Dikau Imamku

Dikau Imamku
Bab 39


__ADS_3

Ashimah duduk bersama Zila di perpustakaan. Hampir seminggu ia menghindari Dikau. Pria itu mengganggunya setiap hari. Pria itu muncul dimanapun untungnya dia berhasil sembunyi dari pria itu. Bahkan Dikau juga tak pernah henti mengiriminya pesan. Seperti tadi ketika ia selesai sholat dzuhur. Ada pesan masuk dari Dikau.


From Dikau:


Saya sudah sholat Dzuhur. Kamu jangan lupa sholat dan makan? Kamu mau makan apa? Nanti saya belikan.


From: Dikau


Ashimahnya saya... Sedang apa, kamu tidak rindu dengan saya. Padahal saya setiap detiknya tidak pernah berhenti untuk mengingat kamu... Ashimah saya rindu.. ingin bertemu...


Andai saja Dikau melakukan itu dari dulu. Ketika Ashimah menggilai Dikau. Pasti Ashimah akan tergila-gila pada pria itu. Ashimah mengabaikan segala pesan yang di kirimkan Dikau. Walau ingin sekali ia membalas pesan itu. Tapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak berhubungan lagi dengan pria itu bagaimanapun caranya. Ia tidak ingin terluka lagi. Biar saja pria itu mengejar-ngejar dirinya seperti orang gila. Biar dia rasakan bagaimana rasanya menjadi seperti dia dulu.

__ADS_1


"Kita pulang yuk." Ajak Zila dengan membawa tumpukan buku.


"Oke."


Kemudian mereka membawa buku yang mereka pinjam ke antrian peminjaman. Untung saja tidak mengantri lama. Hanya sedikit yang datang ke perpustakaan pada pukul 1 siang.


"Kamu tahu tidak kalau mas Dikau menjual perusahaannya. Jadi miskin dong mas dikau," Zila menyampaikan gosip yang ia dengar tadi pagi. Langkah Ashimah berhenti mendengar itu. Ia tebak Dikau menjual perusahaan ayahnya. Tapi pria itu pernah bilang ia tidak akan miskin hanya karena menjual perusahaan ayahnya. Jadi untuk apa dia khawatir. Paling pria itu sekarang lagi bersenang-senang.


"Bagaimana nasib calon suamimu itu?" Tanya Zila melihat raut Ashimah yang nampak Khawatir. Zila belum tahu jika dia dan Dikau sudah berpisah. Lebih baik ia diam. Jika waktunya tepat ia akan cerita.


"Sudahlah ayo cepat kita kembali ke kelas." Ashimah tidak ingin Membahas Dikau lagi. Ia sudah berjanji untuk belajar move on dari Dikau.

__ADS_1


****


Dikau memijat pelipisnya. Sudah satu Minggu Ashimah mengabaikan pesannya. Bahkan langsung bersembunyi jika melihat wajahnya. Ia baru tahu seperti ini rasanya di abaikan. Tapi kenapa dulu Ashimah begitu kuat dengan sikapnya.


Bahkan ia rela menjual perusahaan ayahnya. Yang dulu ia perjuangkan dengan susah payah dengan melakukan judi yang mungkin dulu jika ia gagal ia yang akan kehilangan semua yang ia miliki. Mau bagaimana lagi, gadis itu menginginkan imam yang Sholeh. Dikau mencoba menjadi apa yang Ashimah inginkan. Ia mulai memperbaiki ibadahnya. Bahkan ia mencoba untuk perhatian dengan gadis itu. Melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan. Mengirimi gadis itu pesan setiap waktu.


"Argghhh...." Dikau melempar berkas-berkas yang ada di mejanya. Ia memijat pelipisnya sebentar. Kepalanya sakit, dan pusing. Padahal ia tidak memikirkan banyak hal, selain Ashimah. Dia memikirkan cara bagaimana Ashimah memaafkannya. Padahal hanya xara itu saja membuat kepala nya seakan ingin pecah dibuatnya.


***


jangan lupa follow Instagram author @wgulla_

__ADS_1


hihi


love you ♥️


__ADS_2