengintimidasi Ashimah.
"Kamu sendirian yang bilang kalau kamu cinta sama saya. Kamu menerima saya apa adanya. Kamu ingin berjuang bersama saya untuk kehidupan yang lebih baik."
"Kecuali jika kamu hanya ingin mempermainkan saya." Lanjut Dikau.
Mendengar kalimat terakhir Dikau. Dengan berat hati akhirnya Ashimah menarik kertas itu dan mencoret dengan huruf bersambung di atas materai itu.
__ADS_1
"Selesai, Aci setuju dengan isinya. Aci siap mencintai Mas Dikau dengan sepenuh hati." Walau di dalam hati Ashimah begitu tidak rela dan siap untuk menerima konsekuensinya terhadap semua hukuman yang ditulis Dikau.
"Bagus kamu menyetujuinya. Saya kira kamu akan mengemis pada saya sama seperti kamu mengejar-ngejar saya waktu itu." Sialan! Umpat Ashimah dalam hati mendengar ucapan sombong Dikau. Padahal lihat sekarang siapa yang mengejar-ngejarnya dan sampai membuat perjanjian konyol ini agar tidak berpisah dari cengkeramannya. Ingin sekali Ashimah mengutarakan itu di depan Dikau. Tapi ia hanya bisa diam dan tersenyum canggung. Ia tidak berani melawan Dikau.
"Apa mas Dikau tidak bisa memakai perasaan sedikitpun? Misalnya dengan percaya sama Aci sepenuhnya tidak perlu hal konyol ini." Dikau menggeleng cepat mendengar ucapan konyol Ashimah. Dia bukan tipe pria yang akan percaya dengan janji-janji busuk yang keluar dari mulut seseorang.
"Saya bisa percaya sama kamu. Tapi saya tidak bisa percaya dengan waktu. Karena waktu dapat mengubah semuanya dengan cepat. Dan saya tidak ingin terluka untuk ke dua kalinya untuk mempercayai cinta." Dikau menatap tajam Ashimah dengan isyarat jika ia tidak ingin membahas ini lebih lanjut entah kenapa bagi Ashimah sorotan mata itu tersirat kesedihan yang begitu mendalam.
"Tapi mas..." Sahut Ashimah ketika Dikau mengusirnya. Padahal ia ingin merawat Dikau ia khawatir terjadi apa-apa dengan pria itu.
__ADS_1
"Tapi apa lagi kamu mau tidur disini bersama saya." Ucap Dikau telak membuat Ashimah terdiam dan tak mampu membalas. Ashimah tersenyum kecil kemudian menggeleng cepat ketika bayangan tak senonoh melintas di pikirannya. Ia tidak ingin itu terjadi apalagi mereka belum menikah. Pipinya bersemu merah dengan jagalan itu, tidur berdua bersama Dikau.
"Tidak!" Jawab Ashimah keras. Hal itu membuat Firman tergelak. Dikau langsung memelototi temannya yang merangkap sekertarisnya itu.
"Ya sudah sana pulang. Biar Firman yang mengantarmu." Balas Dikau. Pria itu kemudian naik ke atas tangga tanpa berbasi-basi pada Ashimah.
Ashimah memandang pria itu kesal, Dikau tetaplah Dikau pria yang menyebalkan. Tapi kenapa ia malah menjebloskan diri ke dalam neraka bersama pria itu. Mungkin otak nya sudah tak waras ketika menargetkan Dikau sebagai calon pelengkap iman nya. Jadi disini salah siapa?
****
__ADS_1
jangan lupa like and Coment
follow Instagram aku juga @wgulla_